
SETELAH KEHADIRANMU
Setelah kepulangan vita sekeluarga kemarin, kedua orang tuannya dan adiknya terlihat sangat bahagia. Sebenarnya sekarang keadaan keluarga vita sedikit agak membaik. Tidak seterpuruk dulu. Kalau dulu ayahnya sampai mencari upahan keladang orang sekarang mereka mengerjakan ladang sendiri.
Ditambah kehadiran vita kemarin membuat orang tua vita tambah sumringah. Mereka lebih percaya diri sedikit.
Ternyata vita anak mereka masih hidup.
Ternyata vita sekarang hidup bahagia.
Dan ternyata vita sangat disayang dan dihargai suaminya.
Mereka sangat bersyukur untuk itu semua.
Sementara delon adik bungsu vita langsung mengajak bapanya menuju tukang bangunan langganan orang kampungnya. Lalu mereka menanyakan biaya pembangunan rumah seperti yang vita minta. Setelah berdiskusi banyak dan menyampaikan keinginannya maka bapanya dan delon pun pulang dan berjanji 4 hari lagi akan datang memastikan.
Setelah mereka pulang ke rumah dia pun menghubungi vita.
“Ntar aja lon beberapa hari lagi, kasian mereka masih cape,” ucap bapanya
__ADS_1
“Tapi kak vita bilang secepatnya pak,” jawab delon.
“Ya sudah terserah kamu deh,” ucap bapanya.
Begitulah keadaan keluarga vita setelah kehadirannya kembali. Keluarganya kembali bergairah hidupnya. Vita ingin membangun rumah kedua orang tuanya di bantu oleh amel. Amel dengan penghasilan dari toko kuenya sudah punya tabungan sendiri.
**
sEmentara rendi sekarang banyak berubah. Uang yang dikasih oleh amel dia buat modal untuk bercocok tanam sayuran. Dia sudah tidak minum lagi sekarang karena itulah permintaan amelda kemarin sebelum pulang.
Dia juga bersemangat karena ternyata anaknya masih hidup sekarang.
Setiap pagi dia sudah berangkat keladang dan sore baru pulang. Begitu sampe rumah juga dia nonton tv lalu tidur. Dia tidak pernah main kelayapan lagi.
KAMU JANGAN BERUBAH
Vita merasa melepaskan satu beban yang berat setelah mereka menģunjungi orang tuannya. Sepertinya semua anggota keluarganya sangat senang, meskipun keadaan orang tuannya sangat sederhana.
“Sayang, aku merasa plong banget sekarang, aku sudah tahu keadaan bapa sama ibu,” ucap vita saat mereka ingin tidur. Bram yang ada disebelahnya pun senyum lalu memeluk vita dengan erat.
__ADS_1
“Saya juga sangat senang yang, bisa bersilaturahmi dengan mertua,” ucap bram sambil mengecup kening vita.
“Tapi aku ada satu permintaan ya,” ucap bram lagi masih memeluk vita. Vita pun menoleh ke suaminya.
“Ada apa kak,” tanya vita serius.
“Kamu jangan berubah ya, jangan pergi dariku,” kata bram tegas.
“Kok kakak ngomong gitu sh, malu Sama umur, usia pernikahan aja udah dewasa.... haha...ha..ha,” jawab vita.
“Sekarang kita sudah tua sayang, emang masih terpikir untuk berpaling,” lanjut vita lagi sambil mencium pipi suaminya.
“Sayang, dalam hidup aku memang pernah mencintai rendi, itu tidak aku pungkiri. Tapi seiring berjalannya waktu dan keadaan sekitar aku juga tidak tahu kapan cinta itu hilang. Dan aku juga tidak tahu sejak kapan aku mencintaimu. Awal pernikahan memang aku hanya ingin ada tempat tinggal dan ada yang menemaniku melahirkan amel. Waktu itu aku hanya merasa seperti karyawanmu, yang ingin membuat hatimu senang supaya kamu mau mengurus aku waktu lahiran. Lalu nanti kita adakan perhitungan. Tapi lama kelamaan aku membutuhkanmu, kalau mantanmu itu datang hatiku langsung sakit. Lalu kamu mengajak aku je resepsi temanmu, itulah awal pertama kita tidur bersama. Dua bulan setelah itu aku hamil, ntah kenapa kehamilanku itu menambah percaya diriku untuk mencintaimu. Caramu memperlakukanku, caramu memanjakanku membuat aku jadi ketergantungan padamu. Terimakasih sayang,” ucap vita panjang lebar.
“Kumohon jangan berubah setelah kamu tahu bagaimana keluargaku,” uca vita lagi.
“Emank kenapa orang tuamu, mereka tidak aneh-aneh, hanya kebetulan aja mereka orang yang lahir dikampung,” ucap bram.
“Justru aku sangat takut vit, setelah ketemu mantanmu itu kamu akan meninggalkan aku. Aku lihat rendi itu sangat sayang sama kamu dan orang tuannya juga sudah menyadari kesalahannya. Saya takut kamu akan berubah pikiran lagi.” Ucap bram sambil mengusap kepala vita.
__ADS_1
“Kamu tahu ngga dulu aku punya banyak duit tapi aku kurang kasih sayang, sementara bersamamu aku mendapatkan semuannya. Jangan berpaling ke rendi ya vit,” ucap bram dengan nada memohon.
“Ya ngga lah sayang, mungkin dulu kita saling mencintai tapi takdir tidak saling memiliki. Dulu aku sakit hati banget sama rendi dan keluarganya, tapi sekarang saya sangat berterimakasih sama mereka. Karena aku tidak akan seperti sekarang kalau tanpa sakit yang mereka berikan. Saya berterimakasih untuk luka yang mereka berikan”, terang vita panjang lebar.