Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
PART 6 APA YANG HARUS KULAKUKAN


__ADS_3

APA YANG HARUS KULAKUKAN


Sementara di rumahnya rendi juga bingung. Apa yang sudah dia lakukan tadi sama vita. Kenapa bisa terjadi?


Kenapa...kenapa...kenapa aku melakukan itu sama Vita, dia merutuki dirinya sendiri.


Dan sama seperti vita dia juga membayangkan beberapa hal kedepan yang ga bisa dia pikirkan sekarang. Banyak bayangan buruk yang cenderung pasti menyusahkan Vita ke depannya. dan sejujurnya Rendy tidak ingin itu.


Gimana kalau vita hamil?


Gimana kuliahnya?


Apa dia harus langsung menikahi vita?


Ahhhh...siallll batinya dalam hati sambil meremas kasar kepalanya..Dia mengambil handuk yang tergantung dikamarnya dan masuk ke kamar mandi.


Untungnya ayah dan ibunya sepertinya sudah tidur.Dikamar mandi begitu dia membuka seluruh pakaiannya, dan melihat ke tubuhnya sendiri dia jadi ingat lagi sama vita. Vita yang kesakitan dan menangis terus setelah kejadian tadi malam bahkan sampai dia masuk rumah. Rendy tidak kuat melihat Vita menangis, ingin rasanya dia aja yang menanggung beban, jangan Vita.


bagaimana tadi vita sampai nangis sesenggukan!


bagaimana hancurnya vita?


Aku telah menghancurkan orang yang aku sayangi , batinya.


Belum lagi yang mamanya sepertinya ga merestui, apa yang harus dia lakukan sekarang?


Rendi bingung....


Diapun mengguyur seluruh tubuhnya, mengambil sampo dan sabun. Setelah membilas seluruh tubuhnya dia mengambil handuknya tadi dan melilitkannya di pinggangnya. Setelah itu dia langsung masuk kamar dan memakai baju kaos dan celana pendeknya.


Ga terasa ternyata sudah malam, sementara besok pagi dia harus balik ke kota. Akhirnya dia mengambil tas ranselnya yang tergantung didinding dan mengemasi semua barang yang mau dia bawa besok pagi. Setelah dirasa cukup diapun naik ketempat tidur dan berusaha memejamkan matanya. Sambil menumpuk dua tangannya didada, dan menatap langit- langit kamar dia pun berucap


” maafkan abang vit, abang sudah mengambil sesuatu yang sangat kamu jaga” batinya.”


" Tapi kamu jangan takut vit, aku akan tetap ada untuk kamu, aku harus cari kerja biar kita bisa menikah secepatnya. Tidak perlu sampai saya lulus kuliah,” tekadnya. Lalu diapun tertidur.


Ke esokan harinya, rendi terbangun karena panggilan mamanya” Ren.. rendi..kamu bangun,” panggil mamanya sambil menggoyang-goyangkan badan rendi.

__ADS_1


” Kamu mau pulang pagi ini apa ntar sore,” lanjut mamanya. Kalau kamu pulangnya sore biar bapak sama mama berangkat keladang dulu” lanjut mamanya.


"tapi kamu jangan ke rumah cewek itu lagi, mama ngga suka" ujar mamanya Rendy.


Rendi yang baru bangun pun sambil ngucek-ngucek matanya. dia bangkit dari tempat tidurnya. Setelah dia melihat keluar jendela ternyata hari sudah terang benderang.


Diapun bergegas meninggalkan mamanya, yang masih duduk disisi tempat tidurnya. Dia masuk kamar mandi, tapi hanya membasuh mukanya. Setelah itu dia temuin lagi mamanya dikamar.


“Saya pulang sekarang ma, sore saya ada perlu ketemu dosen,” katanya. Untuk sekarang ini dia lupa dengan masalahnya sama vita.


"iya pulang sana, fokus belajar" ujar mamanya lagi.


“Ya udah kamu siap-siap biar diantar bapak sampe ke terminal bis.” Lanjut mamanya bangkit berdiri.


“Soalnya bapa juga masih banyak kerjaan setelah itu,jadi ga bisa lama-lama bapaknya. Nih duit kamu ya, kurang ga? Tanya mamanya rendi.


Rendi yang sedang berkemas pun mengambil duitnya dan menghitungnya” ngga ma, cukup,” jawab rendi.


Kalau mengenai uang memang dia jarang kurang, untuk standard mahasiswa kampung, karena orang tuannya adalah orang yang paling adalah untuk ukuran kampung sekitar. Setelah memegang handuk dan baju yang akan dia pakai, dia pun langsung masuk kamar mandi. Dan setelah semuannya selesai bapaknya pun mengantar rendi ke terminal bis.


Dalam perjalanan ke terminal bis, rendi melewati gubug penduduk yang kemaren dia berteduh sama vita.


Gubug yang tidak mungkin Rendy lupakan seumur hidupnya.


Hatinya tergetar deg deg deg .Dia jadi teringat lagi kejadian kemarin malam yang membuat vita sedih. Vita kehilangan harta paling berharganya.harta yang tidak bisa dinilai dengan uang apalagi untuk gadis desa seperti Vita.


Gimana keadaan vita ya? Apa dia masih marah?


Apa dia membenci rendi?. Mengingat itu rendi jadi ingat vita. Dia merasa bersalah sekali sama vita.


Akhirnya dia mengambil handphonenya dan mengirim pesan whatsap ke vita.


*Vit, kamu udah bangun apa masih tidur, send


vit, apa kamu sakit, send*


Vit, abang sudah mau pulang ke kota send

__ADS_1


*Vit, maafkan abang ya vit send


Abang ngga sempat pamit sama kamu*.


Vit, abang sangat mencintaimu send


Abang akan selalu ada untuk kamu vit send


Pokoknya ada apa-apa kamu harus hubungi abang ya vit send


Karena dalam hati rendi takut kalau vita hamil dia akan mengambil keputusan sendiri. Atau kalau mamanya menunjukkan ketidak sukaannya sama vita rendi ingin ada untuk melindungi vita. Rendy yang bersalah, Vita itu adalah korban.


Pesan rendi masih centang dua, tapi belum ada yang dibaca. Mungkin vita lagi beres-beres rumah apa lagi nyuci, pikir rendi.


'Tapi bagaimana kalau dia masih sakit' batin rendy


' Aku harap kamu jangan membenciku vit, kita akan hadapi bersama. Aku tidak kuat melihatmu menangis terus. Aku akan berusaha untuk cari kerja biar kita bisa cepat menikah sekalipun mamaku tidak setuju' batin Rendy.


Dia pun menaruh handphonenya didalam saku celananya. Setelah sampai terminal rendi turun dari mobil ayahnya, dan langsung naik ke bis yang sudah ngetem disana setelah menyalami bapaknya.


Bapaknya pun berlalu meninggalkan tempat itu untuk kembali ke kampungnya sementara Rendy melanjutkan perjalanannya ke kota .


Didalam bis rendi pun mencari bangku yang kosong, dan dia mencari yang dipojok karena dia pengen tidur.


Ternyata kepulangan ku kemarin hanya melukai orang yang aku cintai. Tadinya aku berharap dalam acara tujuh belasan itu aku akan sangat bahagia ketemu teman - temanku dan juga Vita. Tapi sekarang malah apa? aku pulang membuat kehancuran untuk vita, batin Rendy.


Kalau di bilang menyesal sudah pasti penyesalan Rendy tidak terkira. Sedikitpun tidak terlintas di hatinya kalau akan begini kejadiannya.


Perjalanan yang akan dia tempuh sekitar tiga jam. Cukup untuk tidur. Apalagi tadi malam dia sangat susah tidur setelah kejadian kemarin. Hatinya selalu dihantui rasa bersalah dan juga ketakutan akan dampaknya terhadap vita.


Setelah duduk dia melihat handphonenya lagi, apakah vita sudah membaca pesannya apa belum, dan ternyata belum. Maka diapun memasukkan handphonenya ke saku celanannya dan tidak berapa lama diapun tertidur.


Hai readersku yang setia


Dukung terus author ya


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2