
HARAPAN BARU
Hari berganti hari, bulan berganti bulan ,
Tidak terasa kandungan vita sudah masuk bulan ke sembilan.
Semua berjalan baik hampir tidak ada hambatan. Vita pun sudah membeli beberapa keperluan bayi. Hari ini dia mengajak bi sumi lagi untuk menemaninya belanja. Kali ini melengkapi karena dia tinggal menunggu hari. Dia sudah gampang cape. Setiap hari dia berdoa supaya dimudahkan dan jangan terlalu merepotkan.
“Kak, hari ini saya pergi belanja sama bi sumi ya, ama mba lala juga. Karena mungkin agak banyak yang harus dilengkapi,” kata vita ke bram saat sarapan pagi seperti biasa. Bram berhenti sejenak dan dia melihat vita.
“Memang kamu masih kuat keluar” kata bram menatap vita. Vita pun memberanikan diri menatap bram sebentar, “ masih kak, asal ditemanin bi sumi,” jawab vita.
“Ya sudah, nanti bi sumi kesini sama mang ujang,” jawab bram. Tidak berapa lama diapun berangkat. Setelah bram berangkat vita pun siap-siap untuk pergi belanja.
Setelah mandi dan dandan dikit bi sumi pun datang sama mang ujang. Mereka pun langsung berangkat menuju tempat yang sudah dikasih tahu bram. Sebuah toko besar milik temannya, yang khusus menjual peralatan bayi.
Dan yang tak kalah spesial ternyata disana sudah ada mba cici sekretaris bram dan juga leo asisten bram.
“Mari bu saya bantu menyiapkan semua,” ucap cici sambil membimbing istri bosnya yang sedang hamil besar. Ternyata cici sudah membuat daftarnya lengkap sesuai perintah Bram, vita hanya perlu memberitahu mana aja yang sudah di beli. Termasuk keperluan si ibu pasca melahirkan. Cici dan leo hanya punya waktu 1 jam setelah itu mereka harus balik kantor karena akan ada meeting lagi.
"maaf ya mba, jadi merepotkan mba sama pak Leo"
"ngga apa- apa Bu, sebenarnya tadi pak Bram yang ingin ikut, tapi meetingnya ngga bisa kami handle, jadi kami yang di minta kesini" ujar Leo asisten Bram.
Setelah dirasa cukup semua pesanan pun dibayar sama asisten leo, lalu mereka pulang ke tujuan masing- masing. Cici dan leo balik ke kantor, sementara vita dan bi sumi balik ke apartemen.
"sekali lagi makasih ya mba Cici sama pak Leo" ucap Vita
"sama - sama Bu"
Dalam perjalanan pulang Cici baru menyampaikan ke kagumannya sama Vita.
"istri bos kita cantik dan baik ya, masih muda lagi" puji Cici
"yahhh bos memang beruntung dapat nyonya, apa kamu ngga ngerasa kalau bos kita banyak perubahan, ya itu dia karena istrinya ini" ucap Leo sambil nyetir
Beberapa hari setelah itu, vita merasa perutnya agak mulas pada jam 5 subuh. Tapi vita enggan membangunkan bram. Dia pun turun dari tempat tidur dan duduk disisi ranjang. Mulasnya pun hilang lagi. Sampai jam 7 pagi sudah mulas berapa kali, tapi vita tetap enggan memberi tahu bram padahal bram sudah bangun dan sedang siap-siap pake baju mau ke kantor.
Begitu selesai sarapan bram langsung berangkat tanpa curiga dengan keadaan vita. Setelah mengantar bram sampai pintu vita pun langsung masuk lagi. Tapi belum sempat sampai masuk kamar perutnya sudah mules lagi dan kali ini baju dasternya sudah basah seperti ngompol.
“La..tolongin saya,” teriak vita sama pembantunya. Artnya yang melihat itu pun langsung tahu kalau dia sudah mau lahiran, sudah pecah ketuban, karena dia sudah melahirkan 3 anak jadi sudah pengalaman.
__ADS_1
“Aduh bu, ini sudah mau lahiran, ketubannya sudah pecah,” jelas pembantunya lala.
“Tolong telepon mang ujang untuk antar saya ke rumah sakit,” perintah vita. Tapi pembantunya tidak tahu telepon mang ujang sehingga dia telepon asisten leo, karena sesuai perintah bram kalau ada apa-apa dia harus telepon asisten leo.
Dreeet deeerrt
Asisten leo melihat ada panggilan dari apartemen bos, cepat-cepat dia angkat.
“Halo ‘leo
“ halo tuan leo ibu sudah pecah ketuban mau lahiran minta no nya mang ujang katanya.”
“ Ya tunggu sebentar” leo
“Pak ibu sudah mau lahiran minta no hpnya mang ujang untuk antar kerumah sakit”, jelas Leo sambil menepikan mobil
“Kita putar balik cepat, kita yang bawa ke rumah sakit, “ perintah bram.
Lalu asisten leo pun langsung memutar balik mobilnya menuju apartemen. Tidak berapa lama karena masih dekat dari apartemen mereka sudah sampai’ dan langsung naik.
Bram melihat vita sudah pucat’ berkeringat dan baju bagian bawahnya sudah basah. Tanpa pikir panjang langsung dia gendong vita menuju lift’ dan sepanjang didalam lift dia terus menggendong vita sampai dilantai dasar dan masuk mobil. Leo pun yang selalu paham keadàan langsung mengerti untuk cepat-cepat melajukan mobil kerumah sakit yang biasa dia periksa yang telah bram hubungi.
Begitu sampai rumah sakit dokter juga sudah ada disana. Karèna pembukaanya sudah hampir sempurna diapun langsung dibawa keruang bersalin.
Didalam dia melihat vita sudah posisi siap melahirkan.
“Bapa dikepala ibu aja”, perintah ibu dokternya. Bram dalam bingung hanya mengikuti aja apa yang disuruh dokter itu.
Bram tidak tega juga melihat vita kesakitan. Dia sampe megang tangan vita memberi dukungan. Vita semakin kencang memegang tangan bram.
Tapi entah kenapa bram sangat senang vita memegang tanganya. Akhirnya kepala bayinya sudah kelihatan kata dokternya, vita pun di arahkan dokter untuk mengedan 1 2 3 ya,” perintah dokternya.
“Weeekkkb weekk ,” akhirnya lahir seorang putri kecil. Bram sangat lega, dan dia tidak menyangka bahwa dia akan menyaksikan langsung begini kelahiran putrinya. Ada senang, takjub, bahagia yang tak bisa dia gambarkan. Setelah itu bram mendekat ke vita dan menggenggam erat tangannya, seolah memuji bahwa Vita hebat. lalu perawat pun datang menunjukkan putrinya.
Setelah semua beres bram keluar ruangan dimana ada asisten leo disana dan pembantunya. Mereka berdua pun mengucapkan selamat ke bram.
“Siapa namanya pak,” tanya leo
“Belum berunding sama istri saya, nanti sore saya kasih tau. Tolong langsung kamu urus aktenya”, perintah bram
“ ok pak” langsung dijawab leo karena dia sudah prediksi itu sebelumnya.
__ADS_1
“Hari ini tolong kamu handle semua kerjaan kantor, aku masih mau disini dulu, kalau ada yang urgent kamu langsung hubungi saýa”,
jelas bram lalu bangkit berdiri menuju ruang bersalin lagi.
Terlihat vita sudah tidur, dan putrinya ada diruang bayi. Lalu bram mendekati vita dan mengusap pipinya, kamu wanita hebat, ucapnya dalam hati.
Setelah semua beres vita pun dipindahkan ke ruang vip rumah sakit itu. Bram dan pembantunya mengikuti sampai diruangan. Setelah menaruh semua keperluan vita dilemari pembantunya pun mohon pamit pulang, karena diapartemen juga tadi semua masih berantakan.
Bram pun setuju, “saya yang akan menjaganya disini, kamu pulanglah”, suruh bram. Bram pun duduk disofa sambil memainkan handphonenya. Setelah hampir setengah jam vita pun bangun, minta minum. Dengan sigap bram memberikannya.
“Apa kamu sudah punya nama untuknya”, tanyanya ke vita.
“Amelda” jawab vita
“Berarti Amelda saputra”, tambah bram
Mereka berdua pun saling lihat dan tersenyum.
****
Ditempat lain rendi yang sekarang benar-benar berubah. Sekarang dia sudah tidak fokus kuliah. Dia sudah seperti orang yang sangat frustasi. Entah kenapa semangatnya untuk kuliah lalu bekerja dengan baik sudah tidak ada lagi. Dia benar-benar kecewa dengan orang tuanya.
Kepergian vita benar-benar merubah cara hidupnya. Bahkan sekarang dia sudah mulai menyentuh judi walaupun masih kecil-kecilan.
Hari ini dia benar-benar gelisah, hatinya tidak tenang, tapi dia tidak mengerti kenapa. Tidak seperti biasanya. Tadi malam sebelum tidur dia melihat vita datang, tapi ternyata hanya bayangannya hanya saja rendi yang mersakan seolah-olah itu sangat nyata.
Dan ternyata sepanjang waktu vita mau melahirkan rendi juga sangat merasa gelisah, Cuma dia ngga ngerti kenapa. Mulai dari vita merasa mulas karena sudah mau melahirkan sampai anaknya lahir. Rendi mencoba nongkrong dengan teman-temannya tapi tetap aja dia gelisah. Kalau biasanya rendi kalau sudah mulai main kartu dia sudah sangat fokus tapi hari ini tidak. Hatinya tetap tidak tenang. Ada apa ini, batin rendi. Padahal sebenarnya karena kelahiran darah dagingnya ke dunia yang fana.
Ada apa denganmu vit, hubungi abang vit, abang yakin kamu masih hidup, batin rendi.
kArena merasa gelisah terus sorenya rendi pun keluar ketemu teman-temannya, mungkin klo sudah ngumpul-ngumpul nanti pasti rileks, batinnya.
Tapi ternyata belum tenang juga, masih aja gelisah..
aPa kamu lagi dalam masalah vit, batin rendi
atau kamu lagi sedih dan dalam masalah, batin rendi lagi.
Semoga vita baik-baik aja ya Tuhan, doa rendi dalam hati.
hai readers, dukung terus author ya
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih