Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
EPISODE 37 - EPISODE 38


__ADS_3

ULANG TAHUN VITA 3


Setelah rapi bram dan vita pun turun sarapan. Hari ini bi sumi masak mie yang enak sekali.


“ Bi, nanti makan siang kita semua ke restoran x ya. Semua ikut sama pak satpam depan juga. Biarkan rumah kosong sementara tapi tolong tutup semua pintunya.” Perintah bram ke bisumi.


“Hari ini istri saya ulang tahun, jadi kita yang dirumah ini biar ikut bahagia,” lanjut bram lagi.


“Nanti kita berangkat 2 mobil, tolong siapin semuannya ya bi,” lanjut bram lagi. Tidak berapa lama mobil vita diantar dealer.


Vita sangat senang dan bahagia walaupun sebenarnya perhatian suaminya juga sudah cukup tapi ini dapat bonus mobil lagi.


Dia pun mencium bibir bram didepan semua orang.” Sekali lagi makasih ya kak,” ucapnya dengan sumringah. Bram yang kaget dengan ulah istrinya pun hanya senyum lalu mengacak -acak rambut istrinya. Tunggu kamu nanti malam ya, saya akan buat kamu sampe susah jalan, batinya sambil senyum.


Siang harinya mereka semua berangkat ke restoran x. Disana sudah ada leo dengan istri dan anaknya, begitu juga keluarga sekretarisnya cici. Itulah orang- orang terdekat bram yang selalu membantunya.


Diulang tahun vita ini bram ingin berbahagia bersama mereka. Anak-anak bebas bermain. Orang tua bebas ngobrol direstoran mewah karena bram sudah booking tempatnya.


Bram sekarang benar-benar bahagia. Kalau waktunya sikembar minum bram pun dengan setia menemani vita. Setelah itu mereka gabung lagi dengan keluarga leo dan cici.


Leo melihat bosnya itu sekarang berubah, selalu senyum, bisa becanda dan lagi sudah tidak kaku lagi.


Hari ini semua orang yang disana bahagia. Diakhir acara mereka leo dan keluarganya juga cici dan keluarganya mengeluarkan kue ulangtahun yang telah mereka siapkan.


Vita pun menucapkan banyak terimakasih untuk semuannya terutama suaminya.


Tidak lupa vita membagi-bagi hadiah amplop buat anak kecil dan para pembantunya.


Bram kaget, kapan istrinya menyiapkan ini. Dia tidak minta duit kemaren, batinnya.


“Sayang kamu kok ngga ngomong pengen begini, kan aku bisa siapin duitnya,” ucap bram pelan ditelinga vita


“Ini kan ulang tahunku kak, aku sisihkan dari uang jajan yang kamu kasih,” ucap vita jujur.


Sekali lagi bram bangga dengan sifat vita yang tidak serakah.


Akhirnya mereka semua pulang, keluarga bram pulang ke rumah sementara cici langsung ke kantor. Begitu juga leo harus ke kantor setelah mengantar anak dan istrinya kerumah


BELAJAR


Hari-hari keluarga bram berjalan sangat harmonis. Vita juga bisa menghandle semua urusan anak-anak kecuali minggu mereka sama-sama. Sekarang sikembar sudah dua tahun. Mereka sudah bisa ngomong walaupun masih cadel. Mereka sudah lari-larian senang bermain bola dan juga permainan tembak-tembakan. Kadang vita sama bram ikutan jadi anak kecil. Sementara amel yang lebih suka masak-masakan sering lihat mamanya atau bi sumi yang lagi masak.

__ADS_1


“Kak, boleh ngga aku ikut kursus,” pinta vita ke suaminya saat mereka selesai bermain dengan anak-anaknya pagi ini.


“Boleh donk, yang penting jangan menelantarkan anak-anak ya,” ucap bram sambil mengecup rambut istrinya.


“Iya kak, aku pengen belajar bikin kue,” lanjut vita masih senderan di badan bram


“Kenapa ngga kamu undang aja ke rumah mentornya,” ucap bram


“Emang boleh begitu,” sela pita cepat.


“Nanti aku carikan ya,” ucap bram sambil membelai wajah istrinya. “Tapi bayarannya mana”? Ucap bram sambil senyum


“Kaka sama istri sendiri perhitungan banget,” ucap vita sambil memonyongkan bibirnya dan bangkit. Tapi dia berbalik lagi ke suaminya.


Cuppp


“Itu upahnya sudah mencarikan aku guru masak”, ucap vita sambil ingin berlalu tapi malah ketahan oleh bram.


Tanpa buang waktu bram mencium bibir vita lembut, tapi hanya sebentar karena vita sadar ini salah tempat. “jangan sekarang, nie dihalaman,” ucap vita sambil mendorong suaminya. Bram pun maklum dan hanya senyum lalu mereka masuk ke rumah.


Besoknya bram benar-benar mencari vita guru masak. Dia membayar mentor tersebut buat ke rumah dua kali seminggi selama satu jam.


Vita sangat senang mendengarnya. Dia pun sudah membayangkan akan seru belajar buat kue sendiri.


Vita melihat amel mempunyai bakat memasak. Setiap mentornya bikin adonan dia ikutan memperhatikan


****


Hari ini amel berulang tahun yang ke empat. Bram merayakanya disalah satu restoran dekat rumah. Amel sangat senang, dia dapat banyak boneka dan mainan lainnya.


Ditempat lain sekarang rendy ternyata sudah tinggal dikampung. Semenjak kepergian vita dia sudah tidak kuliah dengan serius bahkan dia lebih sering main judi dan mabuk bersama teman-temannya. Tantenya yang melihat itu pun memberitahu mamanya rendi. Kuliahnya sudah berantakan. Bahkan sekarang dia tidak ada niat lagi untuk kuliah. Uangnya hanya untuk judi dan mabuk-mabukan.


Mendengar cerita adiknya mamanya rendi pun mengunjungi rendi dikota. Saat itulah mamanya melihat rendi yang baru pulang dari kemarin, dengan pakaian yang berantakan dan juga rambut ngga beraturan.


“Mending kita pulang dulu,” kata mamanya.”’kemasi bajumu”, perintah mamanya lagi.


Rendy tidak melawan, dia ikuti perintah mamanya. Mereka pun pulang kampung dulu.


Begitu sampai dikampung besoknyarendi melihat delon adeknya vita sedang bermain.


“Hallo delon, apa kabarmu, kak vita sudah pulang,” tanya rendi ke delon.

__ADS_1


“Belum bang,” kata delon sambil tetap dengan mainan gundunya.


Rendi melangkah ke rumahnya dengan lunglai. Tapi begitu sampai diteras rumah dia mendengar orang tuannya sedang berdebat. Diapun cuek aja lalu ingin masuk aja, tapi langkahnya terhenti saat bapaknya berbicara dengan mamanya yang membuat rendi meradang.


“Itulah dosamu, kamu pikir dulu anak yang dikandung vita itu tidak punya roh. Bisa semua kamu kendalikan. Sekarang Tuhan berkata lain rendi yang kamu banggakan ganteng dan akan sarjana, mana”? Tegas bapanya sambil menghisap rokoknya.


“Sekarang kamu malah lebih malu daripada orang tua vita. Lihat rendi sekarang apa bedannya dengan anak bodoh dikampung ini,” ucap bapanya lagi.


“Kalau dulu kita menerima vita dan anak itu, mungkin sekarang rendi tidak begini,” ucap bapaknya sangat menyesali.


Dia sudah menyadari kesalahanya dulu membayar bayinya vita dengan uang lima juta. Coba dulu rendi menikahi vita sekarang dia sudah jadi kakek dan rendi juga mungkin sudah sarjana, batinya.


Mendengar perdebatan orangtuanya menyebut nama vita dan “ bayi” rendi pun masuk dengan wajah dingin karena marah.


“Jadi vita pernah datang, dan mama mengusirnya dan memberi dia uang untuk menggugurkan kandungannya”? Tanya rendi dengan nada marah.


“Ya ampun mama...”! Ucap rendi dengan kesal sambil meremas kepalannya. Lalu dia melangkah lagi ke arah mamanya.


Ternyata dulu vita hamil


Ternyata orang tuannya yang menyuruh vita menggugurkan kandungan


Pantas aja vita menghilang karena malu


Mungkin aja vita memang bunuh diri karena malu


Ya Tuhan kenapa selama ini aku tidak kepikiran hal ini bathin rendi.


Dia pun mendekati mamanya, sambil berucap dengan sinis.


“Sekarang tujuan mama menghancurkan rendi sudah tercapai, apa mama puas,? Ucap rendi dengan tatapan dingin ke mamanya.


Mamanya pun langsung berdiri memegang tangan rendi. Rendi diam seperti patung tidak melawan tidak juga menyambut mamanya.


“Maafin mama ren, tapi nanti siapa pun yang kamu pilih mama akan setuju,” ucap mamanya memelas.


“Rendi sudah tidak punya pilihan ma, terserah mama aja,” katanya sedih sambil berlalu ke kamar.


Maafin abang vit, ternyata bebanmu sangat berat dan aku malah tidak ada disampingmu. Hahhhh aku laki-laki tidak berguna, ucap rendi ke diri sendiri.


Aku telah menghancurkan orang yang paling aku cintai dan aku Membiarkan dia sangat menderita, batin rendi.

__ADS_1


SEandainya waktu bisa diputar kembali vit, abang tidak akan pernah menyentuh kamu, yang membuat kamu jadi menderita, batin rendi.


__ADS_2