Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
PART 35 KELUARGA BAHAGIA


__ADS_3

KELUARGA BAHAGIA


Vita sudah sehat dan kedua anaknya juga sudah sehat.


Hari ini vita sudah di perbolehkan pulang namun kedua bayinya masih harus tinggal di rumah sakit.


Bersyukur besoknya kedua bayi mungil itu sudah boleh di bawa pulang.


Sempat ditinggal di rumah sakit satu malam tapi sekarang mereka sudah di rumah.


Bapa mertuannya sudah balik duluan ke singapura karena ada kerjaan yang tidak bisa ditunda. sedangkan ibu leli masih merawat cucunya dulu.


Suaminya juga menyarankan ibu leli membantu merawat cucunya dulu. Kasian vita, pikir papanya bram.


Setiap pagi bram merawat vita mulai dari membantu mandi sampe pake baju karena vita belum bisa bergerak bebas. Jahitan operasinya belum kering.


Seperti pagi ini, bram sudah ingin ke kantor karena sudah beberapa hari dia tidak pergi ke kantor. Dari pagi dia sudah sibuk mengurusi vita, mulai dari mandi, pake baju sampe minum obat. Lalu vita menyusui kedua anaknya bergantian.


Setelah itu vita minum teh hangat, dan tidak berapa lama dia harus makan supaya kedua anaknya tidak kurang gizi. Itulah rutinitas bram beberapa hari ini. Setelah vita duduk diluar sambil berjemur barulah bram bersiap ke kantor. Hari ini dia harus meeting dengan kliennya.


“Sayang, hari ini saya ke kantor dulu ya, ada kerjaan yang tidak bisa dihandle sama leo,” ucap bram ke istrinya.


“kalau kau ingin sesuatu, kalau sungkan sama mama telepon aku ya,” lanjut bram


“Iya kak, aku bisa minta bantuan mama,” jelas vita biar bram tidak khawTir.


Setelah itu bram pun bersiap mau ke kantor mulai dari mandi nyiapin baju semua dia lakukan sendiri untuk sementara. Dia tidak mau vita banyak kegiatan dulu hanya memberi asi ke anaknya.


Setelah semua selesai bram pun sarapan yang disiapin mamanya.


Setelah itu bram pamit ke istrinya dan kepada ketiga anaknya. Dia ciumi mereka berempat satu persatu.


“Papa berangkat ya,” ucapnya berlalu sambil melambaikan tangan.


Betapa bahagianya aku sekarang Tuhan, batin bram.

__ADS_1


Leo pun dapat merasakan kebahagiaan bram.


“Sekarang bapak benar-benar bahagia ya pak”, ucap leo.


“Anak sudah cewek cowok, istri cantik, hubungan dengan orang tua tidak kaku, perusahaan makin maju, apalagi coba pak yang kurang,” lanjut leo.


Benar juga, bathin bram. Dulu aku hanya punya duit, bercanda dengan orang tua hampir ngga pernah, anak ngga ada, istri hanya bisa ngatur- ngatur, bathin bram lagi.


“Ya, semoga kebahagiaan ku ini awet leo,” ucap bram.


“Amin”, diaminkan oleh leo.


*****


Sudah dua bulan usia kenzo dan kenzi. Rumah bu leli yang besar sudah kembali ramai. Ada tiga orang baby sister sekarang, karena bram ngga mau sampai vita kecapean mengurus tiga anaknya. Sementara ibu leli sudah kembali ke singapura menyusul suaminya.


Hari ini bram pulang kerja seperti biasa. Begitu kerjaanya selesai dia langsung pulang ke rumah.


Sore ini dia disambut vita yang sedang duduk diruang keluarga sambil bergantian menyusui anak kembarnya. Biasanya setelah minum asi mereka langsung tidur sampe malam.


Setelah kedua anaknya tidur vita pun masuk ke kamar menyusul bram. Bram melihat istrinya baru masuk pun langsung menyambutnya.


“Kamu pasti cape ya” kata bram sambil memeluk leher vita dari belakang.


“hah ngga kebalik th, harusnya aku yang tanya, kakak pasti cape kerja seharian”, ucap vita masih membiarkan tangan bram dilehernya.


“Kamu harus memberi hidup anak kita semua”? Ucap bram sambil mengusap pipi vita.


“Lho dari tadi kaka ngawur, kakak yang kasih kami kehidupan, yang biayaiin,” jelas vita sambil berbalik.


“Memang aku yang biayain materi vit, tapi kamu memberi kami kasih sayang,” ucap bram dengan wajah serius.


“Sejak kapan kaka romantis gini sh,”? Tanya vita sambil cengengesan.” Udah ah aku mau mandi” ucap vita ingin berlalu, tapi bram masih menahannya.


“Mandi bareng yuk,” ucap bram

__ADS_1


Vita pun menoleh lagi ke bram, kayaknya suaminya ini hari ini penuh kejutan.


Cukup lama vita menatap wajah bram. Melihat tatapan vita bram bereaksi cepat, dia mengangkat vita ke kamar mandi. Sampe di kamar mandi dia meletakkan vita di bathup dengan hati-hati. Lalu dia menyediakan sabun dan aromatherapy untuk mandi.


“Sini sayang saya gosokin, “ ucap bram saat dia lihat vita sudah membuka semua pakaiannya.Lalu bram berpindah dan memposisikan dirinya di belakang vita. Lalu dia menggosok punggung vita dengan telaten.


Entah kenapa tangan bram malah menyentuh dada vita. Seketika bram sendiri yang kaget. Sementara vita merasa geli dia pun meliukkan badannya.


“Kak bram apaan sh”, ucap vita tapi tidak menepis tangan bram. Malahan dia menyenderkan tubuhnya ke dada bram. Tubuh bram pun bereaksi, dia tidak bisa menahan lagi gejolak bagian bawahnya yang menegang.


Vita yang merasakan sesuatu yang lembut tapi keras yang menyentuh tubuh bagian belakangnya tahu kalau suaminya sudah nafsu. Dia pun membalikkan badanya dan sekarang mereka berhadapan.


Bram sudah tidak dapat melihat apa-apa lagi selain keindahan yang ada didepannya. Dada vita yang berisi karena masih menyusui pun menjadi sasaran pertamanya. Tangan bram bermain didada vita sementara bibirnya sudah bermain juga di bibir vita. Vita pun terbuai, setelah melahirkan ini pertama kali mereka bermesraan. Dia menikmati setiap sentuhan bram dan diapun mendesah ketika tangan bram mencoba bermain diarea sensitifnya. ******* vita membuat birahi bram makin diubun-ubun. Dia pun mengangkat tubuh vita untuk berdiri dekat shower. Dia mengunci tubuh vita kedinding, lalu dia mulai meneruskan aksinya. Setelah lama saling bercumbu bram pun menyatukan milik mereka. Sekarang mereka sudah sama-sama menikmati. Setelah lama saling menyatukan dan dia lihat vita sudah cape dia pun menyudahi permainannya dengan memuntahkan cairannya ke milik vita. Dia memeluk vita sangat erat. Setelah selesai dia mencium kening vita.


“Terimakasih sayang” ucapnya penuh cinta.


Lalu bram menyalakan shower dan membilas badan vita dulu setelah itu baru dirinya sendiri.


Vita langsung keluar dari kamar mandi, dan menuju ruang ganti, disusul oleh bram. Setelah rapi pake baju vita menuju meja rias dan memoles sedikit bedak ke mukanya. Bram pun berdiri di belakang vita sambil tersenyum penuh arti.


“Sayang kamu tahu ngga, kemesraan kita adalah sebagian dari kebahagiaanku bersama mu. Ditambah lagi anak yang lucu-lucu” ucap bram serius.


Vita hanya membalasnya dengan senyum lewat pantulan cermin.


Hallo semua pembaca setiaku


dukung terus tulisan ini ya


like


coment


dan vote


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2