Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
PART 7 CEMAS


__ADS_3

CEMAS


Sementara dirumahnya, vita sudah bangun dari subuh, badanya semua berasa sakit. Tapi tetap dia paksakan untuk bangun dan mengerjakan pekerjaan rumah. Memasak, nyuci piring, nyuci pakaian dan beres-beres rumah sudah kelar. Dia mau mandi dulu, tapi kepalanya keknya berat banget. Dia duduk dulu dikamarnya , mungkin kecapean pikirnya, ditambah lagi masalah tadi malam dan hujan hujanan.


Dia pun melihat handphonenya siapa tau ada pesan dari rendi. Benar saja. Dia membaca semua pesan rendi. Airmatanya kembali menetes mengingat kemarin.


Ya sudahlah bang, semoga aja abang tetap setia dengan janji abang, karena abang sudah mengambil sesuatu yang paling berarti dalam hidupku, batinnya.


Lalu dia menaruh handphone kembali tanpa membalas pesan rendi. Sekarang dia masih linglung dan masih belum percaya dengan semua yang dia alami. Dia masih berharap itu semua mimpi.


sEkarang vita duduk termenung di kamarnya.


Sekarang aku bukan gadis perawan lagi, sekarang aku ternoda...ternoda..


, batin vita sambil mengusap mukanya kasar dengan kedua tangannya.


Bagaimana kalau bang rendi tiba-tiba berubah,


bagaimana kalau di kota ada cewek yang cantik yang bisa mengambil hatinya,


bagaimana kalau dia tidak mau bertanggung jawab nanti,


bagaimàna kalau orang tuaku dan keluargaku tahu aku sudah ternoda,


bagaimana..bagaimana...Bagsimaña semua yang membuat vita makin bingung dan cemas.


Kalau rendi bukan jodohku apa suamiku nanti bisa menerimaku, kalàu aku hamil apa nanti kata orang samaku.?


Pertanyaan-pertanyaan itulah yang selalu ada dipikiran dan menghantui pikiran vita sehingga dia semakin takut dan cemas.


Tapi apalah yang bisa dia lakukan. Dia hanya gadis desa yang cara berpikir dan pergaulannya juga sangat terbatas.


Ya Tuhan tolonglah aku menghadapi semua ini, ampuni kesalahanku ya Tuhan, batin vita dalam doanyà sambil berurai air mata.


Dalam keadaan bingung vita teringat teman-teman sekolahnya yang lagi kuliah di kota. Salah satu teman akrabnya yaitu berta yang masih intens berkomunikasi sama vita. Dia sedang kuliah di kota , tapi tidak satu kota dengan Rendy.


Diapun mengambil handphonenya dan mulai mengirim pesan whatsap ke berta.


“Halo ber, apa kabar, vìta


“Sibuk ya”, vita


“ Sàya pengen curhat nh,” vita

__ADS_1


sEmua pesan vita sudah centang dua tapì belum dibaca oleh berta. Mungkin dia lagi kuliah, bathin vita.


Tidak berapa lama berta pun balas pesannya.


“Halo cantik, tumben nih, berta


“Tadi lagi dijalan habis dari rumah teman”, berta


“Pengen curhat apa nh, tentang ayang beb rendimu ya,” berta


“Jangan bilang lho dah mau nikah,” berta


“Secara rendi masih kuliah,” berta


“Atau kamu sudah ngga sabar ya jadi nyonya rendi,” berta


Vitapun langsung membuka balasan pesan whatsap dari berta. Sebenarnya semua isi pesan berta itu sangat biasa bagi mereka dulu sebagai bahan candaan, tapi entah kenapa vita menanggapinya berbeda sekarang.


Apalagi pesan berta” jangan bilang lho dah mau nikah, atau kamu sudah ngga sabar ya jadi nyonya rendi,?Kayaknya hatinya begitu sakit membaca pesan tersebut. Seolah-olah benar dia yang ngga sabar untuk menikah apalagi kalau dia hamil.


Aduhhhh bagainana ini? Batin vita. Akhirnya dia pun bilang ngga jadi curhat membalas chat dari berta.


“Ngga jadi dh, saya ada kerjaan,” balas vita.


“Lain kali ya” vita


****


Beberapa hari setelah kejadian itu, vita berniat ingin beribadah seperti biasa setiap hari minggu dia akan pergi ke gereja. Orang-orang sekampung biasanya hampir bersamaan menuju ke gereja. Vita berangkat bersama adiknya riko karena delon ikut yang anak kecil.


Ditengah jalan riko ketemu temannya yang mau ibadah juga, akhirnya dia memisahkan diri dari vita. Sekarang vita jalan dengan beberapa ibu-ibu, yang salah satunya adalah mamanya rendi.


Melihat ada vita berjalan dibelakang mereka, mamanya rendi pun agak mundur ke belakang biar bisa sejajar sama vita. Vita jadi canggung, padahal sejauh ini dia belum tahu kalau mamanya rendi tidak setuju dengan hubungan mereka..Sekarang mereka sudah berjalan sejajar


“ vit, apa kamu masih berhubungan sama rendi? Takutnya kamu nanti patah hati lho vit" Ucap mama rendi memprovokasi vita.


“ Setahu aku sekarang rendi punya pacar teman sekampusnya. Lagian kamu dikit sadar dirilah, masak rendi yang begitu ganteng, dan pintar mau setia sama kamu yang hanya gadis kampung,” jelasnya panjang lebar dengan nada sinis.


Jelas sekali terlihat kalau dia menyindir vita. Vita yang ga nyangka akan mendengar hal ini sangat terkejut. Berbagai pertanyaan ada dalam benaknya.


Benar kah rendi punya pacar dikota? Apakah mamanya rendi ga setuju dengan hubungan mereka?


Tapi selama ini sepertinya ga ada penolakan dari mamanya rendi. Dia jadi bingung menjawabnya. Dia ga berani menoleh ke mama rendi yang berjalan disebelahnya.

__ADS_1


Hatinya benar-benar bingung. Ingin rasanya dia pulang sekarang dan menangis dikamarnya.


Tapi dia tetap berjalan untuk beribadah. Sepanjang ibadah berlangsung pun dia tidak bisa fokus. Akhirnya sebelum ibadah selesai dia sudah pulang duluan.


Begitu sampai rumah, yang pertama dia lakukan adalah mengambil handphone dan mengirim pesan ke rendi.


“hallo bang, lagi ngapain? Send


“Kapan abang pulang? Send


“Aku ingin bicara bang. Send


Tapi pesan itu belum dibuka oleh rendi. Vita menunggu beberapa saat, 5 menit, sepuluh menit, 15 menit belum dibuka juga.


Akhirnya vita meninggalkan handphonenya dan ingin makan siang di dapur. Setelah selesai makan siang dia langsung masuk kamar lagi dan melihat pesan balasan rendi. Tapi tetap belum ada bahkan pesan whatsapnya belum dibuka. Vita mencoba berpikir positif mungkin dia tidur, atau lagi ada kesibukan lain.


Dia menaruh lagi handphonenya dan melanjutkan lagi kegiatannya hari ini mencuci baju.


Sambil mencuci baju dia ingat lagi tadi kata-kata mamanya rendi


" apa kamu pantas” gadis desa,” rendi anak kampus”, huhhh memikirkan itu lagi vita menarik nafas kasar..dia bingung memikirkanya, dan ga terbayang bagaimana besok kehidupannya.


Gadis yang sudah tidak punya harga diri, gadis yang tidak punya apa-apa secara ekonomi. Ya Tuhan kenapa aku harus mengalami ini, teriaknya dalam hati. Kalau sudah memikirkan hal ini airmata adalah teman paling setiannya. Setelah semua cuciannya selesai, tidak terasa hari sudah sore. Vita ingin mandi setelah dari tadi berkutat dengan cucian.


Dia masuk ke kamarnya dan mengambil handuk, tapi sebelum dia keluar kamar dia terpikir dengan handphonenya. Dia pun melihat benda itu, apakah pesannya sudah dibalas. Benar saja ada balasan dari rendi. Diapun sedikit lega.


“Halo vit, sory tadi abang ketiduran” rendi


“Kamu apa kbr, sehat kan?” Rendi


“Ada apa vit, kamu mau ngomong apa” rendi


“Minggu depan abang pulang vit, kamu kangen berat ya sama abang” rendi


Dan dibawahnya rendi mengirimkan lagi sticker my love.


Setelah membaca itu vita lebih tenang sedikit. Dan dia berpikir sebentar, perlu dia bls ga ya? Apa dia tunggu minggu depan? Tunggu rendi pulang kampung. Kurang enak rasanya cerita lewat handphone.


Yahh mandi dulu deh, batin vita.


Hai semuanya


Terimakasih untuk setia ya

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih


__ADS_2