Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
PART 24 PERUBAHAN


__ADS_3

PERUBAHAN


Semenjak tidur bersama itu, bram sudah rutin meminta jatahnya setiap malam. Bahkan kadang bram tidak tahu waktu.


Seperti pagi ini, saat vita selesai mandi dan ingin membangunkan bram dia bukannya bangun tapi malah menarik vita lagi ketempat tidur. Handuk vita pun lepas, dan kesempatan ini tidak disia-siakan oleh bram. Dia langsung menerkam vita tanpa ampun. Mau tidak mau vita pun melayani suaminya.


Sekarang bram benar-benar berubah. Dia sudah mulai rileks, tidak terlalu kaku. Dia juga sudah sering becanda dengan amel. Sekarang amel memang lagi lucu-lucunya. Sekarang dia juga sudah mencium kening vita saat dia mau berangkat ke kantor, setelah vita nencium punggung tangannya.


Di kantor juga dia sudah mulai bisa senyum kepada karyawannya, dan juga asistennya leo. Leo benar- benar salut sama vita, gadis desa yang bisa merubah sifat bosnya.


Perubahan lain bram juga sudah mau telepon duluan orangtuannya sekedar nanya kabar, hal yang tidak pernah dia lakukan selama delapan tahun belakangan ini.


“ hallo, apa kabar ma”? Tanya bram saat telepon mamanya


“ kami sehat bram, ada apa, apa ada masalah,?” Langsung tebak bu leli kenapa bram sampai telepon mereka.


“Ngga ma, nanya kabar doank,” ucap bram diteleponya.


” Tadi pagi vita nanya kabar mama sama papa”, lanjut bram.


berarti vita sudah banyak merubah anakku, batin bu leli.


Baguslah kalau anakku sekarang sudah bisa ngobrol, pikirnya.


“vita dan amel sehat juga kan bram”, tanya mamanya.


“Sehat ma, sekarang amel sedang lucu-lucunya, makanya kalau lagi santai mama datang donk,” pinta bram ke mamanya.


“Iya nak, nanti mama lihat jadwal papa dulu ya,” jelas mamanya senang.


Sekarang anaknya benar- benar berubah, sudah seperti anak pada umumnya. dulu boro-boro ngobrol kaya gini jawabnya aja sangat singkat kalau ditanya.


Kalau bram sudah bisa diajak ngobrol dari hati ke hati ibu leli ingin minta tolong sama vita untuk membujuk bram agar mau berobat.


Yahhh aku harus bicara sama vita, hanya dia yang bisa membicarakan ini dengan bram, batin ibu leli.


Seminggu setelah itu pada hari sabtu ibu leli pun terbang ke Jakarta.

__ADS_1


Dia tidak minta bram yang jemput, tapi dia minta mang ujang sama vita juga amel yang jemput di bandara.


"apa harus Vita yang ikut jemput di bandara bu" tanya Vita mendengar permintaan mertuannya tadi pagi sebelum terbang.


"ibu mohon nak, karena ada yang mau ibu bicarakan sama Vita, kalau bisa jangan cerita ke Bram dulu ya"


"ya sudah Bu, kalau begitu, nanti Vita akan ikut mang Ujang jemput ibu" ucap Vita mengalah.


"terimakasih sayang" balas Bu leli, lalu mereka memutuskan sambungan telepon itu.


Setelah mendapat telepon dari ibu leli, Vita malah kepikiran, kira - kira apa ya yang akan di bicarakan ibu mertuannya. Sepertinya sangat penting dan kak Bram jangan tahu dulu. Apa ibu mau buat kejutan ya, tapi ulang tahun kak Bram masih lama, batin Vita.


Dan disinilah mereka sekarang, Mereka sedang menunggu di bandara. Tidak berapa lama ibu leli pun menghubungi kalau dia sudah dilobby.


Mereka semua pun menuju posisi itu. Begitu melihat ibu mertuannya vita pun langsung berlari untuk memeluk setelah mencium tangannya, hal yang tidak pernah ibu leli dapatkan dari menantu sebelumnya. Lalu ibu leli menggendong amel serta nenciuminya.


“Kalian semua sehatkan?” katanya sambil mengusap kepala vita.


"sehat Bu..ma, mama sehatkan? mama pasti cape ya, harus duduk diam selama dua jam" tutur Vita yang sering kagok manggil mama atau ibu. Sebenarnya saran kak Bram panggil mama aja, cuma sudah terlanjur panggil ibu dari awal.


"iya sih vit, tapi begitu melihat kamu dan cucuku capeknya jadi hilang vit" ucapnya sambil terkekeh.


Muka anak ini memang sangat menggemaskan, batin ibu leli.


“Kita kerumah mama dulu ya vit, kalian nginap aja dulu selama mama disini,” kata mertuanya ke vita.


Ibu leli ingin menghabiskan waktu dengan vita karena dia pikir dia harus bicara dari hati ke hati sama vita tentang bram.


“Ya udah ma, Cuma kalau tentang nginap terserah kak bram nanti ya ma,” ucap vita karena memang belum nanya bram. Mereka semua naik ke mobil mertuannya untuk pulang ke rumah mertuanya.


"sekarang saya lihat Bram banyak berubah vit, saya senang dia sudah kembali" tutur Bu leli serius.


"beberapa tahun belakangan ini, semenjak di tinggal Feny, hidupnya seperti sudah mati, tak ada semangat dan tak ada gairah. Bahkan untuk menyapa orang tuannya aja dia enggan.".tutur Bu leli lagi.


"iya bu, sekarang kak Bram memang banyak berubah ma., saya juga merasakannya." ujar Vita lagi.


“ ohhh ya mah, Mama udah telpon kak bram, kalau mama sudah sampai sini,” tanya vita dalam perjalanan. Mertuannya yang tadinya memangku amel pun memberikannya dulu ke bi sumi karena dia mau nelpon bram.

__ADS_1


“Oh ya belum vit, mama telepon dulu sekarang,” katanya sambil mencari handphone didalam tas.


“hallo ma" bram


“Hallo bram, mama sudah sampai di jakarta lho, nanti kamu ke rumah mama ya, vita dan amel juga sudah disini,” jelas mamanya.


“Mama kok ngga kasitahu bram sh, kan bram bisa jemput mama”, bram


“Kamu kan sibuk, lagian sekarang ada menantu mama yang selalu menemani mama,” jawab mama bram


“ Ya udah ma, nanti aku kerumah, saya selesaikan pekerjaanku dulu,” bram


“Ya udah,hati-hati ya,” mama bram


Ibu lely terlihat sangat bahagia melihat cucu dan menantunya. Sepintas dia terbayang kalau amel adalah darah daging bram, pasti dia akan sangat bahagia.


Tapi tidak apa-apa, daripada dia adopsi di panti asuhan yang tidak tahu siapa ayah dan ibunya, kalau ini kan anaknya vita biarpun dengan orang lain tapi vita adalah menantu yang baik dia hanya pernah salah langkah, batinnya.


"oh iya ma, tadi pagi katanya mama mau bicara sesuatu dulu sama aku, ada apa ma" tanya Vita serius.


"ohhh iya nak, tapi nanti aja ya saat kita di rumah. Mama hanya ingin bicara empat mata sama kamu" ucap Bu leli menatap Vita serius membuat Vita makin was - was.


'kira - kira mertuanya mau ngomong apa ya' batinya terus bergejolak.


Mereka akhirnya naik mobil Bu Lely dan langsung melaju menuju rumah Bu leli.


Sepanjang jalan mereka hanya cerita tentang perkembangan Amel.


"Amel sudah bisa apa vit" tanya Bu leli antusias di dalam mobil yang sedang melaju itu.


"sudah berceloteh banyak ma"


"hebat cucu Oma, cepat besar sayang hehehe" ujar bu leli.


Hallo pendukung


Terimakasih ya

__ADS_1


untuk vote, coment dan vote.


__ADS_2