
REPOT TAPI SENANG
Setelah vita tidur bram pun kembali ke ruang tengah menemui orang tuanya.
“Vita lagi ngapain”? Tanya bu leli yang melihat bram keluar dari kamar.
“ Tidur bentar, biar aja ma, mungkin tadi kekenyangan makan tiga potong ayamnya ma”, cerita bram senang.
“Selama hamil agak repot ma, tapi saya sangat senang ma, biarpun repot saya menikmatinya,” cerita bram sambil senyum.
“ Cuma yang paling susah sekarang dia gampang nangis ma, kadang aku ngga tega lihatnya, apalagi kata dokter kalau dia sering nangis bisa mempengaruhi bayinya, itu yang aku khawatirkan,” jelas bram ke orang tuanya.
“Iya sedikit cengeng, tadi aja pas mama nanya dia langsung nangis, seolah-olah dia nyesal dengan kehamilannya karena takut amel ga dapat kasih sayang lagi katanya.” Kata bu leli.
Papa bram yang mendengar itu heran dan ngga ngerti.
“Maksudnya gimana”, tanya papa bram bingung belum mengetahui ke khawatiran vita.
“Dia pikir karena sekarang bram sudah punya anak dia tidak akan menyayangi amel lagi pak”, jelas mamanya.
“Yah ngga mungkinlah, iya kan bram? Anak itu pembawa berkah buat bram, masa tidak kita sayang,” terang papanya.
“Bram yakinkan istrimu, kita akan tetap sayangi amel. Satu lagi sebaiknya kamu cari baby sister terbaik untuk amel, biar vita tidak terlalu capek.hamil satu aja sudah cape apa lagi kembar,” lanjut papanya bram. “ Bapa yang menanggung babysisternya setiap bulan”, tambah papanya lagi.
“Iya pa, kemarin juga saya sudah ngomong sebenarnya, amel itu tetap putri saya, akte lahirnya juga anak saya, tapi karena hormon kehamilannya kali pa, vita sekarang terlalu sensitif, cepat berubah-ubah juga pa,” jelas bram.
“Satu lagi bram, sebaiknya kalian tinggal dirumah aja. Diapartemen begini vita ngga bebas mau jalan-jalan,” tambah bapaknya.
“Iya pa, kemarin juga saya sudah berpikir begitu,” ucap bram.
Setelah lama berbincang mereka pun pamit ke rumahnya, karena di apartemen bram Cuma ada dua kamar.
“Besok ajak vita dan amel ke rumah ya,” kata mamanya.
“Iya ma, besok kami kesana”, kata bram yakin.
“Perhatikan vita, kalau pengen sesuatu harus turuti, orang hamil gampang ngambek, tapi ingat anakmu,” jelas papanya lagi. “kalau ingat anak kita pasti semangat, kayak papa dulu ngidamnya mamamu ini aneh-aneh”, jelas papanya lagi sambil melirik istrinya.
Akhirnya setelah lama ngobrol bu leli dan suaminya pulang ke rumah mereka. Tidak lupa mereka menggendong amel dulu sebelum berangkat.
*****
__ADS_1
Setelah orang tuanya pulang,malamnya bram pun melihat amel di kamarnya yang ditemani bi sumi. Setelah mencium kening amel brampun berlalu ke kamarnya. Ternyata vita lagi baca-baca buku kehamilan.
“Belum ngantuk,”katanya sambil senyum ke vita. Lalu dia duduk disebelah vita dan mengelus perut vita.
“Jangan nakal ya nak, jangan buat mama susah,” ucap bram diperut istrinya. Vita yang melihat itu pun senang, sekarang suaminya sudah tidak kaku lagi.
“Vit, tadi papa nanya, kenapa kita tidak tinggal di rumah aja,daripada di apartemen ini, menurut kamu gimana”? Tanya bram sambil melihat vita.
“Lebih suka disini apa di rumah”, tanya bram lebih jelas.
“Saya terserah kaka aja, dimana kaka bawa saya bisa menyesuaikan diri,” jawab vita yakin.
“Kita tinggal dirumah mama aja ya, saya kasian sama kamu, amel juga harus banyak keluar belajar jalan, kalau disini harus turun dulu,” kata bram menjelaskan alasanya.
“Ya sudah kak, saya ok aja.” Jawab vita sambil berdiri.
“Kamu sudah ngantuk”, tanya bram, vita pun menganggukkan kepalanya. Lalu bram membimbing vita ketempat tidur lalu mereka pun segera tidur.
Tengah malam vita bangun. Dia lapar, dia pengen banget makan pisang goreng krispi. Dia mau membangunkan bram tapi dia ragu, ah besok aja bathinya. Tapi dia tidak bisa tidur lagi, akhirnya dia beranjak dari tempat tidur. Ternyata gerakan dia membangunkan bram.
“Kenapa kenapa mau kemana”? Tanya bram dengan wajah yang belum seratus persen.
“Aku lapar kak,” ucap vita sendu.
“Ngga kak, aku pengen pisang krispi.” Wajah vita sudah memelas. Melihat itu bram pun sadar mungkin ini juga namanya ngidam seperti kata orang, batinya.
“Ya sudah kamu tidur lagi aja, saya cari keluar dulu”, kata bram sambil beranjak dari tempat tidur.
“Saya ikut ya kak, saya ingin yang masih hangat baru diangkat,” jelas vita.
Bram pun bingung, dia melirik jam di dinding jam 1 pagi. Gimana mau bawa vita keluar, pikirnya.
“ kamu di rumah aja ya, nanti saya beli yang baru digoreng trus aku langsung pulang biar masih hangat ya.” Ucap bram membujuk vita sambil mengelus rambutnya.
Vita menundukkan kepalannya dengan sendu.
“Kakak takut ya vita ngerepotin, apa kaka malu ajak vita,”? Mata vita sudah berkaca-kaca. Melihat itu bram bingung, benar bukan itu maksudnya dia hanya ingin istrinya ngga kemana-mana takut cape, tapi malah istrinya nangis begini.
“Ya udah ya udah ayo kita jalan, pake jaket ya”, ucap bram karena bingung sambil menuntun istrinya.
Tapi vita ternyata tidak ada jaket, brampun mengeluarkan jaketnya lalu memakaikannya ke vita.
__ADS_1
Mereka pun turun untuk pergi mencari pisang krispi.
Bram melajukan mobilnya ke salah satu dept store yang buka 24 jam. Biasanya disana banyak penjual makanan. Kira-kira setengah jam mereka sampai.
Bram memarkirkan mobilnya dipinggir jalan, lalu turun mendekati penjualnya. Vita juga ternyata ikut turun saking senangnya. Bram senang melihat vita senang karena itu baik untuk anak mereka.
“Maaf pak kita sudah mau tutup,” kata penjualnya yang ternyata udah rapi-rapi barangnya.
“Wah tapi istri saya ingin pak”, mohon bram ke penjualnya. Penjual pisang goreng itupun melirik vita, mungkin ngidam kali, pikirnya.
“Apa bapa kehabisan bahannya”, tanya bram lagi.
Penjualnya tersenyum,
“Emang bapa mau beli berapa, kalau sedikit tanggung pak nurunin lagi,” kata penjualnya sopan.
“Saya mau beli berapa aja yang penting istri saya senang”, jawab bram antusias sambil mengambil dompetnya dan mengeluarkan dua ratusan.
Penjual itupun semangat lagi menggoreng pisangnya.
“Sebentar ya pak, harus siapin semua lagi,” ucap penjualnya. “ emang istri bapa lagi ngidam”? Tanya penjual pisangnya sambil mengadon tepungnya.
“Iya pak,” ucap bram sambil memberikan kursi yang ada ke vita untuk duduk.
“Wah itu serunya jadi suami ya pak,” kata penjualnya lagi.” Saat-saat istri hamil muda wahhh banyak pengalaman berharga pak,” cerita penjual pisang gorengnya panjang lebar sambil mulai menggoreng pisangnya.
Setelah matang bram melihat bapaknya mengangkat dari penggorengan. Dia lihat vita sudah sangat antusias lalu diapun meminta ke bapaknya untuk separoh makan disini sambil nunggu yang lain.
Bram pun meniup pisang gorengnya biar cepat dingin. Hufff huffft dengan telaten bram masih meniupi pisangnya beberapa biji.
Sementara bapak penjualnya masih menggoreng yang lain. Setelah semua selesai digoreng brampun mengajak vita pulang. Dan setelah membayar bapak penjualnya bram membawa semua pisang goreng pesanannya, sementara vita masih menikmatinya makan pisangnya sambil berjalan ke mobil dan duduk disamping bram.
Melihat vita sangat antusias makan pisangnya bram sangat senang. Setelah makan banyak pisang goreng kcrispynya bram memberikan air minum untuk vita yang ada di jok belakang. Tidak berapa lama mereka sampai di apartemen. Jam sudah menunjukkan jam 3 dini hari. Vita yang sudah kekenyangan pun duduk disofa, dan tidak berapa lama dia pun tertidur. Melihat itu bram pun mengangkat vita ke kamar dan menyelimutinya.
Setelah itu dia kecup keningnya. Tidurmu sangat nyenyak sayang, batin bram lalu dia pun ikut tidur disebelah vita.
Hallo pembaca yang baik
dukung terus author ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih