
TUJUH BELASAN
Sampai dirumahnya, rendi memasukkan motornya ke rumah. Dan dia langsung masuk dan berniat langsung masuk kamar. Dia sambil bersiul karena hatinya sedang berbunga- bunga mengingat perjalanannya tadi sama vita. kalau bahasa anak sekarang orang kota ngedate kali yah.
Tapi ternyata kedua orang tuanya belum tidur, masih nonton tivi sambil menunggu Rendy.
“Habis darimana ren,? Tanya mamanya yang melihat rendi baru pulang.
“Kerumah vita lagi”? Lanjut mamanya.
“Apa dikota gada cewek yang lebih bagus ren, percuma kamu kuliah dikotà tapi pacarmu orang kampungan. Cari yang lebih bagus sh, yang bisa buat masa depan kamu berubah lebih bagus, bukan lebih buruk”! Lanjut mamanya dengan suara ketus.
Mendengar ucapan mamanya langkah rendi terhenti didepan piñtu kamarnya.
Deg
“Kok mama ngomong gitu sh ma”? Sambil berbalik melihat kearah mamanya.
.” Rendi sama vita udah lama pacaran, kok baru sekarang mama Ngomong begini”? Tanya rendi bingung.Pasalnya rendi sama vita udah pacaran semenjak 3 tahun yang lalu, semenjak vita kelas satu dan rendi kelas 3 sekolah menengah atas. Selama ini mamanya seperti tidak ada masalah, tapi kenapa sekarang mamanya ngomong begitu..
“Ya iya, apa sama vita itu kamu punya masa depan,? Kalau hanya kecantikan wajahnya hanya sementara ren,” sambil melengos menghindari tatapan tajam rendi..
Dia merasa harus agak keras untuk menentang hubungan rendi dan vita, mereka sudah semakin dewasa dan semakin serius. Selama ini dia tidak perduli hubungan mereka karena menurut ibunya itu hanya hubungan anak remaja yang hanya sesaat. Tapi nyatanya lain rendi semakin lama semakin serius dengan vita. Itu jauh dari perkiraan mamanya rendi. Dulu dia berpikir kalau rendi sudah kuliah dikota dia akan bertemu dengan cewek yang lebih baik menurutnya , minimal sama-sama mahasiswa atau anak orang kaya. Tidak seperti vita yang hanya anak seorang petani bahkan sering menjadi buruh upahan dikampungnya. Sementara rendi adalah anak orang paling mampu dikampungnya.
“Apa yang kamu harapkan dari vita, wajahnya sih lumayan cantik , tapi hanya itu ren, masa depanya gada, orang tuanya orang susah, dia anak paling besar, pasti nanti dia jadi senderan seluruh keluargannya, Atau kamu mau jadi buruh tani juga melanjutkan pekerjaan bapaknya? Percuma aja donk kamu kuliah" ucap mamanya sangat sengit
"pokoknya kamu jangan berhubungan lagi sama vita, cari yang lain dikota,” lanjut kata mamanya sambil bangkit berdiri menuju kamarnya.
Rendi melangkah lesu masuk kamarnya. Dia benar-benar kaget dengan kenyataan mamanya melarang hubungannya dengan vita. Setelah masuk kamar dia merebahkan tubuhnya dikasur sambil menopangkan kedua tanganya dibawah kepalanya. Dia menatap langit-langit kamar tapi hatinya masih sama vita.
Bagaimana pendapat vita nanti kalau tahu mama rendi tidak setuju dengan hubungan mereka?
Bagaimana mereka akan melewati ini. Ketidak setujuan mamanya adalah hal besar menurut rendi, masalahnya dia anak laki satu-satunya dirumahnya. Dia adalah generasi penerus kedua orang tuannya.memang dia mempunyai satu kakak perempuan yang juga sedang kuliah dikota lain, tapi biasanya sebagai penerus keluarga diberatkan kepada anak laki-laki.
__ADS_1
Masa iya aku harus putus sama vita? Masa aku juga melawan keinginan orang tuaku? Batin rendi berperang sendiri yang membuat kepalanya jadi pusing.
Dia mengusap wajahnya dengan kasar dan menggaruk kepalanya berkali-kali. Karena terlalu pusing dia pun ingin istirahat dulu, menenangkan diri dulu.
Biarin aja dulu berjalan seiring waktulah, pikir rendi dalam hati.
Toh aku juga masih kuliah, tidak ada rencana menikah dalam waktu dekat.
Siapa tau masih bisa bujuk mamanya pelan-pelan, gumamnya dalam hati.Nanti kalau sudah lulus aku langsung cari kerja untuk biaya nikahin vita, biar mamaku jangan terbeban, batin rendi.
Karena agak lelah seharian jalan mulai dari pagi berangkat dari kota sampe malam ini jalan sama vita, dia pun langsung tertidur..
*****
Pagi sekali vita sudah bangun karena hari ini dia akan ikut rombongan ke kecamatan. Dia langsung masak biar orang tua dan adeknya bisa sarapan sebelum melakukan aktifitas masing-masing.
“Emang berangkat jam berapa vit,? Tanya mamanya yang baru bangun karena dengar vita sudah sibuk didapur.
Setelah matang vita menyiapkan bekal buat orang tuannya keladang dan juga mempersiapkan mereka untuk sarapan. Lalu dia pun mencari kedua adiknya sudah bangun apa belum.
“Delon sudah bangun belum ma? Tanya vita ke mamanya.
“Belum tuh, bangunin gih, nanti telat ketinggalan rombongan lho,”
“Iya mah, saya bangunin dulu,” sambil berjalan kearah adeknya yang tidur diruang tengah, karena rumah mereka hanya punya dua kamar yaitu kamar vita dan kamar orang tuannya, itupun kecil-kecil.
“Delon delon delon,” panggil vita sambil menggoyang goyang tubuh adeknya delon.
Delon pun menggeliat dan huaaammm ada apa kak,” katanya dengan suara berat karena masih ngantuk.
“Bangun dek, mandi sana, jam setengah tujuh udah harus ngumpul dilapangan lho. Nanti kamu ketinggalan. Mau ikut ke kecamatan ga,? Tanya vita.
Dengan sangat berat delon bangun dan melipat selimut yang dia pakai dan berjalan ke kamar mandi dengan posisi kesadaranya masih separoh. Sambil menggaruk kepalanya dia mengambil handuk yang tergantung di dinding.
__ADS_1
“Sekalian bangunin Riko vit, takutnya dia juga telat ntar,” seru mamahnya dari dapur.
“Iya mah,” sahut vita sambil melihat kkearah adek nya riko. Riko adalah anak kedua dan delon adalah bontot.
“Ko ko ko Riko, bangun kamu ga ikut upacara dikelurahan, bangun nanti terlambat”. Kata vita.
“ iya ya, “ kata riko masih malas-malasan. Akhirnya pagi ini mereka bertiga bangun pagi sekali karena mau berangkat ke kecamatan.
sEtelah semua dirasa siap vita dan kedua adiknya pun berangkat kelapangan sekolah tempat mereka berkumpul sebelum berangkat ke kecamatan.
“Jaga adekmu ya vit, takutnya dia tersesat saking banyaknya orang,” kata mamanya saat mereka mau berangkat.terutama delon yang masih kelas 4 sd.
“Iya mah, selaw ,yang penting delonnya tidak kabur - kaburan ma,” kata vita setengah becanda sambil menggandeng tangan delon adiknya.
"delon jangan nakal ya nak, dengarin omongan kak Vita" nasehat mamanya
"oke mama" jawab delon gaya bocah
"jangan asal oke oke delon" tambah vita juga
"iya kak"
Dan akhirnya mereka pun berangkat kelapangan biar berangkat bersama rombongan dengan mobil yang telah tersedia.
Walaupun berangkat hanya naik mobil pick up, tapi hati mereka semua senang. Maklumlah di kampung perayaan tujuh belasan mempunyai makna tersendiri karena umumnya upacara harus ke kelurahan atau kecamatan.
Hai readers, terimakasih untuk setia
Dukung terus ya
Like, coment dan vote
Terimakasih
__ADS_1