
SEPAKAT MENIKAH
Akhirnya ibu lely mendekat dan memeluknya.
“Jangan takut sayang, kamu sudah berani mengambil keputusan besar meninggalkan kampung dan masa lalumu, kamu juga harus berani menatap masa depanmu,” ucapnya seperti untuk anak sendiri. mendengar itu vita pun makin menangis karena terharu.
“Bram juga bukan laki-laki yang sempurna vit, asal kalian mau menjalani dengan ikhlas pasti semuannya baik-baik aja sayang,” lanjut ibu lely, lalu dia meregangkan pelukannya lalu menghapus airmata vita dan menatap anaknya bram.
Seolah-olah dia ingin bram untuk ikut bicara. Bram sepertinya mengerti pesan mata mamanya makanya diapun bicara.
“ Iya, kalau kamu bersedia kita menikah saja, anakmu itu harus ada status. Kamu tidak usah khawatir, saya hanya ingin membantumu, kalau nanti kamu tidak mau jadi istriku lagi, kamu bisa pergi, tapi maaf status anak itu tetap anak kita berdua. Jadi sama-sama bertanggung jawab. Seperti kata mama tadi aku juga bukan laki-laki sempurna. Jadi kalau kamu bersedia kita secepatnya nenikah keburu perut kamu makin besar,” jelas bram lagi.
“Kalau kamu belum bisa jawab sekarang, coba kamu pikirkan dulu. Tapi itu demi kebaikan kamu juga.” Ibu lely angkat bicara lagi.
Vita bingung, sebenarnya dia senang ada yang mau menikahinya yang sudah hamil, tapi kenapa prosesnya begitu cepat. Dia mencoba menarik nafas, dia bertekad apapun yang terjadi toh dia sudah banyak melewati cobaan berat.
'bagaimana nanti kalau ini malah menambah masalah' batinnya
'Tapi apapun hasilnya nanti minimal untuk saat ini ada tempatnya untuk pulang, toh hari esok tiada yang tahu. Buktinya rendi yang selalu mengatakan cinta malah pergi meninggalkannya saat dia susah. Sedangkan ibu Lely ini mau menyelamatkan dia dan anaknya.
Tolong bantu saya Tuhan mengambil keputusan yang tepat batin vita.
Lalu setelah menarik nafas lagi dengan pelàn dia menjawab bram.
“Bu, pak bram terimakasih sudah membantu saya, saya tidak tahu cara membalasnya. Saya bersedia bu kalau pak bram mau menikahi saya, tapi kedepannya saya mohon bimbingannya bu karena saya hanya gadis kampung, saya takut menimbulkan masalah,” jawab vita lancar.
Bram lega mendengar itu, dan dia lihat vita agak bijak juga, hebat juga gadis ini, batinnya.
Karena sudah sepakat maka pernikahan pun dilakukan minggu depan. Semua ibu lely yang atur. Hanya menikah digereja, tidak ada resepsi atau syukuran. Hanya bu lely, ayahnya bram dan 2 keluarga dari keluarga ibunya dan duasaksi dari bram, yaitu pengacaranya dan juga asisten pribadinya leo, yang mengikuti pemberkatan.
*****
__ADS_1
Hari ini vita benar-benar bingung. Hari ini dia menikah dengan pria asing yang belum genap dua minggu dia kenal. Selama dia berada di rumah bram, dia memang diperlakukan dengan baik. Tapi justru itulah yang membuat vita takut, dia takut semua hanya mimpi.
Dia selalu berdoa untuk diberi petunjuk dalam melangkah. Dan hari ini Tuhan izinkan pernikahan ini berjalan, mudah-mudahan ini sesuai rencana Tuhan, batinnya.
Biarpun hanya pemberkatan tapi vita tetap dirias oleh ahlinya. Setelah selesai dirias, vita melihat wajahnya dicermin. Sekarang wajahnya memang agak segar dan cantik. Seketika dia ingat rendi
” kamu itu cantik banget vit, Cuma kamu sering tidak sadar akan itu, aku sayang banget sama kamu vit, jangan sampe ada laki-laki lain ya vit” ucap rendi waktu itu.
Selamat tinggal bang, bukan aku yang tidak mau kita bersama tapi abang yang telah berkhianat, batin vita.
Dia berusaha untuk tidak menangis lagi. Cukup menangisi rendi. Hari ini adalah masa depanku , batinnya.
Tidak berapa lama dia turun dengan dua orang yang meriasnya tadi. Dibawah sudah ada bram dan keluarga. Semua mata tertuju sama vita yang sedang berjalan ditangga. Semua terpana dengan vita, yang kemarin biasa aja sekarang benar-benar cantik. Tak terkecuali bram, untuk pertama kali setelah perceraiannya dia mengagumi perempuan.
Tanpa sadar dia bergumam” cantik”.Akhirnya mereka semua berangkat kegereja dengan beberapa mobil. Masuk ke dalam areal gereja, vita sudah mulai sedih mendengar lantunan piano lagu rohani dari dalam gereja.
Dia merasa orang paling berdosa, dan berdoa dalam hatinya kalau memang bram adalah jodohnya yang sesungguhnya maka dia akan berbakti kepada bram. Vita akan menerima kekurangan dan kelebihannya, karena dia juga sudah bisa menerima kekurangan vita.
Sementara vita yang disuruh mertuanya istirahat dan ganti baju dikamar mereka di atas. Vita benar-benar canggung apalagi dibelakangnya juga sudah menyusul bram. Tapi bram sepertinya tahu kecanggungan vita, sehingga dia bicara langsung sama vita.
“Tidak usah sungkan, kamu harus biasakan dirimu sekamar denganku. Tapi aku tidak akan mengganggumu, percayalah. Kita sama- sama tahu pernikahan ini kan. Jadi biarkan saja berjalan seiring waktu,” jelas bram sambil membuka jas yang dia pakai tadi serta dasinya.
Dia hendak turun lagi kebawah, tapi sebelumnya dia keluar dia mendengar vita bicara padanya.
“Terimakasih ya pak atas kebaikan bapak sudah menerima saya dengan segala keadaan saya” ucap vita sambil menundukkan kepala kearah bram yang sudah dekat pintu. Bram terdiam mendengar vita lalu mengeryitkan keningnya lalu memutar handle pintu. Tapi bsebelum dia keluar dari kamar
“oH ya, mulai sekarang tolong jangan panggil saya bapak, terserah panggil apa yang penting jangan bapak,” ucapnya sambil berlalu.
Begitu bram sampai dibawah ternyata sebagian keluarganya sudah pulang hanya tinggal seorang saudara mamanya dan asistennya leo.
“Sudah pada pulang ma,” tanya bram ke mamanya.
__ADS_1
“Sudah nak, mereka juga tadi menyempatkan diri doank ,padahal kerjaannya banyak,” jelas mamanya.
“ kamu makan dulu, vita mana biar dia juga makan dulu”? Tanya mamanya ke bram.
“Dia lagi ganti baju ma,” jawab bram sambil duduk.
“Pak, apa saya sudah boleh balik ke kantor,? Tanya leo yang mendekat ke bram melihat tuannya sudah selesai acaranya.
“Oh ya leo, balik aja ke kantor, hari ini kamu handle semua jerjaan saya, besok saya baru kekantor. Kalau ada yang urgent hubungi saya dulu antar kesini apa ke apartemen. Soalnya rencananya sore ini kami sudah pindah ke apartemen.” Jelas bram panjang lebar.
“Apa perlu saya bantu untuk pindah pak”? Tanya leo lagi.
“Tidak usah, barangnya juga sedikit doank nanti juga kami diantar mama sama supirnya”, jawab bram.
“Kalau begitu saya pamit dulu pak,” ucap leo sambil menundukkan kepalannya dan berlalu dari tempat itu.
“Bram, apa kamu sudah yakin kalian tinggal di apartemen, kenapa ga dirumah ini aja,” kata mamanya ke bram.
“Kemarin kan kita udah bicarain ma, bram ingin kali ini pernikahan bram sesuai dengan keinginan bram, oh ya ma di apartemen kan tiDak ada art, bagaimana ya mah? Kasian vita kalau tidak ada pembantu. Apa untuk sementara aku pinjam bi sumi dulu mah,? Bisa ngga”, tanya bram.
Ibu ĺely terkesiap mendengarnya, berarti anaknya sudah mulai peduli dengan vita, batinnya.
Mudah-mudahan vita berhasil membujuk dia untuk berobat, batin ibu lely.
“OH ya udah bawa bi sumi aja sementara, nanti mama yang bilang,”
Jangan bosan ya, author tetap minta dukungan
like, coment dan vote
Terimakasih
__ADS_1