
TERNYATA KAMU HEBAT
Malam ini bram menyetir sendiri mobilnya karena tadi leo ada kerjaan. Vita berjalan mengikuti bram hampir sejajar tanpa gandengan tangan. Bram juga langsung duduk dibelakang kemudi tanpa membuka pintu mobil untuk vita.
Akhirnya vita membuka pintu mobil dan duduk disebelah bram karena bram masih sangat kaku.
Diperjalanan pulang bram sekali-sekali melirik vita yang sedang memandang keluar kaca mobil, menikmati pemandangan kota jakarta pada malam hari. Bram teringat celotehan teman-temannya tadi.” Istrimu cantik, muda, sekarang berubah”, apa iya sekarang saya berubah, apa iya istri saya ini cantik, batinnya,
lalu dia melirik vita lagi. Vita sedang Melihat keluar kaca, sehingga yang terlihat adalah lehernya yang putih mulus.
Seerrrr
Deg deg deg
Benar juga sih, lihat aja lehernya yang putih mulus, mukanya yang cantik lembut lagi.
Hahhhh bram memukul stir mobilnya perlahan. Kok aku jadi mikirin istriku ya.
Karena bram memukul stir mobilnya vita pun menoleh kearahnya, apa ada yang salah yang buat bram kesal, batinnya.
“Kenapa kak, apa ada yang buat kakak kesal” tanya vita hati-hati.
“Ah ngga ngga ngga,” bram tersenyum kecil karena perbuatannya tadi. Tidak berapa lama mereka pun sampai di apartemen.
Mereka turun dan langsung masuk lift. Didepan lift ada laki-laki yang sepertinya sedang mabok, memandangi vita dari atas sampai kebawah. Bram yang melihat itu pun geram lalu meraih tangan vita dan menggenggamnya erat sampai mereka masuk lift. Ternyata cowok itu juga masuk dan memandangi vita sambil senyum-senyum. Tapi vita pura-pura tidak lihat karena dia takut apalagi cowok ini kayaknya lagi mabok.
Sementara bram yang melihat tatapan cowok itu ke vita sangat geram, dia maju selangkah didepan vita sehingga menutupi separoh badan vita. Vita pun menarik ujung jas bram dan berlindung di belakang bram. Ntah kenapa bram sangat senang hatinya, dia seperti bisa melindungi vita.
Tidak berapa lama mereka sampai dilantai yang dituju. Mereka melangkah keluar dengan senang.
“Makasih ya kak, tadi sepertinya dia itu mabok deh,” ucap vita ke bram sambil berjalan ke pintu apartemennya.
“Lain kali hati-hati” ucap bram sambil menekan kode pintu.
Mereka pun masuk bersamaan. Bram langsung masuk kamar, sementara vita kekamar mandi yang dibelakang untuk membasuh tangannya karena dia ingin lihat amel dulu sebelum masuk kamar. Vita melihat amel sudah tidur, dan bi sumi tidur disebelahnya.
__ADS_1
Setelah mencium kening amel vita melihat bi sumi kebangun.
“Udah tidur aja lagi bi, kami baru pulang,” malam ini bi sumi yang nemanin amel ya,”
ucap vita yang diangguki oleh bi sumi lalu tidur lagi. Vita pun melangkah keluar menuju kamarnya.
Dia lihat jas bram sudah ada diletakkan disandaran sofa, dimana kak bram? Apa lagi mandi? Vita mendekat ke kamar mandi tapi tidak ada tanda- tanda ada orang didalam, lalu vita buka handle pintunya benar aja tidak ada bram. Ohh... berarti dia lagi diruang kerjanya, batin vita.
Vita pun langsung menuju meja rias, karena dia ingin mandi. Dia mulai membuka semua perhiasan yang dia pakai dan juga perhiasan rambutnya.lalu dia duduk sebentar, aku memang benar cantik ya batinnya sambil memandangi kaca didepannya.
Lalu dia memutar- mutar tubuhnya depan kaca besar itu. Setelah itu dia melepas gaunnya dan menaruhnya didekat kain kotor. Dia berjalan hanya memakai lilitan handuk di tubuh nya. Dia merasa dikamar itu dia sendirian padahal dari tadi bram sudah berdiri dekat pintu.
Saking asyiknya berputar-putar dia tidak menyadari kehadiran bram. Bram yang menyaksikan semua itupun menelan ludah nya dengan susah payah. Dia berjalan pelan dan pandangannya tidak lepas dari vita. Sekarang dia ada dibelakang vita. Vita tidak memperhatikan karena setelah memutar-mutar badannya dia sibuk dengan jepitan yang ada dirambutnya.
lalu huppp
Bram langsung memeluk vita dari belakang. Vita yang kaget pun gelagapan. Tapi begitu dia tahu itu suaminya dia diam aja.
Bram semakin berani, dia semakin bergairah melihat tubuh Vita yang agak berisi sekarang. Apalagi kulit mulusnya terpampang jelas karena hanya ketutup handuk.
Dengan nafsu yang tak dapat terbendung lagi akhir nya bram mulai menggerayangi tubuh vita. Diapun memberanikan diri untuk mengajak vita ke ranjang mereka dan mendudukkannya di pinggir ranjang dengan handuk yang sudah entah dimana.
"kenapa tegang, kamu ngga mengizinkanku menyentuhmu" tanya Bram dengan suara berat.
"tidak, bukan begitu...aku.."
"kamu adalah istriku Vita" jelas Bram ngga mau lagi sepertinya dengar penolakan.
"iya kak"
Dan malam ini adalah malam pertama untuk Bram dan vita. Bram dan Vita memang masih kaku dalam urusan ranjang , sehingga Bram harus sedikit lebih sabar menghadapi istri kecilnya.dan akhirnya mereka berdua melalui malam yang panjang dan panas hanya berdua di kamar itu, kamar pribadi mereka.
Paginya vita bangun kesiangan, badanya semua terasa remuk. Apalagi daerah pangkal pahanya. Tapi begitu dia membuka mata dan melihat bram yang ada disebelahnya sedang menatap dirinya sambil kepalanya ditopang tangan kirinya tersenyum ke vita, dia langsung ingin bangun.
“ selamat pagi sayang” bram senyum ke vita.
__ADS_1
Tumben pagi ini kak bram berubah sangat manis, batin vita. Vita bingung, malu, senang, semua campur aduk. Dia pun melihat dirinya dibawah selimut ternyata tidak dilapisin pakaian.
Dia malu sama bram, tapi mengingat bagaimana tadi malam bram memperlakukannya dia sangat senang. Ternyata aku masih bisa menyenangkan kak bram, batinya. Dia pun tersenyum sendiri.
“ Kamu pasti ingat yang tadi malam ya,” ucap bram lagi sambil senyum juga. Vita pun tambah malu.
Vita ingat dia belum mandiin amel dan buatin makannya, dia ingin bangkit tapi badanya sakit semua.
Aduhhhh pegalnya, batinnya.
“Mau kemana”, tanya bram.
“Amel sudah diurus ama bi sumi,” jelas bram.
Tadi bram bangun melihat vita masih pulas tidurnya karena tadi malam dia kecapean pastinya akibat ulah bram. Akhirnya bram berinisiatif untuk bilang ke bi sumi untuk mandiin dan mengurus amel karena vita lagi kecapean. Bi sumi pun melakukannya dengan senang hati.
"kak Bram sudah bangun dari tadi berarti"
"hmmmm" ucap Bram masih senyum
"kok ngga bangunin aku"
"kamu kayaknya cape banget, aku ngga tega" jawab Bram masih senyum
"ya sudah, aku mau mandi dulu" ucap Vita
"ayo" ajak Bram
Vita ragu pada awalnya, tapi akhirnya dia mengikut aja.
kemudian mereka berdua pun melangkah ke kamar mandi bersama untuk membersihkan diri dan melakukan aktivitas seperti biasa nya.
Hallo semua
Dukung terus karya ini ya
__ADS_1
Selamat membaca
Terimakasih