Terima Kasih , Untuk Luka Ku

Terima Kasih , Untuk Luka Ku
PART 4 DI KECAMATAN


__ADS_3

DIKECAMATAN


Hari ini ribuan manusia dari berbagai desa berkumpul dilapangan umum kecamatan untuk mengikuti upacara tujuh belas agustusan. Setiap tahun seperti itu. Setelah upacara ada berbagai perlombaan dan juga games yang disiapkan panitia untuk para pelajar dari tiap- tiap sekolah dan ada juga perlombaan untuk umum.


Dan biasanya acara pertandingan-pertandingan antar desa yang paling disukai masyarakat. Semua orang sangat antusias.


Tidak terkecuali dengan vita, dari tadi dia dan adeknya mengikuti lomba panjat pinang, dan perlombaan-perlombaan lainnya. Sampai tidak terasa hari hampir sudah jam tiga sore. Sudah hampir waktunya pulang.


Tadi pagi rombongan janji kumpul jam empat sore dekat parkiran. Vita melihat jam di handphonenya, sekalian siapa tahu ada pesan dari rendi.


Ternyata tidak ada pesan, mungkin abang ga jadi kesini karena mau pulang lagi ke kota, pikir vita dalam hati. Tapi dia ingin memastikan dulu makanya dia telpon rendi


dddrrttt dddrrttt dddrrttt


" hallo"


,” bang, abang ga jadi ke kecamatan?” tanya vita lewat hpnya.


“Jadi vit, abang dah nyampe, tadi abang ketiduran sampai siang,” jawab rendi di handphonenya. Kamu tunggu abang disitu ya, abang parkir dulu”, lanjut rendi sambil berusaha mencari tempat parkir motornya.


Dan setelah memarkirkan motornya, dia kembali menelpon vita menanyakan posisi vita sekarang, karena susah mencarinya di antara ribuan orang ini. Setelah dijawab vita dan dikasih petunjuk yang menyolok di sekitarnya, diapun menuju tempat tersebut.


Dari jauh dia sudah melihat vita dan beberapa anak kecil sekampung mereka.


"vit" panggil Rendy


"iya bang" balas Vita melambaikan tangannya.


“Vit, kalian udah makan”, tanya rendi sambil mengacak rambut delon adeknya vita yang lagi digandeng oleh vita supaya jangan jauh-jauh takut tersesat diantara banyak orang.


“Kami tadi udah bang, sekarang ini lagi nunggu rombongan untuk pulang” , jawab vita. Soalnya mendung juga nih,takut keburu hujan, kasian adek-adek ini,”lanjut vita.


“Kita pulang bareng aja vit, temanin abang makan dulu”, kata rendi. Delon ikut kita aja, lanjutnya.


“Delon ikut teman-teman delon aja kak, kak vita aja ikut bang rendi. Nanti kan kita turun dilapangan semua kok. Saya bisa bareng teman-temanku.”jelas delon yang lebih senang gabung sama bocah - bocah yang lain.

__ADS_1


“Oh ya udah, nanti nyampe kampung langsung pulang kerumah ya dek, jangan kemana-mana lagi,” pesan vita sama adeknya delon.


“Ok kak,” jawab delon sambil mengacungkan ibu jarinya.


“Kita tunggu bentar ya bang,mereka berangkat dulu,” kata vita ke rendi.


“Ok,”..Rendy juga setuju


Setelah semua udah ngumpul mereka pun naik satu persatu ke mobil yang akan membawa mereka pulang.


“Titip delon ya om, aku pulang bareng bang Rendy", kata vita ke tetangganya yang jadi supir mobil tersebut.


"waduhhh anak muda, selalu menggunakan kesempatan yang ada ya ren" canda bapak supir itu


"ahhh bapak, kayak ngga pernah muda aja" sahut Rendy juga.


“Ok, tenang aja vit, beres,aman sampe rumah,” katanya sambil mengacungkan jempolnya.


“Terimakasih ya om, daa..,” mobil pun mulai bergerak meninggalkan tempat itu.


“Ayo vit, makan dulu disitu, “ sambil menujuk salah satu warung padang.


"ayo vit, temanin Abang makanlah, masa Abang sendiri, ikut makan ya"? bujuk Rendy ke Vita.


"ya sudah bang" Vita mengangguk malu - malu.


Setelah Rendy memesan dua porsi, mereka pun makan dengan sangat lahap. Rendy masih banyak bercerita sambil makan tentang dia yang ketiduran sampai siang.


Sekilas Rendy teringat penolakan mamanya sama Vita, tapi menit berikutnya dia sudah berusaha menghadapi dengan tenang. Semua pasti ada jalanya dan semua sudah Tuhan atur, batin Rendy.


Selesai makan merekapun keluar dari rumah makan itu.


"gimana vit, kita langsung pulang atau mampir dulu ke tempat wisata itu, yang tempat lihat sunset" tawar Rendy kurang yakin juga, karena memang sepertinya akan turun hujan.


“Kita langsung pulang ya bang, udah sore, kayaknya mau hujan lagi, sudah gelap nih padahal baru jam empat”. jawab Vita

__ADS_1


“padahal abang masih pengen jalan-jalan sama vita, soalnya besok abang sudah pulang ke kota. Tapi kayaknya emang mau hujan, kita pulang aja. Anggap aja abang tadi hanya mau menjemput bidadariku doank, takut diambil orang.” Kata rendi sambil mencubit hidung mancung vita.


“Huuuu, berarti abang pangeran donk, kan yang jemput bidadari itu pangeran,” canda vita sambil tertawa. Mereka pun berjalan menuju parkiran motor dengan bergandengan tangan sambil bercanda dan ketawa.


Sungguh bahagia kelihatannya, padahal sebenarnya dalam hatinya rendi merasa sedikit terusik dengan perkataan mamanya tadi malam sepulang dari rumah vita. Ada ke khawatiran tentang perlakuan mamanya ke Vita kalau dia sudah kembali ke kota.


Sesampai di parkiran motor rendi memberikan helm ke vita, tapi dia tarik lagi sambil tersenyum. Vita yang lihat rendi tarik helm dan senyum sendiri bingung ,”napa bang,” tanya vita serius.


Rendi tambah senyum, “jangan terlalu serius” katanya sama vita.


“Sini kepalanya biar abang pasangin helmnya”, balas rendi sambil menyiapkan helm yang mau dipasang dikepala vita.


“ Hihhh, kirain kenapa, abanģ bisa aja” balas vita sambil mendekatkan kepalanya ke rendi dengan hati yang senang dan senyuman termanisnya. Rendi dengan cepat dan telaten memasang helm dikepala vita, sambil senyum-senyum ngelihat wajah vita dari jarak yang sangat dekat.


Sebenarnya dia ingin cium vita, seandainya ini bukan tempat umum. Tapi dia juga takut vita marah. Dia tahu vita orang yang kayak gimana, tidak akan mau dicium. Jangankan ciuman, sentuhan aja kalau tidak terpaksa vita tidak mau.


Setelah memasang helm vita dan memasang helmnya sendiri, mereka pun berlalu meninggalkan tempat tersebut. Hari juga sudah sore, dan sepertinya akan turun hujan.


Sepanjang perjalanan tangan Rendy memegang tangan Vita supaya tetap ada di perutnya dan memeluknya.


Rendy tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tapi yang pasti dia sangat mencintai Vita. Semua yang ada dalam diri Vita sangat berarti di mata Rendy. Sikap kakunya, malu - malunya dan juga terutama kecantikannya dan manisnya senyumnya. Semua Rendy suka.


"vit, mau pelan atau mau ngebut" tanya Rendy sambil memelankan sedikit laju motornya saat menuju pulang ke kampung mereka.


"Abang ihhh, jelas pelan lah bang, kayak pepatah itu lho bang, alon- Alon asal klakon" balas Vita sambil senyum.


"kamu takut ya"?


"ngga bang, kenapa harus takut. kita hanya boleh takut sama Tuhan bang. Tapi ya kita juga harus bisa menguasai diri kita bang, kan sudah di kasih pengertian dan kepintaran" ucapnya bijak.


"waduhhh bijaknya calon permaisuri ku" ucap Rendy bahagia sambil senyum.


Hai semua


Tetap dukung ya

__ADS_1


Like, coment dan vote


Terimakasih.🙏


__ADS_2