
KAMU TAHU
Setelah selesai makan amel kembali ke kamarnya. Vita juga naik ke kamarnya disusul bram. Setelah itu bram menuju ruang kerjanya meyelesaikan kerjaannya yang belum kelar.
Jam delapan malam dia keluar dari ruang kerjanya, lalu dia masuk kamarnya. Sampai dikamar dia melihat vita lagi menangis. Melihat itu bram tidak kuat, dia tidak bisa melihat vita menangis. Hatinya bagai ikut tersayat. Akhirnya dia mendekati vita dan memeluknya.
“Menurutmu apa yang harus kita lakukan sayang?” tanya bram
“Sepertinya saya harus kasi tahu dia yang sebenarnya pa,” ucap vita pelan.
“Apa kamu sudah pikirkan sayang,”
“Hmmmm” vita mengangguk
“Saya akan cari waktu yang pas untuk ngomong pa” ucap vita ke suaminya.
“Ya sudah, sekarang kamu jangan sedih lagi ya, nanti kita cari jalan keluar sama-sama”, ucap bram
Dua hari berikutnya amel masih ngambek bahkan dia tidak menyapa vita sama sekàli. Dia hanya menyapa bram dan adik kembarnya. Sebenarnya sikembar juga kasihan sama mamanya karena didiamin oleh amel. Mamanya sepertinya sangat terpukul.
“Pa, sepertinya malam ini kita harus bicara sama amel, mumpung adik-adiknya juga lagi ada acara disekolah sampai malam.” Ucap vita sendu
“Ya sudah ayo saya temanin ngomongnya,” ucap bram sambil menggandeng vita dan memeluknya. Seolah-olah memberi kekuatan untuk istrinya.
“Aku tahu kamu adalah ibu yang hebat, kamu pasti bisa sayang,” jelas bram.
__ADS_1
Mereka berdua pun masuk ke kamar amelda yang tidak dikunci tapi dia sudah berbaring ditempat tidur.
“Mel, “ panggil bram
Amelda pun menoleh ke papanya dan mamanya yang selalu menunduk.
“Ada apa pa”, ucap amel sambil duduk
“Papa dan mama mau bicara, apa boleh sayang,” ucap papanya.
Amel pun tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya.
“Mel, mungkin yang akan mama dan papa ceritakan adalah masa lalu, tapi kamu harus tahu ya sayang kami sangat menyayangimu”, ucap bram hati-hati
Deg
“Mel, sebenarnya mama tidak keberatan kamu pacaran dengan siapa pun, mama tidak memilih-milih pasanganmu. Mama hanya terlalu takut. Apa yang menimpa mama dulu menimpa kamu sayang”, ucap vita mulai meneteskan airmata. Bram yang tidak tega melihat vita menangis pun mengelus punggungnya seolah-olah memberi dukungan. Sebenarnya bram sangat tidak kuat kalau melihat vita menangis.
Lalu vita pun menceritakan kejadian pulang dari kecamatan, lalu dia hamil, diusir keluarga rendi dan terakhir rendi menghilang. Vita sampe sesenggukan mengingat kejadian itu semua. Bram memeluk vita sangat erat sekali dengan penuh kasih sayang.
“Kalau membuatmu sakit tidak usah di ingat” ucap bram sambil mengelus punggungnya.
Amel sangat terkejut mendengar itu semua. Dia tidak menyangka pengalaman mamanya begitu pahit.
Setelah agak tenang vita pun mulai menceritakan lagi mulai dari niatnya kabur sampai dia sampe jakarta dan bertemu dengan ibu leli neneknya di gereja.
__ADS_1
Amel masih terdiam menyimak ceritanya. Berarti aku bukan anaknya papa? Tanyanya dalam hati.
“Begitulah pahitnya pengalaman mama makanya mama selalu melarang kamu pergi berduaan dengan laki-laki. Karena kalau ada kesempatan setan akan lebih kuat mel biarpun charles itu orang baik.” Ucap vita lagi. Lalu dia mendekati amel dan memeluknya.
“ maafin mama sayang kalau cara mama salah ya,” ucap vita lagi.”mama hanya tidak mau kamu mengalami hal buruk,” katanya sambil memeluk amel yang mematung seperti batu mendengar masalah yang baru dijelaskan mamanya.
****
Bram pun mendekati mereka berdua, dan memeluk keduannya.
“Mel, kamu tidak lihat sedihnya mamamu dua hari ini gara-gara masalah ini”, tanya bram.”apa kamu masih meragukan kasih sayang kami,” tanya bram lagi.
Amel masih bengong, “berarti aku bukan.....” dia sudah menangis.
“Kamu anak papa,”langsung ucap bram sambil berdiri dan mengecup kepala amel.
“Apa kamu pernah lihat papa membedakan kamu”? Kamu adalah cahaya hidup papa mel, “ ucap bram tegas.
“Dulu papa sudah seperti mati suri, lima tahun papa hancur setelah perceraian papa. Papa sangat kecewa sama perempuan. Semua perempuan. Kalau papa cape kerja dulu papa pergi ke club minum sampai mabuk lalu pulang. Sampai nenek mengenalkan mamamu yang waktu itu lagi hamil kamu. Pertama-tama saya tidak menganggap mamamu, yang saya inginkan dulu kamu anak yang dalam kandungannya. Karena waktu itu aku tidak bisa mengadopsi dari panti karena aku tidak punya istri. Omamu sudah berkali-kali mencoba mengajukan adopsi, Cuma ternyata Tuhan punya maksud lain. Berkat ketulusan dan kebaikan mamamu, papa lupa sama tujuan papa. Lama kelamaan saya butuh kalian berdua. Mamamu selalu memanjakan papa dengan ketulusannya sampai papa tidak tahu kapan papa mulai jatuh cinta sama mama kamu,”cerita bram panjang lebar.
“Jadi bagaimana apa kamu masih menyalahkan sikap mama,” tanya bram.
Amel pun menggeleng, sekarang dia mengerti ke khawatiran mamanya.
“Amel minta maaf ya ma,” ucap amelda tulus lalu memeluk vita dan pelukannya juga disambut oleh vita.
__ADS_1
Bram tersenyum melihat anak dan istrinya tidak salah paham lagi. Entah kenapa sekarang ini bram sudah sangat tergantung kepada vita. Dia tidak bisa lagi membayangkan hidupnya tanpa vita. Mungki sekarang dia sudah bucinnya vita srperti kata para remaja. Tapi bram bahagia untuk itu, dia sangat bahagia kalau vita bahagia.