
KITA TEMAN
Setelah mendapat telepon dari delon adiknya tentang bentuk rumah dan biayanya, akhirnya vita dan bram mengirimkan uang untuk pembangunan rumah orang tua vita dikampung.
Pengerjaannya lumayan lama juga karena sesuai dengan kemauan vita. Akhirnya setelah dua bulan rumah itu pun kelar. Vita dan keluarga akan pulang juga untuk merayakan syukuran rumah tersebut. Mereka akan pulang tidak lama karena posisi anak-anak sekolah.
Vita juga mengajak charles pacarnya amel. Tapi karena posisi charles ada kerjaan yang harus dilakukan maka dia datang menyusul.
Jadi pada saat syukuran rumah itu charles tidak ikut. Dia sampe pada malam hari setelah syukuran.
Selama syukuran itu, dari awal terlihat rendi ikut sibuk. Amel juga berusaha untuk bisa memberi semangat kepada aysh kandungnya.
“Ayah, mau kopi”? Tanyanya malam setelah acara itu.
“Ohh boleh nak,” ucap rendi senang sambil senyum sama amel.
Rendi sedang duduk-duduk dengan beberapa orang laki-laki dikampung itu.
“Oh ini anakmu itu ren,” tanya salah satu bapa-bapa itu.
__ADS_1
“Hmmm,” rendi senyum tapi takut amel tidak suka.
Tidak berapa lama bram dan vita ikut duduk dekat rendi.
“Kirain kamu sudah pulang bang”, tanya vita ke rendi.
“Ma nih charles udah datang,” ucap vita sambil menarik tangan charles.
“Ohh sini nak”, ucap vita sambil menyambut tangan charles yang ingin mencium tangannya. “cepat juga kamu nyampe,” ucap vita lagi.
Lalu charles juga mencium tangan bram dan rendi. Rendi bingung siapa cowok ini yang dekat banget sama amelda.
“Çharles ini ayahnya amel nak,” ucap vita juga memperkenalkan rendi. Rendipun menerima uluran tangan charles yang menciym tangannya.
Lalu charles berkenalan dengan orang-orang yang ada disana.
“Kamu makan dulu sama kenzo kenzi, tolong siapin makan mereka mel,” ucap vita ke rendi.”kalau ngga minta nenek erna gih,” ucap vita yang tahu bibinya akan senang sekali melayani anak-anaknya. Tadi kenzo kenzi menjemput charles ke bandara makanya ketinggalan makan malam.
Bram dan vita pun mendekati rendi untuk bicara dari hati ke hati.
__ADS_1
“Bang, gimana sekarang kehidupan abang,” tanya vita ke rendi.
“Aku harap abang sudah lebih baik demi hidup abang dan amel,” ucap vita lagi yang diangguki oleh bram juga.
“Kita lupakan masa lalu ya bang, kita raih masa depan kita masing-masing, tapi untuk urusan amel kita berempat harus jadi mitra kerja. Aku, bram, abang dan istrimu,” ucap vita menjelaskan.
“Vita benar ren, sekarang kita harus jadi teman untuk urusan amel. Tapi saya juga sangat berterimakasih sama kamu dan keluargamu yang telah mengirim vita untukku, walau pun mungkin dulu jalanya sangat berliku,” ucap bram yakin.
“Aku ngga tahu, kalau dulu tidak ketemu vita,mungkin aku sudah makin terpuruk,” ucap bram lagi. Vita pun memeluk bram mesra sambil menatap mata bram.
“Aku juga berterimakasih kok sama kamu sayang dan masa lalumu,” ucap vita dengan manja.
Rendi hanya bisa melihat kemesraan mereka berdua. Dia sudah tidak bisa mengharapkan vita lagi, dia sudah mengikhlaskannya.
Mereka akhirnya bisa berdamai dengan masa lalu mereka karena memang mungkin itulah rencana Tuhan untuk mereka.
Vita ketemu bram danrendi punya satu anak perempuan.
Memang kadang jalan hidup kita tidak seperti yang kita bayangkan, tapi percayalah Tuhan punya rencana dibalik itu semua..
__ADS_1
\*\*\* TAMAT \*\*\*