Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Bab 1


__ADS_3

Di sebuah ruangan terdapat banyak seseorang berseragam hitam yang tak lain adalah seorang bodyguard yang telah berbaris rapi menyambut kedatangan akan Tuannya.


Seorang pria memasuki Mansion itu dengan wajah datar dan dingin yang dimilikinya, hal itu membuat aura seramnya semakin terpancar. Ia duduk disalah satu kursi dengan dikelilingi banyak bodyguard yang berjaga.


Beberapa diantaranya merasa tangannya gemetar ketika menghadapinya.


Selain itu terdapat seorang pria terikat dengan rantai tubuh babak belur karena telah dicambuk puluhan kali. Dan juga terdapat luka sayatan di sekujur tubuh pria itu.


"Apa kamu masih kuat dengan siksaan yang aku berikan selama ini? tanya Richard yang memancingnya untuk berbicara, namun seseorang itu tak kunjung buka mulut. Dan hanya terdiam dengan tatapannya yang semakin tajam melihat kearahnya.


Satu detik ....


Dua detik ....


Tiga detik ....

__ADS_1


Tak ada jawaban yang ditunjukkan oleh seseorang itu yang akhirnya membuat darah tinggi Richard pun naik. Dan tak segan-segan pria bernama Richard Bagaskara Verlanto seketika langsung membanting botol kaca bekas minuman alcohol yang menyebabkan beling berserakan dimana-mana.


"Apa kamu udah tuli aku sedang berbicara denganmu. Apa kamu lebih memilih mendapatkan siksaan dariku dari pada membuka mulutmu itu. Kau tentu tau akibat dari perbuatan mu ini,ku Richard pria terkejam di dunia. Dan kau telah mengibarkan bendera perang terhadapku? Kau ingin melawanku jadi rasakan lah ini.


Dyar..


Dyar..


Dyar..


"Bawa jasad pria ini ke markas Black blazer agar ia tahu jika salah satu anak buahnya telah tewas dengan cara sadis seperti ini," perintah dari seorang pria berjaket hitam tersebut.


"Baik Tuan," balasnya tak lama dua orang membopong tubuh seseorang yang sudah tidak bernyawa.


" Richard kenapa kamu malah membunuhnya, dengan dia meninggal dengan cara seperti ini, itu sama aja kita mengadu domba dua kelompok gangster. Dan jika pria itu sudah tidak bernyawa dari mana kita akan tahu informasi mengenai kelompok Black blazer? tanya salah seorang laki-laki berkulit putih yang tak lain adalah Erlangga saudaranya sendiri.

__ADS_1


"Sudahlah lagian untuk apa kita harus menampung lebih lama seseorang yang tidak berguna seperti dia. Dia sudah tidak mau mengatakan siapa seseorang yang menyuruhnya untuk menjadi mata-mata jadi kematian lah cara yang tepat untuk ia dapatkan,"tegasnya.


"Apa kamu sudah gila dengan cara kamu membunuhnya apa kamu tidak sadar resiko besar apa yang akan kamu dapat nantinya,"


"Sudahlah ini keputusan ku jadi jangan coba-coba membuat emosiku tambah semakin menggebu."


Beranjak pergi dari hadapan sang kakak, sesekali ia menatap jasad pria yang sudah berlumuran darah. Pandangan yang dilontarkan Pria itu hanya tersenyum licik layaknya tidak terjadi sesuatu hal yang buruk.


Aku adalah Richard bagiku mendengar kabar kematian seseorang itu sudah menjadi hal biasa yang sering terdengar di telingaku . Bahkan darah merah pekat lan kental itu sudah menjadi seperti air yang setiap harinya bisa aku sentuh dan mainkan semauku.


Karena aku tidak suka yang namanya penghianatan, sekali orang itu berani berkhianat maka senjata tajam inilah yang akan menjadi saksi atas tewasnya seseorang bedebah ditangan ku sendiri.


Berjalan dengan menunjukkan senyuman sinis dengan menyunggingkan sebelah bibirnya. Richard nampak sangat senang dengan aktifitasnya yang sehari-hari menjadi seorang pembunuh berhati dingin. Bahkan memutilasi korban itu juga sudah menjadi kerjaannya sampai detik ini.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2