
Langkahnya yang berniat ingin menuju ke kelasnya. Akan tetapi belum juga ia sampai ditempat yang ingin ia tuju, datanglah seseorang yang seketika menghadangnya dengan tatapan tajam yang ia tunjukkan
Terkejut dengan siapa ia berhadapan saat ini, seseorang yang sangat mirip dengan Erlangga yang hanya menunjukkan tatapan liciknya pada gadis yang ada dihadapannya saat ini.
Sedangkan Amel seketika menghentikan langkahnya, sekaligus memutuskan untuk melangkah mundur dari hadapan pria didepannya, yang menurutnya akan menjadi ancamannya.
"Kamu? Untuk apa kamu datang kesini lagi. Apa mau kamu? Apa kamu berniat ingin menyakitiku lagi seperti waktu itu?" tanyanya tapi tak ada respon yang diberikan Pria itu.
Berdiri tepat dihadapannya, melihat kanan kiri yang terlihat sangatlah sepi tanpa ada seseorang membuat bulu kuduk Amel seketika berdiri. Bahkan rasa takut tak bisa ia hindari lagi ketika bertatapan muka dengan Pria yang sudah merebut kesuciannya saat ini.
Langkahnya yang mundur untuk menghindari pria itu. Akan tetapi pria itu malah sengaja mengikuti langkahnya secara terus-menerus. Bergegas berlari kebelakang Amel tidak bisa merasa tenang setelah ia sadar jika jejaknya diikuti oleh Pria itu hinga tepat pada titik tempat yang tak lain adalah gedung universitas ini sendiri.
Terkejut dimana ia berada saat ini, ia hanya bisa pasrah entah dari mana ia akan mencari bantuan.
Berdiri tepat di atas gedung bertingkat tinggi yang tak lain adalah Universitas yang selama ini ia bangga-banggakan semasa dulu. Tapi nyatanya sekarang tempat ini malah menjadi tempat terperangkap untuk dirinya sendiri.
"Astaga apa yang aku lakukan, kenapa aku malah kembali diatas gedung ini lagi," gumamnya yang tiba-tiba datanglah seseorang yang sedari tadi membuntutinya.
"Kenapa? Kenapa kamu sangat takut melihatku. Apa kamu takut kalau aku bakal melukaimu seperti kemaren, apa kamu masih mengingat dengan kejadian manis kemaren?" tanya seseorang itu dengan tatapan yang menyeringai.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya kamu inginkan. Kamu sudah mengambil mahkota yang selama ini aku jaga dengan baik, tapi kamu? Kamu dengan mudahnya merebutnya tanpa seijin ku jadi apa lagi yang kamu inginkan, jadi cepatlah pergilah kalau kamu tidak mau aku akan teriak.
"Teriak, jadi kamu mengancam ku ingin teriak, ya sudah jika kamu ingin teriak, teriak lah lagian aku rasa teriakan kamu gak akan mungkin menyadarkan mereka semua."
"Aku mohon Erlangga jangan sakiti aku lagi aku mohon!"
"Jadi kamu masih menganggap jika seseorang yang ada dihadapan kamu ini adalah Erlangga? Apa kamu sadar akan siapa aku ini?" tanyanya yang membuat Amel pun bingung
"Apa maksud kamu?" tanya baliknya.
Melihat tatapan Amel yang terlihat kebingungan dan rasa panik yang menyerangnya. Seseorang yang mengenakan topeng wajah yang mampu bisa menyerupai sesosok orang lain yaitu seperti Erlangga, ia pun dengan mudah langsung melepas rekatan topeng pada wajahnya tersebut yang akhirnya menunjukkan seperti apa wajah asli dari seseorang yang berada dihadapannya saat ini.
Terkejut dengan apa yang barusan ia lihat saat ini. Amel sedari tadi yang dikerubungi rasa ketakutannya, kini ketakutan itu tambah semakin menjadi setelah ia tahu siapa pria itu sebenarnya.
"Iya ini memang aku Victor Valdes terkejut bukan?"balasnya dengan senyuman liciknya.
"Apa maksud dari semua ini Om? Apa maksud dari semua ini kenapa Om bisa-bisanya membuat rencana sejahat dan selicik ini? Apa maksudnya?"
"Anak manis, akhirnya setelah sekian lama kamu akhirnya tahu siapa om sebenarnya. Dan ternyata kamu sangatlah cerdas karena dengan mudahnya kamu bisa menebak semuanya dengan baik. Tapi sayangnya dugaan kamu yang mengatakan jika Erlangga adalah pelakunya, aku rasa semua itu salah besar karena akulah dalang dari semua kekacauan ini. Dan aku sangat lega karena rencana ku berjalan hampir mencapai 100 persen untuk membuat hubungan Erlangga dan Richard hancur lebur, dengan aku gunakan kamu sebagai kambing hitam. Aku rasa semua rencana ku bakal berhasil dengan sangat sempurna, keributan bahkan kematian aku rasa tidak akan lama aku bakal menyaksikan semua itu didepan mataku sendiri.
__ADS_1
"Aku benar-benar tidak percaya kalau Om akan sejahat ini? Om sudah membuat diriku hancur, kekacauan yang Om lakukan yang akhirnya membuat hubungan Kak Richard dan kak Erlangga menjadi hancur lebur hanya karena satu ke salah pahaman . Tidak, ini tidak bisa dibiarkan cepat atau lambat aku harus memberitahu kak Richard yang sebenarnya. Ia harus tahu seperti apa orang yang selama ini ia percayai, ia harus tahu kalau Om adalah laki-laki bajingan yang hanya memanfaatkannya hanya demi sebuah keuntungan besar, tidak aku tidak bisa diam dan om akan lihat gimana om akan menyesali semua perbuatan yang selama ini Om lakukan.
Berniat akan berlari menghindari laki-laki bajingan yang sudah membuatnya hancur. Nasib baik tidak menyertai Amel setelah selangkah ia berhasil pergi, Victor dengan langsung ia menancapkan sebuah pisau tajam yang tepat mengenai perut Amel hingga beberapa tusukan terjadi.
Darah yang seketika keluar dengan deras membuat wajah Amel berubah memucat. Bahkan tubuh yang tadinya berdiri tegak, ia tak mampu lagi untuk bisa menopangnya. Tersungkur kebawah dengan darah yang terus-menerus mengalir membuat Victor yang melihatnya hanya melihatnya dengan tatapan senyum liciknya.
"Ini adalah akibat karena kamu dengan beraninya ingin memberitahu Kakak sialan kamu itu, jadi terimalah akibatnya sekarang!"
"Om.., kenapa, Om bisa sejahat ini, ke..kenapa Om bisa sejahat ini kepada keluargaku. Biar pun aku gagal memberitahu Kak Richard siapa om sebenarnya. Aku yakin suatu saat nanti kak Richard akan tahu siapa sebenarnya Om.
Mulutnya yang serasa ingin berteriak, tapi belum mampu ia berteriak rintihan sakit terlebih dulu menyerangnya. Rasa sakit, tidak keberdayaan yang dirasakan Amel tak membuat pria dihadapannya merasa simpati untuk menolongnya.
"Minta tolong, kepada siapa kamu ingin meminta tolong Amel. Apa kamu lupa kamu itu berada diatas gedung apa kamu berharap bakalan ada seseorang yang akan menolong mu. Tidak! Itu tidak akan mungkin terjadi. Baiklah kelihatannya kamu sangatlah kesakitan, untung aku sekarang lagi baik gimana kalau aku bantu kamu untuk melepas rasa sakit itu dengan menerjunkan kamu langsung diatas gedung ini? Kamu pastinya semasa kecil dulu sudah sering bukan main perosotan dan sekarang giliran masa dewasa kamu om yang akan bantu kamu main perosotan lagi, jadi selamat dan selama tinggal dari dunia ini. Salam dari om untuk kedua orang tua kamu di Surga ya sayang selamat tinggal.
Suara minta tolong dan berbarengan dengan rasa sakit yang menyertainya membuat Amel tidak kuat lagi untuk menahan semua ini.
Tubuhnya yang seketika dirangkul olehnya. Dan tak berapa lama Victor pun melempar tubuh Amel dari atas ketinggian layaknya melemparkan sebuah sampah pada tempatnya.
Terjun dari atas Ketinggian, ditambah lagi tusukan yang ia dapatkan membuat nyawa Amel tak lagi terselamatkan. Dengan dalam keadaan tengkurap dan darah yang mengalir hampir sekujur tubuhnya membuatnya tewas mengenaskan ditempat lokasi kejadian.
__ADS_1
Orang-orang yang mendengar akan suara jatuhan, segera mereka berbondong-bondong keluar, melihat secara langsung mayat seorang Wanita bersimbah banyak darah yang mati mengenaskan.
BERSAMBUNG.