Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Pengerebekan Markas Black blacer


__ADS_3

Mendengar seseorang yang ada dihadapannya mengatakan kata mafia, pandangan Cassandra seketika teralih menatap kearah Gibran.


"Sudah saatnya sebuah kejahatan harus dibasmi Cassandra, jadi inilah saatnya kamu untuk memberi pelajaran pada pria sialan itu," balas Gibran dengan sepenuh hati mau mendukungnya.


"Kenapa?" kenapa anda jadi terdiam dan menatapnya seperti itu, apa yang saya katakan tadi memang benar?" tanya Revan lagi.


"Iya. Yang anda katakan memang benar, semua ini ada hubungannya sama mereka, lebih tepatnya semua ini ada hubungan dengan pria bernama Richard yang tak lain ia adalah Suamiku sendiri." balas Cassandra yang kemudian Revan menatap kearah Samuel yang tak lain rekan anak buahnya.


"Sudah aku duga kan Revan, pasti dialah orangnya."


"Iya Sam, sekarang apa yang perlu kita lakukan, kita gak bisa berdiam diri seperti ini sekarang kita harus segera menangkap Richard dan timnya sebelum dia bertindak lebih kejam lagi," tegas Revan yang terlihat bingung.


"Iya Rev, aku juga berfikir seperti itu, tapi gimana caranya?" tanya Samuel yang kemudian, Samuel teringgat sesuatu dan menatap balik Cassandra.


"Aku tahu sekarang dengan siapa kita membutuhkan pertolongan. Kamu, anda pasti tahu kan dimana Markas persembunyian Tim Black blacer?" tanya Samuel tapi Cassandra hanya terdiam dan memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Baiklah jika selama kebaikan yang aku lakukan tidak pernah bisa dihargai olehnya. Maka mulai sekarang aku sendiri juga tidak akan pernah peduli lagi dengannya. Lagian untuk apa aku mempertahankan seseorang, jika seseorang itu gak pernah melihatku mau pun menganggap-ku sebagai Istrinya. Dan hanya menganggap-ku sebatas sampah buangan. Dengan aku bersikap lemah kepadanya ia tambah akan semakin menginjak harga diriku jadi mulai sekarang kita lihat saja nanti." batin Cassandra yang kemudian lamunannya disadarkan oleh Revan.


"Heyy kenapa kamu malah melamun, kita bertanya kepadamu?" tanya Revan dengan menepuk pundak Cassandra.


"Baiklah aku sudah pikirkan. Aku bersedia membantu kalian untuk menangkap mereka." balas Cassandra yang spontan membuat mereka terkejut.


"Anda serius?" tanya Revan dengan wajah tidak percaya.


"Iya, apa anda serius?" tanya Samuel lagi.


"Iya saya serius." balas Cassandra dengan yakin.


"Markas mereka berada di jalan Gajah mada yang dimana jalan itu tidak jauh dari markas persembunyian mereka.


Jika nanti kalian melihat sebuah gudang yang kumuh dan terbilang tidak layak pakai. Kalian segera masuklah kesana jika kalian sudah berhasil masuk kedalam gudang itu.

__ADS_1


Kalian bakal melihat ada sebuah pintu yang terlihat sudah rusak kalian masuklah kesana dan disana kalian akan melihat tangga yang menjulang kebawah, kalian turunlah.


Setelah kalian berhasil menuruni anak tangga kalian akan melihat sebuah pintu yang tahan anti peluru kalian tekan kode 5555 didalam nanti kalian akan dikejutkan dengan tempat yang sesunguhnya dimana didalam ruangan itu terdapat beberapa jenis senj*ta dan am*nisi milik mereka.


"Baiklah terima kasih atas infonya. Kita tidak mau menunggu lagi, dan sekarang kita akan menggepung mereka.


"Baiklah. Saranku gunakan benda-benda anti peluru agar diantara kalian tidak menjadi korban selanjutnya.


"Baiklah." balas Revan yang kemudian ia pun tersenyum kearah Gibrandan juga Cassandra.


Aku tidak pernah tahu kenapa hidupku harus menderita dengan cara seperti ini, dulu pada saat aku masih bersama dengan kedua orang tuaku hidupku tidak pernah semenderita ini. Tapi kenapa engkau tega mengambilnya dariku.


Dan kenapa sekarang pada saat aku sudah menikah dan sudah memiliki seorang Suami kenapa hidupku harus mengalami penderitaan seperti ini bahkan Suami yang harusnya melindunggi Istrinya dari mara bahaya, ia malah tega menembakku dan tidak perduli dengan kondisiku mau pun menghargaiku sebagai Istrinya. Apa aku memang sangatlah tidak pantas untuk bisa merasakan apa arti kebahagiaan yang sesungguhnya.


Ternyata untuk mengapai apa yang kita inginkan, ada banyak sekali cobaan yang harus kita hadapi terlebih dulu. Aku sadar aku ini siapa, aku hanya wanita yang beruntung karena bisa menikah dengan seorang laki-laki tampan seperti Richard tapi wanita sepertiku memang sangatlah tidak pantas berada ditengah-tengahnya.

__ADS_1


Bukan aku yang menggiginkan semua ini tapi kamu sendiri yang memaksaku berbuat tega seperti ini.


BERSAMBUNG


__ADS_2