
"Aku tidak tahu ke-salah pahaman apa yang terjadi diantara kita. Dan aku berani bersumpah aku bukan seseorang yang telah menodai adikmu seperti yang kamu ucapkan barusan, jadi anda tidak bisa menghakimiku sendiri dengan cara seperti ini. Anda sendirilah menginginkan tembakan itu jadi jangan salahkan kami jika kami memakai cara kasar untuk melawan-mu?"
"Aku tidak perduli jika hari ini aku akan mati ditangan kalian? Tapi yang jelas, sebelum aku mati aku ingin mati setelah mendapatkan keadilan untuk Amel. Kamu melakukan pembelaan tapi aku tidak percaya akan pembelaan kamu dan jika bukan kamu pelakunya, terus siapa yang melukai kepala kamu itu? Apa kepala kamu itu bisa terluka sendiri tanpa adanya sebab yang pasti?"
Amel berkata jika sebelum orang itu berniat ingin menodainya, ia sempat memberontak dan memukul kepala orang itu dibagikan kepalanya, jadi apa mungkin semua ini hanyalah kebetulan.
"Luka ini terjadi karena ada seseorang yang waktu itu tiba-tiba memukulku tanpa sebab yang pasti, aku tidak mencurigainya dan sekarang aku benar-benar terpojok apa semua ini apa ini semua sudah direncanakan oleh seseorang?" batinnya yang semakin bingung.
"Kenapa? Kenapa kamu diam apa kamu sudah kehilangan banyak akal untuk membela diri?"ucap Richard berbarengan dengan suara rintihan sakitnya.
"Tapi sayangnya aku lebih percaya kalau Kak Erlangga tidak mungkin akan berbuat sekeji itu. Sedangkan Amel. Aku tahu betul seperti apa sifat aslinya dia, dia wanita yang gampang bisa menipu seseorang hanya dengan satu ucapan dan pastinya kamu juga salah satu dari korbannya bukan? Jadi akan lebih baik kamu carilah bukti yang benar-benar sangat meyakinkan kalau memang benar Kak Erlangga lah pelakunya,"timpal Cassandra yang menantang langsung akan ucapan Richard.
__ADS_1
"Apa kamu sangat bersemangat dan yakin kalau Abang kamu ini bukanlah pelakunya? Apa jaminan kamu kalau seumpama memang betul dialah pelakunya?"
"Jika memang benar aku pelakunya, kamu tidak perlu menyeret ku kekantor polisi karena aku sendirilah yang akan datang dan menyerahkan diriku ke sana. Orang yang kamu incar hanyalah aku, jadi bisakah kamu larang anak buah kamu untuk jangan menyerang mereka. Karena mereka tidak tahu apa-apa, jadi jika kamu merasa kamu adalah laki-laki jantan sejati maka tunjukkan pertarungan sengit kita tanpa harus melukai orang lain, jadi bisakah kamu pergi dari kediaman ku sekarang karena luka kamu harus segera diobati!"
"Baiklah aku akan pergi, tapi ingatlah aku pergi bukan karena aku mengalah. Aku diam karena aku ingin mencari bukti yang jelas agar aku bisa puas melihat seseorang seperti mu mendekam dan membusuk didalam jeruji besi sana.
Berlalu pergi dari kediaman Erlangga. Erlangga pun hanya bisa terduduk di sofa, tak lupa ia mengebrak meja yang berada dihadapannya.
"Kakak tenang aja aku bakal membantu Kak Erlangga. Dan aku sangat yakin kalau semua ini hanyalah ke salah pahaman dan biar Cassandra sendiri yang bertanya pada Amel apa maksud dari perkataannya ini. Dan apa maksud dia berkata bohong dengan bilang kalau kak Erlangga lah pelakunya jadi kakak tenang aja,"timpal Cassandra.
"Makasih ya sayang karena kamu sudah mau percaya dengan Kakak kamu ini. Dan yang perlu kita lakukan sekarang, kita harus mencari bukti agar Richard tidak salah faham lebih dalam sama kakak. Jadi bisakah kamu berkata dengan baik-baik pada Amel apa maksud dia berkata bohong seperti ini. Atau mungkin ada seseorang yang telah mengancamnya makanya dia berkata bohong karena dia takut untuk berkata yang sebenarnya siapa orang yang sudah bertindak keji seperti ini?"
__ADS_1
"Baiklah Kak, setelah ini aku bakal ketemu dengannya dan meminta dia untuk berkata jujur apa yang sebenarnya telah ia sembunyikan karena aku yakin Amel sekarang lagi butuh dukungan."
"Baiklah berhati-hatilah, kasih tahu kakak kalau ada sesuatu yang terjadi?"
"Baiklah Kak, ya sudah aku pamit dulu. Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam berhati-hatilah."
"Baik Kak dah," salamnya dengan mencium telapak tangan Erlangga.
Bersambung
__ADS_1