
Rasa lemas telah dirasa oleh Cassandra. Tubuhnya yang seketika merosot kebawah yang akhirnya membuatnya tak tahan lagi, dengan bersimbah banyak dar*h akhirnya membuat Cassandra pun jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri dilantai.
Mulut yang seperti terkunci. Dan tubuh yang tidak mampu mereka gerakkan, sesaat kemudian entah apa yang ada dibenak Richard saat ini. Melihat seorang wanita yang tidak berdaya tepat dihadapannya, rasa simpati tiba-tiba hadir dalam benaknya. Tak tahu apa tujuan pertamanya, Richard dengan langsung ia melangkahkan kakinya ke depan dan tepat disamping wanita yang dalam kondisi sudah tidak berdaya, ia mengangkat tubuh wanita itu dan bergegas ia pun memasukannya kedalam mobil.
Para anak buahnya yang melihat perilaku Richard yang tidak seperti biasanya. Mereka lantas langsung mengikutinya.
"Tuan apa yang tuan lakukan, kenapa tuan membawanya?"tanya Rico yang tak lain anak buahnya.
"Jangan banyak tanya cepat bukakan pintu mobil ini!"perintah Richard.
"Baik Tuan!"balas Rico lagi.
"Apa Tuan inggin melarikannya ke Rumah sakit?"tanya Reza kemudian.
"Tidak. Sekarang kalian telfon nomor darurat agar wanita ini dengan segera dilarikan ke Rumah sakit." perintahnya lagi.
"Baik Tuan." balasnya lagi.
Menyadari identitas mereka yang menjadi seorang Mafia sekaligus psikopat yang terkenal licik kan kejamnya. Mereka tidak berani untuk memunculkan diri dihadapan banyak orang di Rumah sakit, yang pada beberapa hari yang lalu mereka telah berani menyelinap secara diam-diam disana dan menghapus semua data pasien.
__ADS_1
Dengan hanya meletakkan tubuh Cassandra dipinggir jalan yang terlihat sangat sepi tanpa ada pengendara yang lewat.
Tak lama kemudian Ambulan yang dipanggil oleh mereka akhirnya datang dan mendapati kondisi seorang wanita yang sudah tidak berdaya dijalan beraspal dengan banyak berlumuran banyak darah.
"Ambulan sudah datang jadi sekarang cepat kita pergi dari sini!"perintah Richard yang sedari tadi mengawasi posisi Cassandra dari kejauhan.
"Baik tuan." balas Rico yang kemudian ia pun melajukan mobilnya.
"Astaga korban sudah dalam kondisi memprihatinkan, kita harus segera melarikannya ke Rumah sakit?"
"Baiklah cepat kita naikkan korban ke atas brangkar sekarang.
Setelah tubuh Cassandra yang dimasukkan kedalam mobil Ambulan, bergegas mobil pun dilajukan dengan kecepatan cukup tinggi. Dan tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Ambulan tiba di Rumah sakit Medika indah.
Dengan mendorong brangkar yang diatasnya sudah terdapat Cassandra yang terbaring dalam kondisi tidak berdaya. Dokter dan juga Suster yang melihatnya mereka lantas bergegas langsung menghampirinya.
"Dokter pasien ini sudah dalam keadaan gawat darurat, ia harus segera ditangani sekarang".
"Kelihatannya dia menggalami luka tembakan yang cukup serius, dan korban jga kehilangan cukup banyak darah kita harus segera melakukan transfusi darah secepatnya." perintah Dokter laki-laki.
__ADS_1
"Baiklah cepat segera masukkan dia ke ruangan gawat darurat.
"Baik Dok.
"Pasien ini bukannya adik Erlangga, iya tidak salah lagi dia memang adik Erlangga aku harus memberitahu dia sekarang," gumam Gibran berlalu ia mengeluarkan benda pipih yang berada di dalam sakunya tersebut.
Tak berselang lama akhirnya Erlangga dan Verrel pun datang.
"Gibran apa yang terjadi, kenapa kamu menelfon ku dan berkata kalau Cassandra ada di Rumah sakit ini apa yang terjadi? Dimana Cassandra sekarang, dimana dia?"tegas Erlangga dengan wajah paniknya.
"Erlangga kamu yang tenang Cassandra sekarang berada didalam ruang operasi, jadi tunggulah sampai operasinya berjalan lancar. Dan kita doakan semoga dia tidak kenapa-kenapa,"balas Gibran dengan menepuk pundak Erlangga.
Merasa sangat hancur, Erlangga dan Verrel seketika bersimpuh dilantai.
"Ini semua salah ku, ini semua salah ku. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau terjadi sesuatunya padanya aku tidak bisa maafkan diriku sendiri!"
"Erlangga kamu tidak bisa pesimis seperti ini. Aku tahu Cassandra gadis yang kuat jadi aku yakin dia pasti bisa melewati semua ini, dia pasti bisa melewatinya?"
"Richard lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu. Dan tunggulah pembalasan ku. Berani melukai adik yang paling aku sayangi, itu artinya kamu sudah siap menanggung resiko terbesarnya,"gertaknya dengan menggenggam erat tangannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG