
Suara tiba-tiba muncul dan membuat Richard yang sadar akan suara itu. Ia kemudian berbalik membalikkan tubuhnya kebelakang dan betapa terkejutnya dia saat ia tahu siapa seseorang itu.
"Cassandra? Kamu?"
"Iya Richard ini aku gimana apa kabar kamu. Apa kamu baik-baik saja apa kamu masih mengingat-ku?"
"Tadi aku mendengar kamu berkata jika kamu adalah ibu dari anak kecil ini apa semua itu benar? Apa anak kecil ini adalah anak kandung-ku?"
Mendengar pertanyaan yang dilontarkannya. Cassandra hanya bisa menitihkan air matanya. Bahkan pandangannya ia tidak berani menatap kearah Richard secara langsung.
"Cassandra kenapa kamu diam aku bertanya padamu apa benar ini adalah anak kandung-ku?" tanyanya, berlalu anak kecil itu pun menjawabnya.
"Iya Papa ini Richard anak kandung Papa," sambungnya yang beralih membuat Richard berbalik menatapnya.
Mendengar balasan yang diucapkan anak kecil tersebut. Air mata Richard tak henti-hentinya mengalir dari kedua sudut matanya. Berjongkok lagi dan memeluk erat anak kecil itu. Richard bisa merasa lega setelah beberapa tahun lamanya akhirnya untuk pertama kali ia bisa memeluk putranya kandungnya sendiri.
"Maafkan Papa sayang, maafkan Papa kalau Papa sudah menelantarkan kamu dan meninggalkan kamu sendiri. Maafkan Papa karena Papa belum mampu bisa menjadi ayah yang baik untuk kamu maafkan Papa.
"Papa jangan berkata seperti itu. Richard sangat sayang sama Papa, Richard juga tidak membenci Papa jadi Papa jangan berkata seperti itu Richard tidak mau, Richard tidak mau."
__ADS_1
"Terima kasih Cassandra. Terima kasih karena kamu sudah memberiku kesempatan kedua untuk bisa memeluk Putraku seperti ini terima kasih,"balasnya dengan tangisannya tersedu-sedu.
"Kamu tenang aja Richard dia juga Putra kandung-mu jadi aku tidak mungkin memisahkan kamu dengannya,"balasnya.
"Sekali lagi terima kasih, terima kasih. Sekarang Gibran ada dimana kenapa kalian ada disini harusnya dia menjaga kalian bukan malah membiarkan kalian berdua sendirian tanpa pengawasan seorang laki-laki disini?
"Kenapa kamu menyuruh Gibran untuk melakukannya, kan ada kamu harusnya kamu yang menjaga kita bukan dia?"balas Cassandra.
"Maksud? Bukankah kamu sudah menikah dengannya?"
"Siapa yang bilang?"
"Verrel, dia sendiri yang bilang kalau kamu akan menikah dengannya kemaren kan?"
"Jadi maksudnya bukan kamu yang menikah pada waktu itu?" tanya Richard dengan ekspresinya tak percaya.
"Tidak itu bukan aku, tapi lebih tepatnya orang yang menikah dia adalah kak Erlangga dialah orang melangsungkan pernikahan pada hari itu. Selama 5 tahun ia menunggu akhirnya kemaren bisa lega bisa meminang pujaan hatinya. Dan sekarang kak Erlangga lagi berbulan madu, tapi dia sudah tahu semua ini termasuk perubahan kamu ini. Dan jujur aku lebih suka melihat sifat kamu yang seperti ini. Terima kasih Richard, terima kasih karena kamu sudah bisa berubah demi aku dan anak kita terima kasih.
Satu pelukan akhirnya Cassandra berikan pada laki-laki yang sudah ada dihadapannya. Tak percaya dengan apa yang ia rasakan saat ini, Richard yang merasakannya ia hanya bisa mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas apa yang telah ia dapatkan sekarang ini.
__ADS_1
***** *****
Kehidupan. Kehidupan di dunia ini memang pada dasarnya selalu ada jalan yang menikung, curam yang harus dengan siaga kita hadapi jika sewaktu-waktu jalanan yang kita tanjak bisa membelokkan kita pada jurang kehancuran.
Sama halnya dengan sifat manusia. Di-dunia ini tidak ada manusia yang sempurna dari pada penciptanya. Nafsu, gairah dan godaan pastinya sering sekali terjadi pada seseorang yang lupa akan siapa mereka.
Dan itulah yang aku rasakan selama ini, biar pun aku tahu dia adalah Pria yang memiliki sifat buruk bahkan kejam dimasa-lalunya dulu tapi aku sadar manusia berhak untuk berubah. Manusia berhak melakukan kesalahan. Karena apa yang aku katakan tadi tidak ada satu manusia pun yang sifatnya sempurna.
Terima kasih Tuhan. Terima kasih karena engkau telah menunjukkan sisi Baiknya seseorang seperti Richard. Terima kasih karena engkau telah menyadarkan dia akan arti kehidupan yang sesungguhnya terima kasih.
Wajah bahagia telah terpancar dari keduanya. Suka duka telah mereka rasakan selama ini. Dan cinta sejati? Mereka telah membuktikan jika cinta sejati akan tahu kemana dan dimana hati itu akan pulang pada tempat asalnya.
Siapa sangka kehancuran, kebencian dan keegoisan yang selama ini terjadi pada mereka akan berbalik menjadi hubungan yang mengerti akan perjuangan dan kehilangan satu sama lain. Menunggu hinga 6 tahun lamanya ternyata telah membukakan dan memperlihatkan hubungan suami istri yang telah lama berpisah.
Bahkan bisa dibilang hubungan yang sudah berada dititik kehancuran itu pun berbalik menjadi satu ikatan yang akhirnya membuat keduanya memilih untuk menjalin hubungan kembali, apalagi dengan kehadiran pangeran kecil mereka.
Melihat Richard yang sedang sibuk bermain dengan Verrel yang tak lain adalah pamannya. Terlihat Cassandra dan Richard yang sama-sama bergandengan tangan mereka sama-sama menatap satu sama lain dengan senyuman mereka.
Terlihat dari raut wajah mereka terlihat sangatlah bahagia melihat semua ini, dengan bersandar disalah satu bahu kanan Richard, Cassandra akhirnya bisa tersenyum lepas tanpa beban atau pun ketakutan yang ia takutkan selama ini
__ADS_1
Percayalah, roda kehidupan itu selalu berputar. Adakalanya duka datang merundung kepiluan kepada kita. Dan adakalanya juga bahagia datang dengan pelangi kehidupan yang indah setelah beberapa rintangan besar yang telah menghadangnya sebelumnya.
TAMAT