Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
mulai membaik


__ADS_3

Ada dimana aku ini kenapa aku bisa ada disini?" gumamnya yang kemudian Cassandra ingat kecelakaan yang barusan terjadi padanya. Akan tetapi yang membuatnya bersedih bukan tentang itu melainkan, tidak ada rasa kepedulian seseorang kepada dirinya.


"Baiklah jika selama kebaikan yang aku lakukan tidak pernah bisa dihargai olehnya. Maka mulai sekarang aku sendiri juga tidak akan pernah peduli lagi dengannya, lagian untuk apa aku mempertahankan seseorang, jika seseorang itu gak pernah melihatku mau pun menganggap ku sebagai Istrinya dan hanya menganggap ku sebatas sampah buangan. Dengan aku bersikap lemah kepadanya ia tambah akan semakin menginjak harga diriku jadi mulai sekarang kita lihat saja nanti."


Aku tidak pernah tahu kenapa hidupku harus menderita dengan cara seperti ini, dulu pada saat aku masih bersama dengan kedua orang tuaku dan saudaraku hidupku tidak pernah mendapat penderitaan seperti ini. Tapi kenapa sekarang semuanya telah berubah drastis seperti ini.


Dan kenapa sekarang pada saat aku sudah menikah dan sudah memiliki seorang Suami kenapa hidupku harus mengalami penderitaan seperti ini bahkan Suami yang harusnya melindungi Istrinya dari mara bahaya, ia malah tega menjerumuskan ki kedalam lembah jurang yang sangat dalam bahkan dia sama sekali tidak mau menghargai ku sebagai Istrinya. Apa aku memang sangatlah tidak pantas untuk bisa merasakan apa arti kebahagiaan yang sesungguhnya.


Ternyata untuk menggapai apa yang kita inginkan, ada banyak sekali cobaan yang harus kita hadapi terlebih dulu. Aku sadar aku ini siapa, aku hanya wanita yang beruntung karena bisa menikah dengan seorang laki-laki tampan seperti Richard tapi wanita sepertiku memang sangatlah tidak pantas.


Menangis dengan tersedu-sedu dan mengingat kejadian yang baru aja dia alami. Dan tak lama seseorang pun datang dan membuka pintu.

__ADS_1


Cklek.


Air mata yang tadinya menetes tanpa henti, dengan menundukkan kepalanya, kemudian seseorang yang tiba-tiba datang membuat pandangan Cassandra pun berpaling kearah seseorang itu.


"Kamu?, tanya Cassandra yang kemudian Pria yang tak lain adalah Gibran pun menghampirinya.


"Jadi andalah orang yang berbaik hati mau menolong ku. Dan membawa ku kesini? tanyanya yang kemudian Gibran berkata.


"Iya memang aku orangnya Cassandra. Syukurlah jika kamu sudah sadar, aku juga inggin mengatakan kalau pada saat kamu kecelakaan pihak Rumah sakit sudah memberitahu Suamimu, tapi....


"Apa kamu terpaksa menikah dengan Suamimu? atau mungkin pernikahan yang kalian jalani hanyalah pernikahan paksaan? karena aku tau setiap pernikahan akan dijalani karena adanya rasa cinta dan kesetiaan pada setiap pasangan. Dan aku juga tahu kalau orang yang menikah pada sejatinya orang itu akan merasa sangat bahagia biarpun dalam hati pasti ada luka yang mereka sembunyikan, tapi kamu? kamu terlihat sangat lemah dan putus asa. Bahkan mata kamu itu sudah tidak bisa lagi dibohongi jadi katakanlah.

__ADS_1


Mendengar curhatan dan ungkapan yang dilontarkannya membuat tangisan Cassandra akhirnya terjatuh.


"Kamu? kenapa kamu menangis aku kan hanya bertanya? baiklah aku tahu kamu itu orang yang baik, jadi ingatlah seberat apa masalah kamu sekarang, kamu tidak boleh lemah, kamu harus semangat dan kamu harus tunjukkan sama laki-laki itu kalau kamu itu bukan wanita yang lemah jadi kamu harus semangat, kamu jangan putus asa seperti ini.


"Terima kasih ya? terima kasih karena kamu sudah semangati aku, baru kali ini aku ketemu sama orang yang sebaik kamu padahal kita ini belum sama-sama saling mengenal dengan dekat. Akan tetapi kamu ternyata sangatlah baik sama aku.


"Kamu adalah saudara kesayangan temanku, jadi mana mungkin aku akan mengabaikan mu. Baiklah kalau gitu, ya sudah karena sekarang aku sudah tahu kalau kamu sudahlah sadar aku pamit pergi, karena masih ada tugas yang harus saya selesaikan di Kantor sekarang. Dan kamu tenang aja kak Verrel sudah aku hubungi jadi sebentar lagi dia pasti akan datang tunggulah.


"Baiklah berhati-hatilah. Sekali lagi terima kasih.


"Sama-sama, ya sudah ayo pak kita pergi," ucap Gibran yang kemudian sekretarisnya pun menjawab.

__ADS_1


"Baik Tuan silahkan.


BERSAMBUNG.


__ADS_2