Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Pertemuan antara Cassandra dan Richard


__ADS_3

Sahabat, bagiku sahabat pasti akan menolong disaat kita membutuhkan bantuan tapi apa yang dia lakukan? Berlagak sok kaya dan tidak ingat akan yang namanya arti persahabatan yang sesungguhnya apa itu masih bisa dianggap sebagai sahabat. Ingatlah Richard kamu janganlah mudah putus asa akan yang namanya perkataan. Semua orang bisa berkata dengan mudah hanya dengan mengandalkan omongannya. Tapi tidak semua orang bisa membuktikan kesetiaannya apa kamu mengerti!"


Terduduk disalah satu kursi dengan lamunannya yang tiada henti. Tiba-tiba seseorang datang dan memeluknya sembari menangis sejadi-jadinya.


Terkejut dengan apa yang dilakukan wanita ini, ia lantas merangkul pundak wanita itu yang tak lain ia adalah Adik kandung dari Richard sendiri.


"Amel ada apa? Apa yang terjadi kenapa kamu menangis? Ada apa sayang wajah kamu? Wajah kamu kenapa dan siapa yang berani melakukan semua ini padamu?" tanyanya dengan wajah yang dipenuhi akan kepanikan lantaran melihat goresan yang terdapat pada wajah adik kesayangannya.


"Ini kan tadi ada cewek yang sangat benci pada Amel. Dan dia tak segan-segan melukai wajah Amel karena ia iri padaku, aku malu...aku malu melihat wajahku yang terluka seperti ini, jadi mulai besok aku tidak mau masuk kuliah lagi, aku tidak mau!"rengeknya dengan mendekap tubuh kakaknya.


"Sialan berani sekali dia berbuat seperti ini. Apa dia tidak sadar dengan siapa ia cari gara-gara saat ini?"bentaknya dengan amarah yang menjadi.


"Kayaknya aktingku Sangatlah bagus sampai-sampai kak Richard percaya akan tipuan ku ini?"batinnya dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


"Kamu tenang aja sayang besok kakak akan mendatangi kampus kamu. Dan lihatlah apa yang akan aku lakukan pada wanita yang sudah berani melukai adik kesayangan ku ini," gumamnya dengan mengepalkan kedua tangannya.


Pagi yang cerah telah menampakkan sinarnya. Disalah satu kampus elit dan berkelas yang tak lain adalah universitas kasuari.


Halaman kampus yang tadinya damai, kini berubah menjadi pandangan yang mengejutkan, setelah hadirnya gerombolan mobil sports mewah yang tiba-tiba datang memasuki wilayah kampus dan hampir memenuhi lapangan futsal.


Secara bersamaan mobil sport mau pun motor gede perlahan-lahan mulai memperhentikkan laju kendaraannya. Dan secara bersamaan juga pemilik dari mobil sports hitam itu pun keluar dan menampakkan jati diri yang sesungguhnya.


Disusul akan hadirnya Amel yang tiba-tiba keluar dari dalam mobil, membuat semua wanita pada teriak histeris.


"Amel...itu dia beneran Amel kan? Aku tidak lagi salah lihat kan?" tanya Wanita itu yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


Semua pandangan yang hampir tertuju pada letak laki-laki berwajah tampan itu, tak lama seseorang wanita yang tak lain adalah Cassandra berlari hendak memasuki salah satu ruangan kelasnya. Akan tetapi lantaran tabrakan yang tidak disengaja membuat dirinya harus berhenti, sekaligus untuk memungut beberapa buku yang tadinya berapa di dekapannya.

__ADS_1


Berjongkok dan memungut buku itu kembali, langkahnya yang hendak akan berjalan ke depan, terlebih dulu dihadang gerombolan laki-laki bertubuh kekar yang sudah hampir siap menyerangnya.


Tatapan demi tatapan telah Cassandra lakukan. Bahkan tidak ada kedipan yang ditunjukkan oleh semua pria bertubuh kekar yang berada dihadapannya saat ini.


Langkah demi langkah mulai mendekatinya, seseorang bernama Richard itu pun perlahan-lahan mulai mendekati pada arah akan keberadaan Wanita bernama Cassandra tersebut.


Menunjuk dagu si cantik yang tak lain ialah Cassandra. Amarahnya seketika memuncak dan tak segan-segan pria itu pun memukul tembok yang berada dekat dari belakang Cassandra.


"Kamu? Jadi kamu Wanita sok keren yang berani melukai wajah adik kesayanganku ini? Apa anda sudah sangat bosan hidup sampai-sampai anda berani memasuki kandang singa yang tidak pernah menganggu anda sebelumnya?" tanya Richard dengan tatapan tajamnya, dan mampu membuat jantung Cassandra rasanya ingin copot.


"Laki-laki ini? Jadi dia kakak yang selalu dikatakan oleh Amel. Rupanya gak adik gak kakak mereka sama-sama memiliki sifat yang sangat-sangat menjengkelkan," batinnya yang kemudian ia menepis tangan Richard yang menyentuh dagunya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2