
"Lepaskan aku ...lepaskan aku ...."
Melakukan pemberontakan akhirnya Richard langsung mendorongnya hingga tubuh Cassandra tersungkur diatas ranjang.
Mencengkram dagunya dengan kasar, Richard akhirnya memberikan ancaman padanya.
"Aku sudah memberimu kesempatan untuk jangan pernah berhubungan pada seseorang tapi kenapa kamu masih berani membangkangnya. Aku memberimu kesempatan untuk melanjutkan kuliah-mu bukan ini yang aku mau tapi apa balasan kamu? Kamu malah mencari kesempatan ini untuk menjelek-jelekkan ku pada pria itu apa kamu sengaja ingin membuat-ku marah apa kamu ingin aku membunuh-mu hari ini juga!"
"Aku capek jika tujuan kamu selama ini mau menikahi-ku hanya untuk melampiaskan kemarahan-mu saja kenapa kamu tidak membunuhku saja? Jika kamu mengancam-ku mau membunuh-ku ayo bunuh aku apa lagi yang ingin kamu kamu tunggu ayo bunuh aku!"gertak Cassandra dengan mendorong dada bidang Richard.
"Diam. Aku bilang diam, jika kamu tidak ingin aku lebih kasar dari ini!" bentak Richard dengan menepis tangan Cassandra darinya.
"Baiklah jika kamu ingin melihat aku mati kamu akan melihat sendiri gimana aku akan mati tepat dihadapan kamu. Dan kamu tidak perlu repot-repot lagi cari cara untuk membunuh-ku karena senjata inilah yang akan jadi saksinya
Mengambil satu sengaja yang tak lain berupa gunting yang berada diatas nakas. Segera Cassandra mengambilnya dan hendak ingin menancapkan pada perutnya sendiri tapi dengan sigap Richard menghalanginya dengan mendorong Cassandra hinga terjatuh. Dan gunting ya ia genggam tadi pun tersungkur jauh dari posisinya.
Melihat gunting yang berada agak jauh darinya. Cassandra berbalik menatap kearah Richard, tak lama ia menatap balik kearah gunting tadi dan berniat ingin mengambilnya lagi. Akan tetapi lagi-lagi Richard menghalanginya dengan mendekap tubuhnya.
"Apa yang kamu lakukan apa kamu udah gila," gertak Richard akan tetapi Cassandra berusaha memberontak.
Tak tahan Richard akhirnya memberikan pukulan pada Cassandra yang akhirnya membuatnya jatuh pingsan. Melihatnya sudah dalam tidak sadarkan diri, kemudian ia membaringkan tubuh Cassandra diatas ranjang.
"Astaga apa yang aku lakukan kenapa aku malah menghalanginya untuk jangan bunuh diri. Bukankah ini yang aku inginkan sejak dulu, tapi kenapa lagi-lagi aku lemah setiap kali menghadapi wanita sialan ini?" batin Richard yang merasa bingung dengan hatinya sendiri.
"Astaga Non Cassandra?"ucap Bibik yang begitu terkejut melihat Cassandra jatuh pingsan.
"Bik aku ada urusan jadi Bibik bisa kan jagain dia untuk jangan pergi dari sini?"
"Baik Tuan, Bibik akan menjaganya," balas Bibik kemudian Richard bergegas keluar dari ruangan ini.
Salah satu kediaman seseorang yang terbilang megah dan mewah hadirlah seorang laki-laki yang baru aja turun dari mobil sport berwarna hitam, yang kemudian ia memasuki Rumah yang sangat mewah tersebut. Dan langkahnya terhenti setelah ia melihat seseorang yang ia datang juga.
"Om Roland? Apa yang ingin om cari kenapa Om tiba-tiba datang kesini?" tanya Richard yang belum selesai berkata. Akan tetapi sebuah tamparan ia dapatkan dari seseorang itu.
"Om? Apa yang om lakukan kenapa Om malah menamparku?"
__ADS_1
"Richard mana janjimu bukankah kamu bilang kalau kamu ingin menikahi Sandra tapi mana? Mana janji-mu?"tegas seseorang itu yang tak lain adalah Papanya Sandra.
"Maafkan aku Om, maafkan aku kalau aku telah mengecewakan Om, Richard janji segera mungkin Richard akan menikahinya Richard janji.
"Apa omongan kamu bisa om percaya sekarang?"
"Baiklah jika dengan ucapan tidak bisa membuat Om percaya padaku, gimana kalau besok pernikahan itu diselenggarakan, Richard janji besok Richard akan menikahinya.
"Apa kamu yakin. Dan om bisa mempercayai-mu?"
"Iya Richard yakin dan om tenang saja untuk kali ini Richard tidak akan mengecewakan Om lagi, Richard janji!"
"Om pegang omongan kamu!"
"Baik Om."
Selangkah Roland pergi dari hadapan Richard dan menampakkan ekspresi wajah tegangnya. Melihatnya nampak marah perasaan bingung pun dirasakan Richard saat ini.
Sinar matahari pagi telah berganti malam tiba menyinari alam semesta ini. Cassandra yang baru saja terbangun ia dikejutkan dengan kehadiran Bibik yang berada disampingnya.
"Bibik?"
"Bibik sudah lama ada disini?"
"Bibik baru saja datang tadi pagi setelah Tuan Richard memerintahkan -ku untuk jadi ART di rumah ini. Oh iya kenalin nama Bibik, Bibik Ijah non bisa panggil Bibik dengan sebutan Bibik Ijah.
"Iya bik namaku Cassandra kayaknya Bibik juga sudah tahu nama-ku. Oh iya dimana Tuan Richard apa dia masih ada disini?"tanya Cassandra kemudian Bibik menjawabnya.
"Tuan tadi pergi dalam keadaan terburu-buru saya tidak tahu kemana Tuan akan pergi,tapi saya ingin Nyonya tetap ada disini agar Tuan Richard tidak memarahi saya.
"Baiklah Bik, aku akan tetap ada disini Bibik tenang aja,"balas Cassandra dengan mengusap-usap punggung Bibik.
"Ya sudah Bibik mendingan istirahat saja aku gak papa kok."
"Baik Nyonya ya sudah saya tingal dulu."
__ADS_1
"Baik Bik."
"Kemana perginya laki-laki jahat itu apa dia pergi ke club lagi?"batinnya yang terus menunjukkan tatapan sinisnya.
Di-situasi lain yang lebih tepatnya berada dalam salon pemilihan gaun pengantin, terlihat Richard dan Sandra nampak sibuk memilih gaun atau pun jas pengantin yang ingin mereka kenakan esok hari.
Akan tetapi nampak dari raut wajah Richard yang terlihat lesu atau sedang memikirkan sesuatu. Tak lama Sandra datang dan duduk dipangkuan Richard yang dimana Richard sedari tadi bengong duduk di sofa.
Terkejut dengan tindakan apa yang dilakukan Sandra saat ini. Richard kemudian menurunkannya.
"Sandra apa yang kamu lakukan malu dilihat banyak orang, turunlah!" perintahnya kemudian ia bergegas berdiri melihat pemandangan diluar jendela.
"Ada apa sih sama kamu Richard bukankah pernikahan ini pernikahan yang kita nantikan sejak dulu, tapi kenapa? Kenapa giliran sudah tiba saatnya kamu terlihat tidak menginginkan pernikahan ini. Apa kamu tidak mau menikah dengan-ku baiklah jika kamu tidak setuju dengan pernikahan ini lebih baik kita batalkan saja pernikahan ini.
Selangkah Sandra berniat akan pergi. Dan tangisan Sandra yang membuat orang-orang pada fokus menatapnya dan berbalik menatap kearah Richard dengan pandangannya yang terlihat tajam.
"Sandra apa maksud kamu. Kamu salah faham aku melamun bukan karena aku tidak menginginkan pernikahan ini, jadi aku mohon buang pikiran kamu itu.
"Baiklah jika kamu sungguh-sungguh mau menikahi-ku aku ingin malam ini juga kamu menikah-ku apa kamu bersedia?"tanya Sandra dengan raut wajah Richard yang nampak kebingungan.
"Baiklah aku mau menikah dengan-mu saat ini juga," balas Richard yang hanya menunjukkan senyuman terpaksa-nya. Sedangkan Sandra yang merasa senang ia memeluk Richard.
Pernikahan yang pada biasanya dihadiri banyak orang, bahkan beribu-ribu tamu undangan yang hadir untuk menyaksikan hari bahagia itu pada sesama calon mempelai. Akan tetapi pernikahan kali ini tidak sama dengan pernikahan orang-orang pada umumnya.
Tamu undangan yang hanya dihadiri pihak keluarga dan para anak buah Richard membuat suasana akad nikah nampak terlihat sepi.
Sah ...
Setelah sah menjadi sepasang suami-istri Richard mau pun Sandra memberikan kecupan satu sama lain.
"Richard, terima kasih karena kamu sudah mengabulkan permintaan om. Sekarang Sandra sudah jadi Istri kamu jadi Om harap kamu bisa menjaganya lebih dari menjaga diri kamu sendiri.
"Papa tenang saja. Sekarang Sandra sudah jadi Istri-ku jadi sudah seharusnya aku menjaga dan melindunginya. Dan Papa tenang saja aku tidak akan mengecewakan Papa lagi.
"Papa pegang omongan kamu, jika Papa lihat kamu membuat Sandra menangis maka kamu harus siap-siap berhadapan dengan Papa apa kamu mengerti!"
__ADS_1
"Iya Pa, Richard mengerti!"
BERSAMBUNG.