Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Akankah berhasil tertangkap


__ADS_3

Markas Black blacer #


"Tuan Richard gawat markas kita telah didatangi orang-orang luar dari wilayah kekuasaan kita ini!.


"Maksud kamu apa Ric, memangnya alat pendeteksi yang kamu pegang memberi kode akan kedatangan tamu yang tidak diundang?" tanyanya dengan tegas.


"Biar lebih jelas lagi sekarang Tuan lihat sendiri."timpal Rico berlalu ia menyerahkan alat tersebut.


"Baiklah."


"Sinyal dan kode merah telah nyala yang artinya menandakan jika ada seseorang yang berhasil menyelinap masuk kedalam markas ini.


"Sial, coba kamu perlihatkan cctv nya. Sebelum kita melarikan diri dari sini aku inggin melihat siapa orang itu.


"Baik tuan.


"Polisi... benar dugaan-ku kan baru saja aku berfikir ketakutan ini benar-benar terjadi. Jadi sekarang tunggu apa lagi ayo kita segera pergi dari sini sekarang.


"Sial polisi lagi, dari mana mereka tahu tempat persembunyian kita. Semua ini pasti ulah wanita itu.


"Tuan kita tidak ada waktu lagi, secepatnya kita harus segera pergi meninggalkan tempat ini jika tidak inggin kita mendekam dipenjara.

__ADS_1


"Baiklah kita bawa alat pendeteksi dan senj*ta penting kita kemudian kita lewat terowongan bawah tanah yang akan tertuju pada pintu keluar Markas ini nanti.


"Baiklah. Semua senjata sudah aku bawa tuan sekarang cepat kita pergi dari sini.


"Baik cepatlah.


Pergi meninggalkan ruangan ini dan lewat terowongan yang bisanya hanya mampu dilewati satu per orang dan dengan membungkuk Akhirnya mereka pun berhasil keluar dari ruangan yang sudah dikepung oleh para Polisi.


"Akhirnya kita bisa keluar juga dari pintu darurat ini sekarang ayo cepat kita pergi dari sini sekarang.


"Tunggu, untuk mengelabui mereka mendingan kita berpencar karena jika kita berkumpul jadi satu pasti polisi akan tambah mudah menangkap kita. Jadi jika diantara kita ada yang tertangkap salah satu dari kita harus ada yang berhasil meloloskan diri.


"Baiklah jaga diri kalian. Kita mulai berpencar sekarang.


"Baik tuan." balas Rico.


"Hey... jangan lari kalian!" teriak salah satu Polisi yang memergoki mereka.


"Sial polisi itu melihat kita, cepat kita pergi dari sini. Perintah Richard yang kemudian anak buahnya pun berlari meninggalkan lokasi ini.


Dyarr...Dyar....Dyar...

__ADS_1


"Hey... jangan kabur. Kapten mereka melarikan diri beberapa arah kapten."


"Sial cepat kejar mereka dan jangan sampai mereka berhasil meloloskan diri," perintah Revan yang kemudian mereka semua pun berpencar.


Dyar..


"Aw.. lengan-ku dasar breng*ek ia menembak lengan-ku rasakan ini!. timpal Richard yang kemudian ia pun menembakkan dua peluru kearah polisi itu.


Dyar...Dyar..


"Sial dia melawanku." gertak Polisi yang berhasil menghindari serangan pelu*u yang hampir mengenainya.


"Aku harus segera pergi dari sini aku gak mau sampai tertangkap oleh mereka. Apalagi dengan luka tembakan yang aku alami ini bisa-bisa aku kehilangan banyak darah jika tidak segera meloloskan diri dari mereka." ucapnya sembari berlari dan menggenggam lengan tangan kirinya dengan keras.


"Kapten apa yang harus kita lakukan, kita telah kehilangan jejak mereka semua?" tanya salah satu polisi dengan nafasnya yang tersengal-sengal lantaran mengejarnya tadi.


"Sekarang kita biar kan saja laki-laki bajingan itu kabur. Karena cepat atau lambat kita pasti bakal menemukannya kembali, jadi sekarang cepat kita kembali," perintahnya Revan dengan wajah sedikit marah.


"Baik Tuan," balas anak buahnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2