Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Bab 4 ( Amarah Erlangga )


__ADS_3

Tak tahan dengan perkataan dan hinaan yang dilontarkan oleh Amel, tangan Cassandra yang sedari tadi telah mengepal dalam hitungan detik tangan itu pun berhasil membungkam mulut Amel dan membuat bekas luka cakaran pada pipinya akibat cengkeramannya itu.


Tak hanya itu Cassandra juga dengan sengaja menendang kursi yang tadinya tertata rapi dan dalam sekejab kursi itu pun menjadi berantakan tak terurai.


Terkejut dengan apa yang barusan dilakukan Cassandra dihadapan banyak orang. Amel yang menahan sakit dengan memegang wajahnya sembari berfikir dan tak percaya dengan siapa ia berhadapan sekarang.


"AW...apa kamu sudah gila? Apa kamu berniat ingin merusak wajahku?"tegasnya.


"Masih beruntung aku hanya merusak wajahmu. Jika kamu mengijinkan aku bisa melakukan lebih dari itu. Dan untuk kalian semua aku peringatkan ke kalian, jika aku tahu dan mendengar kalian menghina dan menyebutnya dengan kata hinaan lagi maka jangan salahkan aku kalau aku akan melakukan tindakan yang sama seperti yang dialami olehnya. Apa kalian mengerti!" ucapnya yang tanpa berkata ia langsung membanting sesuatu yang membuat orang-orang yang berada disini menjadi tegang dengan tatapan yang sangat heran.

__ADS_1


"Gila. Apa kamu sudah gila? Apa kamu tidak waras dan ingin cari ma*i apa kamu lupa siapa aku. Aku ini penguasa jadi jaga bicara kamu dan sikapmu itu!"


"Penguasa. Memang dulu aku berfikir kamu memang seorang penguasa tapi aku sadar jika seseorang seperti mu sudah tidak pantas lagi untuk menjadi seorang penguasa. Dan ancaman kamu aku sama sekali tidak takut lagi dengan ancaman itu lagi apa kamu paham. Sudah Nina ayo kita pergi tidak ada gunanya kita masih berada disini," ajak Cassandra dengan membawa Nina pergi dari hadapan Amel.


Tidak terima dengan perlakuan dan hinaan yang ditunjukkan Cassandra padanya dihadapan banyak orang. Tangannya yang mulai menggenggam erat dengan raut wajah yang menahan amarah besar. Amel akhirnya pergi dengan raut wajah yang terlihat sangat menakutkan.


"Apa kamu sudah gila kenapa kamu berani sekali mencari masalah dengannya apa kamu tidak takut kalau dia akan berniat jahat padamu?" tanya Nina yang berlalu menghentikan langkah mereka.


"Baiklah sekali lagi terima kasih, terima kasih karena kamu sudah mau menolongku.

__ADS_1


"Iya sama-sama,kita satu kampus jadi itu artinya kamu juga sahabat ku jadi mana mungkin sahabat akan pergi meninggalkan sahabat disaat ia membutuhkan. Ini sudah jadi tanggung jawabku jadi janganlah berkata seperti itu lagi.


"Baiklah.


Di sebuah ruangan terdapat banyak seseorang berseragam hitam yang tak lain adalah seorang bodyguard yang telah berbaris rapi disebelah seseorang pria bernama Erlangga dengan wajah datar dan dingin miliknya, itu membuat aura seramnya semakin terpancar. Ia duduk di kursi kuasanya dikelilingi banyak bodyguard yang berjaga.


Seluruh bodyguard berkeringat dingin melihat tatapan Tuannya. Sekali gebrakan nyatanya mampu membangkitkan rasa takut semua orang yang berada disekelilingnya.


Brakk!

__ADS_1


Semua yang ada di sana seketika tersentak kaget saat Pria itu menggebrak meja dengan emosi yang menggebu-gebu. Dengan tatapannya yang sangat tajam.


BERSAMBUNG


__ADS_2