Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Kapan Richard berubah


__ADS_3

"Dasar bodoh apa yang sudah kamu lakukan Richard dan kenapa bisa-bisanya kamu melakukan tindakan itu pada wanita sialan itu. Tidak, aku tidak boleh lemah aku harus tetap menjalankan rencana balas dendam-ku aku tidak mau hanya gara-gara masalah ini aku jadi lemah dan melupakan rencana balas dendam-ku.


Batinnya yang terus berkata Hinga kemudian ia mulai membuka pintu ruangan kerjanya. Akan tetapi begitu ia sampai, ia sudah disuguhi dengan kehadiran Sandra yang ternyata telah menunggunya.


"Sandra? Sejak kapan kamu datang kesini?" tanya Richard yang terkejut setelah ia membuka pintu ruang kerjanya. Melihat Richard sudah datang bergegas ia pun memeluknya.


"Sayang aku kangen banget sama kamu. Apa kamu tahu sehari tidak bertemu denganmu rasanya aku tidak punya tenaga lagi untuk bangkit dan melakukan aktifitas jadi akhirnya aku nekat datang kesini karena aku tidak mau kondisiku akan parah kalau tidak bertemu denganmu.


"Kamu itu ternyata sedari dulu tidak pernah berubah ya? Kamu masih aja manja sama aku?"balasnya dengan tersenyum.


"Ya sudah sebagai hadiah karena kamu seharian telah mengabaikan ku, bolehkan kalau aku mencium kamu satu kali aja?" tanya Sandra dengan nada manjanya.


"Baiklah silahkan," balas Richard yang kemudian Sandra pun mengecup leher Tristan.


"Apa kamu menyukainya?"tanya Sandra yang mulai memancing hawa nafsu Tristan.


"Sudahlah ini kan waktunya kerja jadi lebih baik kamu kembalilah ke perusahaan kamu, aku takut kalau ada orang yang akan melihat hubungan gelap kita jadi mendingan kamu cepatlah kembali. Dan sebagai gantinya kamu tenang aja nanti malam aku akan datang ke hotelmu?

__ADS_1


"Richard kira-kira jika Istrimu tahu hubungan kita apa dia akan menceraikan mu?"tanya Sandra dengan tangannya yang mulai meraba-raba kebagian dada kekar Richard.


"Sudahlah jangan bahas soal itu aku malas kalau membahas soal Wanita itu.


"Kamu itu kenapa kelihatannya sangat benci sekali sama dia? Dia kan Istrimu memangnya apa kesalahannya? Kenapa kamu sampai tega mengkhianatinya?"ucapnya yang penuh dengan rasa penasarannya.


"Sekali lagi kamu bertanya dan membuat darah tinggi-ku naik, maka jangan salahkan aku kalau aku tidak segan-segan akan memangsamu secara habis-habisan apa kamu mengerti?"tegas Richard dengan sedikit menggodanya.


"Jadi kamu mau memangsa ku?" tanya Sandra lagi dengan memainkan bibirnya sendiri, sedangkan Tristan yang melihatnya ia pun nampak mulai termakan akan hawa nafsunya.


Setelah beberapa menit mereka melakukan tindakan itu dan tidak mau mengakhirinya. Seketika mereka berdua pun terkejut setelah apa yang tidak mereka pikirkan terjadi, gimana seseorang tiba-tiba datang dan melihat tindakan mereka. Dan seseorang itu yang tak lain ia adalah Cassandra.


"Astaga aku kira siapa ternyata ini istri sialan kamu?" gumam Sandra akan tetapi ia tak kunjung melepaskan pelukan Richard.


"Rupanya kamu sampai sekarang masih berani menggoda suamiku? Kamu itu cantik tapi kenapa kamu gunakan kecantikan kamu buat mengait seorang laki-laki yang jelas-jelas sudah beristri? Tapi sudahlah itu tidaklah penting yang penting sekarang aku minta uang," ucap Cassandra dengan mengulurkan tangannya kearah Richard.


"Richard, jadi ini Istri kamu ternyata lebih buruk dari yang aku kira dan kamu? Aku tidak perlu menyebutkan siapa nama kamu karena itu tidak akan penting. Karena yang terpenting sekarang aku hanya inggin mengasih tahu kamu kalau kita berdua tidak menunggu waktu lama akan segera menikah apa kamu mengerti jadi siapkan mental kamu itu. Oh iya tujuan kamu datang kesini hanya meminta uang bukan, jadi ini ambillah," balasnya dengan kasar Sandra melemparkan beberapa lembar uang 100 tepat kearah wajah Cassandra.

__ADS_1


"Bisa-bisanya kamu berkata seperti itu. Dan kamu? Apa kamu sadar kita ini masih sah menjadi sepasang Suami Istri apa kamu pantas melakukan semua ini padaku? Apa kamu pantas?"


"Menurutku pantas! Kita kan hanya melakukan pernikahan atas dasar nikah paksa bukan dengan adanya cinta, sedangkan hati dan perasaan kita juga tidak memilikinya, jadi sudahlah kita jangan ributkan masalah ini.


"Baiklah tidak ada gunanya aku datang kesini hanya untuk melihat wajah pelakor ini. Dan kamu? Kamu sudah berani menduakan-ku dan juga berani mempermainkan janji suci pernikahan jadi mulai sekarang jangan salahkan aku kalau aku juga berani menduakan-mu apa kamu mengerti. Dan uang itu ambillah karena aku terlalu suci menerima uang haram dari tangan wanita ****** seperti-mu,"ucapnya yang langsung pergi dari hadapan mereka.


"Astaga wanita itu, dia pikir dia siapa dasar menyebalkan!" ujar Sandra.


"Apa maksud dari omongannya tadi. Apa dia sungguh-sungguh berani melakukannya?" batinnya yang bertanya pada dirinya sendiri.


Satu kata yang mampu terucap dari mulutnya. Mengatakan dengan jujur rasa kecewa yang sedang ia rasakan. Nampak Cassandra sudah tidak perduli lagi dengan pria yang bernama Richard yang jelas-jelas seseorang itu adalah suaminya sendiri.


Apa kebahagiaanku sangatlah mahal bila dibeli sampai-sampai untuk mendapat kebahagiaan yang sempurna aku harus melalu rintangan sebesar ini.


Berjalan dalam langkah yang pelan, ditambah lagi air mata yang terus mengalir dari kedua sudut matanya. Langkah Cassandra seketika terhenti setelah sebuah mobil hitam turun dan menghadang jalannya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2