Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Ciuman kedua


__ADS_3

"Aku harus segera pergi dari sini aku gak mau sampai tertangkap lagi oleh mereka," ucapnya sembari berlari sekuat tenaganya.


Dan tepat di perbatasan kampung yang jalannya terbilang sangat sempit, tiba-tiba ada seseorang yang langsung menarik tangan kanannya dan membawanya digang sempit yang terlihat sepi dan sedikit gelap karena kurangnya lampu penyinarnya.


Wajah Cassandra seketika terkejut setelah ia tahu siapa orang yang telah membawanya ketempat sempit seperti ini.


" Kamu," apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah menolongku dan membawaku kesini?" apa kamu ingin menyerahkan aku pada mereka?" tanya Cassandra dengan menunjukkan tatapan sinisnya. Yang kemudian Richard yang mendengarnya ia seketika langsung membungkam mulut Cassandra.


"Jangan banyak bertanya. Di sekitar sini masih ada mereka yang mengincar-mu jadi kamu diam-lah," perintah Richard yang seketika membuat Cassandra pun terdiam.


"Kamu pikir kamu siapa?" apa kamu pikir aku bakal percaya dengan tipuan kamu ini?" bentaknya yang langsung menghempaskan tangan Richard darinya.


Tak perduli akan perkataan yang dilontarkannya. Dengan segera Richard segera menggenggam erat tangan Cassandra. Dan membawa kabur dan menyembunyikannya disalah satu gang sempit perasaan Cassandra tiba-tiba jadi kurang tenang.

__ADS_1


Mendengar ada suara seseorang yang bertanya pada salah satu seorang penguna jalan, Cassandra menatap kearah Richard dengan tatapan bingung. Lantas gak ada pilihan lain lagi ia pun segera melepaskan jaket hitam yang ia kenakan Cassandra.


"Apa yang lakukan?" tanya Richard yang merasa sedikit marah, akan tetapi melihat Richard yang menatap dirinya dengan tatapan serius Cassandra dibuat terkejut lantaran Richard yang semakin menatap dirinya. Sekaligus perlahan lahan Richard semakin mendekatkan wajahnya ke arah Cassandra yang seketika membuatnya tambah semakin bingung.


"Kamu?" apa yang inggin kamu lakukan, kenapa kamu menatap-ku dengan tatapan seperti itu?" tanya Cassandra yang kemudian dia pun berjalan mundur perlahan-lahan. Melihat Cassandra yang nampak cemas, Richard dengan langsung ia malah semakin mendekatkan dirinya pada Cassandra yang akhirnya membuat Cassandra tambah semakin terdesak lantaran dia sudah sangat terpojok lantaran posisi belakangnya sudahlah tembok.


Melihat wanita dihadapannya bingung dengan menunjukkan tatapan sinisnya, tanpa berkata lagi Richard langsung menci*m bibir Cassandra secara perlahan.


Tersadar dengan apa yang dilakukan laki-laki ini sekarang, tubuh Cassandra rasanya seperti terikat bahkan mulutnya gak mampu untuk dia ucapkan satu kalimat pun lagi. Bahkan untuk memberontak rasanya ia tak sanggup.


"Gimana apa kamu menemukan wanita itu?"


"Tidak. Kayaknya ia berhasil melarikan diri dari kejaran kita," balasnya yang kemudian tak sengaja melihat dua sejoli yang sedang berci*man.

__ADS_1


"Hm..apes banget ya malam-malam gini melihat pemandangan kaya gini?" balasnya yang melihat kearah dua seseorang yang sedang berciuman.


"Sudah-sudah ayo kita pergi, lagian disini tidak ada apa-apa lagi, sudah ayo cepat pergi," ajaknya yang kemudian dua pria itu pun bergegas pergi dari tempat ini.


Setelah para penjahat itu pergi akhirnya pergi meninggalkan mereka tanpa ada rasa curiga sama sekali. Cassandra yang melihat kepergian mereka, dia pun merasa sangat lega sekarang tapi merasakan dua bibir yang masih tertempel dalam satu sama lain Cassandra seketika terdiam


tidak terkutik.


Menyadari jika bibirnya masih dilahab oleh Richard tanpa henti. Cassandra dengan kasar ia langsung mendorong tubuh Richard.


"Aku tidak tahu apa maksud anda bermain-main seperti ini? aku juga tidak tahu apa maksud anda menyelematkan ku sekarang ini. Tapi yang jelas biar pun anda sudah jadi pahlawan-ku jangan harap jika aku akan berbalas budi pada anda karena itu tidak akan pernah terjadi," balasnya kemudian ia yang hendak akan pergi.


Akan tetapi lagi-lagi langkahnya terhenti setelah Richard yang dengan langsung menarik tangannya dan membuat tubuh Cassandra lagi-lagi jatuh tepat dihadapan Richard. Pandangan yang tidak bisa dihindari lagi-lagi membuat dua mata yang sama-sama berpandangan itu pun tak bisa dihindari lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2