
Setelah mendapatkan teror ini, Erlangga tidak berdiam diri dengan langkah cepat dan sigap ia pun akhirnya melaporkan masalah ini pada pihak yang berwajib. Dan meminta ke pihak kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini, dengan adanya bukti sebuah batu dan selembar kertas putih ini maka Polisi yakin pelaku itu akan segera tertangkap. Dan mereka berharap masih ada bekas sidik jadi pelaku tersebut yang tertempel di batu maupun kertas ini.
"Kamu tenang saja dengan adanya bukti ini, saya rasa akan mempermudah bagi kita untuk mengetahui siapa pelaku itu. Dan berdoalah semoga masih ada bekas sidik jari di batu ini.
"Iya Revan aku juga berharap masih ada sidik jari yang tertempel disana. Tapi menurutmu siapa dalang dibalik semua ini?" apa kamu mencurigai seseorang?" tanya Erlangga.
"Soal itu aku belum tahu pasti Erlangga. Jadi biar pihak kepolisian saja yang mengusut tuntas masalah ini kamu jangan terlalu memikirkan serius masalah ini.
"Terus bagaimana dengan Cassandra?" dia salah satu orang yang diincar oleh pelaku itu, sedangkan sekarang aku tidak tahu apa aku sanggup melindungi-nya nanti. Sedangkan pelaku itu aku takut dia akan nekat dan mencelakainya.
"Tapi yang jadi pertanyaan-ku sekarang bagaimana mungkin bisa rekaman CCTV didepan terbakar seperti ini. Dan ini jaraknya juga agak jauh jadi kalau pun lempar mungkin seseorang pakai batu itu tidak akan mengenainya. Apa jangan-jangan semua ini ulah dari si pelaku itu yang mempunyai bakat melempar?" apa Sandra termasuk salah satu atlet pelempar yang handal sampai-sampai ia bisa melemparkan batu sampai sejauh ini tapi kenapa dia pintar sekali bisa punya ide secerdik ini?"timpal Verrel berlalu pandangan Erlangga dan Revan menatapnya.
"Pelaku tidak melemparkan batu pada CCTV ini, tapi lebih tepatnya pelaku menembakkannya dari arah jauh!" timpal Revan yang kemudian menimpali pembicaraannya.
"Apa kamu sangat yakin?" tanya balik Erlangga.
"Iya aku sangat yakin apalagi dengan adanya misi ini yang jatuh. Ini sudah sangat membuktikan kan?"
"Sandra?" jika dia seseorang yang sudah meneror-ku tadi malam apa dia punya beberapa anak buah untuk membantu melancarkan aksinya ini. Karena aku tahu Sandra tidak akan bisa melempar atau pun menembak dari jarak kejauhan seperti ini itu sangat mustahil," timpal Cassandra yang ikut bingung.
"Orang punya keahlian menembak dari jarak jauh sekalipun. Dan yang aku tahu seseorang itu cuma ada satu yang aku kenal?" timpal Erlangga sesaat ia mengingat sesuatu.
"Maksud kakak?" tanya Cassandra dengan pandangan semua orang yang berbalik menatap kearah Erlangga.
FLASHBACK
__ADS_1
Dyar.....Dyar....Dyar....Dyar.....Dyar....Dyar...
Suara tembakan pun terdengar dengan sangat jelas, satu persatu orang yang berusaha menghadangnya orang itu pun akhirnya menjadi korban akibat ulah dari tindakan yang dilakukan seseorang yang tak lain adalah Richard.
Tidak tahu berapa jumplah orang yang tergeletak disana karena Richard tidak memperdulikannya sama sekali karena ia hanya fokus pada laju kendaraannya."
Berlalu menutup kaca mobil, Richard akhirnya hanya fokus dengan apa yang ada dihadapannya saat ini, tak perduli orang-orang sedang berusaha menembakinya karena ia tahu apa yang orang-orang lakukan saat ini tidak akan mampu menembus mobil yang anti baja dan peluru yang digunakannya saat ini."
Berhasil keluar dengan keadaan selamat tanpa luka sedikit pun. Richard akhirnya memerintahkan anak buahnya untuk segera pergi meninggalkan tempat ini dan berganti menuju ke lokasi awal.
Jarum jam yang berputar dengan sangat cepat membuat mereka tambah semakin gugup dan cemas akan misi yang akan mereka jalankan saat ini. Belum lagi beberapa mobil Polisi yang dengan sigap mengejar mereka dari belakang mobil mereka."
"Tuan. Polisi masih mengejar kita?" tanya Reza lewat benda kecil yang tertempel pada kupingnya."
"Baik Tuan. "
"Sekarang aku perintahkan kalian lempar-lah beberapa paku kejalan ini, karena hanya dengan cara itu kita terbebas dari kejaran mereka."
"Baik Tuan."
Melakukan cara licik dengan menyebarkan beberapa paku dijalanan ini. Rencana mereka pun akhirnya berhasil dan membuat para Polisi tidak berdaya setelah melihat mobil yang mereka tumpangi menggalami kempes secara bersamaan."
Berhasil mengalahkan para Polisi, Richard kemudian mendatangi salah satu bandara yang dimana disana ia sudah disambut dengan tim jet pribadi yang sudah menunggunya sedari tadi.
"Kita gak ada waktu lagi cepat jalankan mesinnya.
__ADS_1
"Baik Tuan.
"Kalian berdua lakukan tugas yang saya perintahkan tadi.
"Baik Tuan.
Reza yang langsung mengenakan pakaian anti peluru sekaligus memakai helm ia pun dengan segera langsung mengendarai sebuah motor besar berwarna hitam dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Sedangkan David yang berhasil menjalankan tugasnya dengan memblokir semua aset jalan yang tujuannya mengarah kearah jalan tersangka.
📞 Reza sasaran sudah sampai ke jebakan kita. Kamu lihat mobil panjang berwarna hitam yang berada tak jauh dari lokasi kamu berada saat ini?"
📞 Mana?" tanyanya sambil melihat kanan mau pun kiri.
📞 Jangan menengok kebelakang jika kamu menengok kamu akan ketahuan, tunggu 10 menit lagi maka kamu akan tahu sasaran sudah semakin dekat kearah kamu?".
📞 Iya aku melihatnya mobil itu baru aja melewati-ku.
📞 Baguslah cepat jalankan kendaraan kamu sekarang!.
📞 Baiklah. Ingat tetap jaga dan perhatikan gerak-gerik-ku jika ada orang yang membuntuti-ku segera beritahu aku.
📞 Baiklah soal itu kamu tenang saja aku bakal mengawasi-mu," balas Reza yang kemudian ia pun menutup telfonnya. Sedangkan temannya ia melajukan laju kendaraanya lagi.
BERSAMBUNG
__ADS_1