Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Amarah Erlangga


__ADS_3

"Kalian darimana aja. Dan kamu Richard kenapa kamu kemaren tiba-tiba pergi pada malam pertama kita kamu gak lagi ada masalah kan?" tanya Sandra akan tetapi pandangan Richard berbalik menatap kearah Cassandra.


"Tidak. Aku tidak apa-apa kok, kemaren aku ada tugas dadakan yang harus aku selesaikan jadi maaf kalau aku menunda malam pertama kita,"ucap Richard.


"Baiklah,"balas Sandra.


"Ya sudah aku masuk dulu,"ucap Richard yang tanpa sepatah kata lagi dirinya berlalu masuk kedalam kamarnya, sedangkan tatapan tajamnya tidak bisa ia hindari ketika menatap kearah Cassandra yang sedari tadi terlihat diam tanpa berkata.


"Kenapa kamu menatap-ku dengan tatapan seperti itu?"


"Kamu? Kamu pasti tahu kan apa maksud dari tatapan yang aku tunjukkan saat ini?"timpal Sandra dengan tatapan sinisnya.


"Entahlah. Lagian tatapan kamu menurutku kurang tajam makanya aku tidak terlalu takut kepadamu. Sudahlah aku capek ingin Istirahat!" timpal Cassandra yang tanpa berkata lagi, ia menepis tangan Sandra yang menghadangnya.


"Cih berani sekali ia berkata seperti itu. Tidak, aku tidak boleh lengah. Melihat perilaku Richard yang agak berbeda dari Richard yang aku kenal dulu. Aku sangat yakin pasti ada sesuatu yang terjadi diantara mereka. Apa mungkin Richard sudah mulai mencintainya? Tidak! Itu tidak boleh sampai terjadi aku harus berbuat sesuatu.


MARKAS Erlangga.


"Dasar bedebah apa ia sadar akan tindakan yang ia lakukan ini. Apa dia ingin cari mati kepadaku!"tegasnya.

__ADS_1


"Ini tidak bisa dibiarkan. Semakin lama kita diamkan anak itu tambah semakin ngelunjak!" tegas Verrel.


Seluruh bodyguard berkeringat dingin melihat tatapan Tuannya. Sekali gebrakan nyatanya mampu membangkitkan rasa takut semua orang yang berada disekelilingnya.


Semua yang ada di sana seketika tersentak kaget saat Pria itu menggebrak meja dengan emosi yang menggebu-gebu. Dengan tatapannya yang sangat tajam.


"Bodyguard cepat siapkan senjataku karena kita akan menemui mangsa baru cepat ambilkan!" perintahnya dengan membentak.


"Ba...baik Tuan ini,"balasnya dengan mengulurkan benda tajam tersebut.


"Sekarang kalian ikut aku. Karena ada mangsa baru yang siap untuk kita lenyapkan!"


"Lihat saja apa yang aku lakukan padamu Richard tunggulah pembalasanku. Kamu sudah berani mencari masalah denganku jadi itu artinya kamu sudah membangunkan singa yang sedang tertidur jadi tunggulah kehadiranku!"


Dengan perasaan yang dipenuhi dengan amarah dan emosi yang tinggi. Richard menjalankan mobil Pajero miliknya ke tempat markas Black blacer. Dalam benaknya dia sudah sangat yakin siapa dalang dari semuanya. Namun dia memiliki rencananya sendiri untuk menaklukkan musuhnya.


Beberapa menit kemudian Richard telah sampai disalah satu tempat yang tak lain adalah kediaman dari Erlangga sendiri, perlahan-lahan ia mulai mendekati sebuah lokasi pembangunan yang dimana terdapat banyak kursi- kursi yang berjajar rapi. Hal itu tidak dihiraukannya, hinga ia menabraknya menggunakan mobil bernilai milyaran rupiah miliknya, tak sabar ingin bertemu seseorang yang ingin ia temuinya.


Orang yang ada disana terkejut dengan kedatangan sebuah mobil yang tak asing bagi mereka. Melangkah kaki di area itu, tidak lupa dengan membawa senjata api miliknya.

__ADS_1


Mengetahui musuhnya sudah berada tepat dihadapannya ia lantas segera turun dan membanting pintu mobilnya dengan sangat keras


"Hey bajingan keluarlah kamu! Hey keluarlah!" teriak Erlangga, sedangkan Richard yang mendengar teriakan yang memanggil namanya ia pantas segera keluar.


Tangan yang sedari tadi mengepal untuk memendam amarahnya. Kini dalam hitungan detik amarahnya sudah tidak lagi ia pendam. Melihat targetnya sudah ada didepan mata, dengan langkah seribu akhirnya ia menendangnya hingga membuat tubuh Richard seketika tersungkur ketanah.


Niatnya yang ingin bangkit dengan sigap Richard berbalik menendangnya lagi dan satu benturan tepat mengenai perut Erlangga lantaran tidak terima laki-laki itu merusak keluarganya.


Dan terus menerus Richard mau pun Erlangga memberikan serangannya secara balik. Pria bernama Erlangga itu terus-menerus menghajar sang lawan seperti kesetanan. Tidak memberikan lawannya untuk melawan sedikit pun sembari mengeluarkan umpatan kasar.


Sedangkan Richard yang tadinya berada dalam posisi setengah berbaring di tanah dan terus mendapatkan pukulan tanpa ampun dari Erlangga ia berusaha bangkit. Sampai akhirnya ia menemukan celah dan langsung saja, memberikan bogeman mentah pada wajah Richard.


Membuat lelaki itu mundur dari hadapannya. Erlangga yang mendapat serangan tak terduga itu pun lantas memundurkan langkah kaki. Dengan nafas memburu ia menatap tajam layaknya harimau ke arah pria yang kini sudah berdiri meski kesusahan dan sesekali merintih.


Tangannya menyentuh sebelah sudut bibirnya, membuat ringisnya lirih terdengar, kemudian ditariknya kembali tangan tersebut yang ternyata terdapat darah. Ah, sial! bibirku terkena pukulan pria kurang ajar itu," gertak Erlangga dengan pandangannya yang terus menatap tajam kearah Pria tersebut.


Dan tanpa memedulikan apa-apa lagi, pemuda tersebut kembali menyerangnya dengan letupan emosi yang semakin bertambah.


Selangkah Richard dan Erlangga ingin melakukan perkelahian lagi, namun Cassandra dengan segera langsung melerai diantara keduanya. Menghadang tepat dihadapannya membuat Richard mau pun Erlangga tidak bisa berbuat banyak.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2