
"Kamu? apa yang kamu lakukan kenapa kamu menarik-ku dan membawaku kabur lepaskan,"gertaknya yang langsung menghempaskan tangan Richard darinya.
"Baiklah jika kamu tidak ingin aku menyelamatkan-mu setidaknya sekarang kamu harus ikut tingal bersamaku," balasnya yang spontan membuat pandangan Cassandra beralih menatap dirinya.
"Maksud kamu apa. Bukankah selama ini kamu memang sangat membenciku bahkan pernikahan yang kita jalankan hanya karena dendam semata kenapa sekarang kamu beralih bertingkah layaknya seorang pahlawan,"gertaknya yang tanpa memberikan waktu Richard buat berkata.
"Baiklah terserah kamu, kamu mau bilang apa tapi yang jelas jika kamu tingal sendiri ada kemungkinan para pria jahat itu akan terus mengejar-mu. Dan mungkin hal yang lebih menakutkan lagi mereka mungkin akan memberimu pelajaran lebih kasar apa kamu mau menanggung semua itu?"
Merasa takut akan ancaman yang diberikan Richard padanya. Cassandra menatap wajah Richard dengan wajah seriusnya.
"Baiklah untuk keselamatan-ku sendiri aku mau kembali satu rumah sama kamu," balasnya yang tanpa berkata ia yang hendak akan masuk rumah. Richard kemudian menghalanginya dengan menarik tangan kirinya.
__ADS_1
"Tunggu jika itu memang sudah jadi keputusan-mu maka kunci-lah rumah ini dari dalam. Dan tidurlah diruang bawah tanah jika kamu merasa kurang tenang jika suatu-suatu mereka akan datang.
"Tunggu kenapa aku harus tidur diruang bawah tanah, bukankah kamu juga ada disini menemaniku?" tanyanya dengan ekpresi heran.
"Aku ada urusan dan aku juga tahu kamu akan sangat cemas jika berada di sampingku jadi nikmatilah malam sendiri bay,"
Satu kata yang hanya terucap dari mulutnya. Setelah menunjukkan sikap yang berbeda dari sifatnya pada biasanya ia bergegas masuk kedalam mobilnya.
"Astaga apa yang barusan ia katakan apa dia lagi lagi kehabisan akal?" gumamnya yang merasa bingung sendiri.
\*
__ADS_1
\*
Dalam sebuah tempat yang dipenuhi dengan sinaran cahaya berwarna- warni, dengan alunan musik disko yang membuat siapapun orang yang mendengarnya pasti akan berjoget dan menunjukkan kemolekan tubuhnya terutama bagi kaum wanita. Ditambah lagi adanya banyak orang yang sedang duduk bersantai sembari meminum beberapa minuman beralcoh*l yang membuat kesadaran mereka perlahan-lahan mulai buyar.
Dalam ruangan dan tempat yang sama ada seorang laki-laki tampan bertubuh sedikit kekar yang menghabiskan waktunya untuk berfoya-foya.
" Tuan berhentilah meminum semua ini, anda sudah terlalu banyak minum ini dan sekarang kondisi anda sudah mabuk berat, jadi hentikanlah," perintah laki-laki berumur 25 tahun yang tak lain ia adalah pengawalnya pribadinya.
"Hey siapa kamu, berani sekali kamu memerintahkan ku apa kamu lupa aku ini atasanmu, apa kamu lupa aku ini atasanmu yang bisa kapan dan dimana aja membun*hmu apa kamu sadar itu, apa kamu mau merasakan peluru panas yang mengenai perutmu," ancam Richard dengan kesadaran yang mulai agak hilang.
"Maaf tuan, bukan maksud saya lancang berkata seperti itu, maafkan saya.
__ADS_1
"Dari pada kamu banyak ngomong, mendingan sekarang cepat kamu antarkan aku pulang," perintahnya kemudian anak buah Richard membantu membopongnya.
BERSAMBUNG.