Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Kematian Roland


__ADS_3

"Jadi itu alasan kenapa Om dengan teganya membantai keluarga-ku dengan kejam. Hanya karena dendam Om buta dan akhirnya ikut menghabisi wanita yang om cintai sendiri. Perbuatan Om sudah sangat melewati batas jadi biarkan senjata ini yang akan mengantar Om pada tempat asal om jadi terimalah.


DYAR ...


DYAR...


DYAR...


Beberapa tembakan telah terdengar saling bertautan. Tubuh Roland yang tadinya masih terlihat normal biar pun perutnya sudah dipenuhi darah yang mengalir. Kini tubuh Roland tidak bisa menopang lagi.


Darah yang semakin mengalir bahkan cipratan darah terlihat mengenai wajah Richard akan tetapi Richard pun tidak memperdulikannya.


Baginya apa yang dilakukannya memang kebenaran kematian harus dibayar dengan kematian dan inilah yang Richard lakukan pada seseorang yang sudah membuat keluarganya meninggal dengan sangat mengenaskan.


"Bukan aku yang menginginkan semua ini. Tapi anda sendirilah yang menginginkannya. Reza!" panggilnya.


"Iya Tuan.


"Cepat singkirkan laki-laki ini!"


"Baik Tuan.


*

__ADS_1


*


*


Dalam ruangan yang megah dan mewah seseorang terlihat cemas berbolak-balik ia sedang berusaha menelfon seseorang tapi nyatanya sambungan telfon itu pun tidak terlihat ada yang mengangkatnya.


"Papa ... dimana Papa sekarang kenapa Papa tidak kaya biasanya susah dihubungi seperti ini. Dan perasaan apa ini? kenapa perasaan-ku tiba-tiba panik tidak karuan seperti ini.


Tak lama ketukan pintu telah terdengar dari luar ruangan ini. Tanpa mau menunggu ia lantas bergegas membuka pintu itu, bertatap muka dengan seseorang Sandra terkejutnya setelah ia tidak percaya dengan siapa ia berhadapan sekarang.


"Polisi. Kalian? apa yang kalian lakukan kenapa kalian bisa ada dikediaman ini. Maksud saya apa yang bapak lakukan disini pak?" tanya Sandra yang terlihat ikut tegang.


"Maaf apa benar ini dengan kediaman saudari Roland?"


"Mendingan sekarang anda datanglah ke Rumah sakit Medika indah karena Papa anda dinyatakan meninggal setelah dihabisi oleh seseorang yang tak lain adalah Suami anda sendiri," balas Polisi yang spontan membuat pandangan Sandra tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar tadi.


"Ma ...maksud bapak apa?"


"Ayah anda dengan saudari Roland dinyatakan meninggal setelah terjadi pembunuhan yang melibatkan suami anda bernama Richard. Dan sekarang suami anda sudah menyerahkan diri ke Polisi sedangkan Papa anda kami hanya ingin jasadnya segera dibawa pulang dilakukan pemakaman.


"Tidak. Itu tidak mungkin, Papa ...dia ...dia tidak mungkin meningal. Papa tidak mungkin meninggal.


Suara tangisan Sandra terdengar keras, tak percaya dengan apa yang barusan ia alami bergegas ia pun mendatangi Rumah sakit itu.

__ADS_1


Sedangkan Richard. Setelah menyerahkan dirinya sendiri kekantor polisi nampak wajahnya muram. Beranjak keluar menemui seseorang, wajah Richards berubah setelah ia tahu siapa seseorang yang datang untuk mengunjunginya.


"Kamu? apa kamu tidak salah dengan apa yang kamu lakukan ini. Apa kamu sengaja datang kesini hanya untuk mengejek-ku? tapi sudahlah ini sudah pilihan-ku jadi jika kamu ingin menertawakan-ku mari tertawa-lah aku tidak akan marah," ucap Richard akan tetapi pandangannya tidak berani menatap kearah Erlangga.


"Apa kamu sudah selesai ngomongnya. Jika sudah selesai giliran aku yang bertanya padamu?" apa? apa yang membuatmu melakukan semua ini? awalnya aku tidak percaya dengan berita yang beredar. Apalagi aku kenal siapa kamu? kamu itu orang jahat yang mampu membunuh seseorang tanpa jejak atau pun sidik jari yang tertinggal. Dan kamu juga akan lolos jika polisi mengetahui keberadaan-mu. Tapi sekarang? apa yang kamu lakukan aku sama sekali tidak mempercayainya. Aku tidak percaya jika seorang psikopath seperti-mu menyerahkan diri kepolisi atas pembunuhan yang kamu lakukan tadi.


"Aku tahu mungkin aku sekarang terlihat sangatlah bodoh. Tapi apa yang aku lakukan ini sebagai simbol, siapa yang berani berbuat jahat maka aku sendirilah yang akan membalasnya. Bahkan dengan beraninya membunuh keluarga-ku maka taruhannya nyawa seseorang itu sendiri yang akan ada genggaman-ku. Dan soal aku yang menyerahkan diri ke-polisi ini sudah jadi tanggung jawab-ku atas apa yang sudah aku lakukan selama ini. Aku akui aku sangatlah bosan menjadi seorang penjahat makanya aku ingin masuk penjara agar aku bisa menjadi orang yang kebal. Dan bertobat akan tindakan pembunuhan yang selama ini telah aku perbuat. Biar pun aku harus dihukum seumur hidup aku sudah menerima semua resiko itu. Sekarang kamu sudah ada didepan-ku dan kamu juga sudah melihat-ku jadi apa aku boleh minta satu permintaan sama kamu?"


"Permintaan. Permintaan apa?"


"Aku dan Cassandra sekarang sudah dalam proses perceraian, lebih tepatnya aku ingin kamu bantuin aku untuk menjodohkannya dengan Gibran.


"Apa maksud-mu?"


"Gibran orang yang baik. Bahkan aku sering memergokinya memperlakukan Cassandra seperti permaisuri, jadi aku sangat yakin jika dia sangatlah mencintai Cassandra. Aku ingin jika nanti Cassandra melahirkan aku ingin dia mendapatkan suami yang setia dan menyayangi mereka dengan tulus jadi Gibran-lah orang yang tepat untuknya.


"Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku perbuat sekarang tapi intinya maaf aku tidak bisa melakukan semua itu. Apalagi hati tidak bisa dipaksakan jadi maaf, maaf aku tidak bisa mengabulkannya. Aku harus pergi jadi permisi.


"Erlangga aku belum selesai ngomong sama kamu, Erlangga.


Berusaha membujuk Erlangga tapi apa yang ia dapat, tindakan itu pun tidak membuahkan hasil.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2