
"Verrel dalam masalah ini aku perintahkan ke kamu untuk datang ke kantor polisi untuk melihat hasil penelitian dari rekaman CCTV itu, karena aku merasa panik lantaran sampai sekarang tidak ada jawaban dari pihak sana,"
"Baiklah kak habis ini aku akan pergi ke kantor polisi dan bertanya langsung pada mereka."
"Baiklah kalau gitu."
Langkah yang baru aja hendak ingin memasuki kediamannya sendiri. Akan tetapi belum juga Erlangga mau pun Verrel menginjakkan kakinya, seseorang datang dan langsung menarik lengan tangan Erlangga dan berlalu memborgolnya.
"Ini apa maksudnya kenapa saya ditangkap?" tegasnya, berlalu ia terkejut melihat siapa seseorang yang berada dihadapannya.
"Richard kamu? Apa maksud kamu kenapa kamu tiba-tiba menyuruh mereka untuk menangkap ku?"
"Selama ini aku sudah cukup bersabar diri, tapi semakin lama kamu dibiarkan, kamu tambah semakin ngelunjak, jadi mungkin dengan cara inilah cara yang tepat untuk membalaskan dendam ku ini. Karena aku tidak perlu susah-susah untuk menghajar mu jika didalam sana nanti sudah ada orang yang sudah menunggu kehadiran mu."
"Tidak, kamu tidak bisa melakukan ini padaku Richard. Aku belum tentu bersalah jadi kamu tidak bisa memenjarakan aku seperti ini. Dan kamu juga tidak punya bukti yang kuat, jadi mana mungkin kamu bisa selancang seperti ini, lepaskan aku! Lepaskan aku!"
__ADS_1
Berusaha melakukan pemberontakan tapi kedua polisi yang menahannya dengan erat, membuat Erlangga kesusahan untuk membela diri.
"Baiklah jika kamu merasa tidak ada kaitannya dalam pembunuhan yang terjadi pada Amel. Apa kamu mau adik kesayangan kamu yang akan berbalik bertukar posisi disini mengantikan kamu. Dan pastinya kamu sudah tahu betul kan siapa aku. Dan tembakan kemaren, apa kamu mau aku melakukannya lebih parah dari itu?"
"Bajingan, kamu bajingan Richard lihat saja jika kamu berani melukainya sekali lagi, maka jangan salahkan aku kalau aku akan membunuhmu dengan tangan ku sendiri pejamkan itu!"
"Baiklah aku hanya akan menganggap ancaman kamu itu hanyalah anjing yang menggonggong. Karena apa? Karena nyatanya kamu berada dalam genggaman ku saat ini. Aku tidak akan melukai seseorang jika seseorang itu tidak mencari gara-gara dengan ku terlebih dulu, tapi kamu dan adik kesayangan kamu itu kalian terlebih dululah yang menginginkan semua ini apa kamu paham!"
"Cepat bawa dia pak," perintahnya dengan menunjukkan ekspresi sinisnya.
"Satu rencana sudah masuk dalam perangkap. Dan sekarang giliran ku menjalankan rencana yang kedua? Cassandra tunggulah pembalasan ku," batinnya dengan tatapan yang tajam.
Terbaring lemas diatas brangkar rumah, tatapan Cassandra kemudian dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang mulai menampakkan langkah kakinya memasuki ruangan ini.
Melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala, Cassandra tidak bisa membohongi jika perasan yang ia rasakan saat ini sangatlah cemas. Bulu kuduk dan rasa gemetar yang seketika menyerangnya membuat mulutnya seketika bungkam dan tidak berani untuk bersuara.
__ADS_1
"Terkejut bukan dengan kehadiran ku ini?" tanyanya dengan senyum sinisnya.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan disini dan apa yang ingin kamu lakukan kepadaku? Apa kamu ingin membunuhku?"
"Membunuh, bagiku membunuh seseorang itu sangatlah mudah. Dan tujuan ku kesini aku hanya ingin mengatakan jika kakak kesayangan kamu telah berhasil aku masukkan kedalam jeruji besi. Dan kamu? Aku tanya apa kamu tidak kasihan jika kakak kamu itu akan jadi korban balas dendam ku selanjutnya. Kamu pastinya sudah tahu kan siapa dan seperti apa kejamnya diriku ini. Apa kamu mau aku memberikan perhitungan ke dia baru kamu akan paham dengan apa yang aku maksud ini. Menikahlah dengan ku baru aku akan melupakan perbuatan yang pernah kalian lakukan pada keluarga ku, jika apa yang terjadi pada keluarga kita hanyalah sebuah kertas yang melayang tanpa harus mencari tahu kemana dan dimana jejak dari seseorang yang sudah membuangnya."
"Apa maksud kamu? Aku tidaklah gila. Dan aku juga tahu kalau kamu sangatlah membenciku jadi untuk apa kita harus menikah jika pada dasarnya pernikahan yang akan kita jalani hanya akan membuat luka?"
"Kamu sangatlah cerewet. Dan aku sudah mencoba menahan diri apa kamu memang sengaja ingin membuat taring ku kembali muncul dan menerkam mu hidup-hidup? Baiklah jika kamu tidak percaya dengan ancaman ku ini maka lihatlah besok apa yang akan terjadi pada kakak kesayangan kamu itu.
Berlalu pergi seperti tidak ada sesuatu yang telah terjadi. Sedangkan Cassandra yang pikirannya menjadi tidak tenang karena ancaman yang dilakukan Richard padanya membuat jika tidak tenangnya seketika muncul membuat pikirannya tidaklah bisa tenang.
"Apa yang ingin ia lakukan pada kak Erlangga. Apa dia benar-benar akan melakukan hal bodoh lagi. Apa dia benar-benar ingin melukai kak Erlangga, jika itu sampai terjadi aku tidak bisa maafkan diriku sendiri aku harus menemui kak Erlangga sekarang!"
BERSAMBUNG
__ADS_1