Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Rencana Richard


__ADS_3

FLASH BACK.


"Tuan Richard ada apa?" kenapa Tuan memerintahkan kami semua untuk berkumpul di markas ini?" tanya Reza yang baru aja sampai.


"Aku sengaja menyuruh kalian berkumpul karena ada tugas yang harus kalian kerjakan saat ini. Dan aku membutuhkan bantuan kalian jadi sekarang aku akan akan bagi tugas kalian satu persatu. Reza aku tugaskan kamu untuk segera datang ke lokasi Permata indah dan aku inggin kamu menjambret ponsel milik Istriku Sandra yang dimana saat ini ia berada di-lokasi itu?" perintahnya yang membuat anak buahnya pun beralih menatapnya dengan tatapan heran.


"Menjambret ponsel milik Istri tuan?" tapi kenapa tuan. Dan apa alasannya?" tanya Reza yang menimpali perkataan yang barusan dikatakan Richard barusan.


"Sekarang aku belum bisa menjelaskan apa alasanku memperintahkamu untuk melakukan ini, tapi yang pasti ada satu hal yang perlu saya tahu sekarang. Dan kalian Gibran dan Rico aku perintahkanmu untuk memesankan alat pengintai canggih ber merk HDleans. Saya tidak perduli berapa banyak total semua biaya yang harus saya keluarkan nanti. Karena saya sangat butuh alat itu sekarang!" perintahnya lagi.


"Tunggu tuan, mesin HDleans itu bukannya alat penggintai yang sama halnya seperti mesin CCTV pada umumnya, kenapa Tuan tidak memesan mau pun membelinya secara langsung. Dan kenapa yang Tuan incar malah alat pengintai yang bentuknya super mini dan kecil itu dan apa rencana yang tuan rencanakan saat ini?" belum lagi menyuruh Reza untuk menjambret ponsel Sandra yang tak lain dia adalah Istri tuan sendiri. Dan apa semua ini hanya kebetulan?.


"Saya melakukan semua ini karena saya punya firasat ada yang tidak beres dengan semua ini, jadi sekali lagi kalian menyengkal perintah yang saya perintahkan barusan, maka jangan salahkan saya kalau saya akan bertindak tegas ke kalian terlebih dulu apa kalian mengerti?" tegas Richard yang akhirnya membuat anak buahnya hanya bisa menundukkan kepalanya.


Dalam situasi yang terlihat sepi. Dan posisi Sandra yang pada saat itu sedang main ponselnya sembari berjalan dan tidak memperhatikan situasi yang lainnya terlihat ada seseorang yang mendekat kearah Sandra dan langsung menjambret ponsel yang tadinya sudah berada digenggaman tangannya sendiri.


Menyadari jika ponselnya sudah berada di genggaman tangan laki-laki lain, Sandra langsung berteriak sekeras mungkin untuk meminta bantuan.

__ADS_1


"Jambret....jambret...tolong ada jambret...!" teriak Sandra yang akhirnya beberapa orang pun menghampirinya.


"Nona ada apa kenapa Nona teriak-teriak?" tanya salah satu pejalan kaki yang kebetulan lewat dihadapannya.


"Itu Mas Ponsel saya dijambret oleh laki-laki berjaket hitam tadi dia sudah berhasil membawa kabur Ponsel saya?" balasnya sembari menunjuk kearah barat.


Mendengar petunjuk kemana arah penjambret itu pergi, orang-orang lantas langsung mengejarnya. Akan tetapi tidak membutuhkan waktu 10 menit orang-orang itu pun kembali tanpa membawa barang yang sedang mereka cari tadi.


"Maaf Mbak penjambret itu sudah berhasil meloloskan diri dan maaf kita tidak bisa membawa ponsel anda kembali?" ucap salah satu Seseorang.


"Baiklah kalau gitu mas, udahlah lupakan saja mungkin itu rezeki si penjambret itu," balas Sandra yang akhirnya orang-orang itu pun pergi.


MARKAS TAYGER LEE.


"Tuan saya sudah berhasil menjambret ponsel milik Istri tuan tapi ada masalah tuan?" ucap salah satu anak buah Richard yang baru saja mendatangi markas ini.


"Masalah apa?" apa kamu ketahuan olehnya dan dia sadar akan siapa kamu?" timpal Richard dengan menunjukkan tatapan tajamnya.

__ADS_1


"Bukan itu tuan, tapi ponsel ini telah terkunci jadi akan sangat sulit untuk bisa menemukan apa kode dari ponsel ini?" balas anak buah yang akhirnya membuat Richard pun merasa lega.


"Astaga aku kirain apa?" tenanglah masalah itu biar aku yang menanganinya, mana ponselnya?" ucap Richard yang akhirnya seseorang itu pun menyerahkan benda pipih kepadanya.


"Ini Tuan?" balas seseorang itu.


"Untuk saja aku sering sesekali memergoki Sandra ketika sedang membuka Ponsel ini jadi aku tahu apa kode dari ponselnya ini. Tapi pertama yang aku inggin aku butuh sim dari ponsel ini," gumamnya yang mulai mengotak-atik benda pipih berwarna silver tersebut.


"Apa yang inggin tuan lakukan, kenapa tuan menggambil sim itu?" jika tuan hanya penasaran dan mencurigainya, kan tuan hanya bisa melihat dan mengotak-atiknya saja apalagi dengan tuan yang sudah mengetahui apa kodenya jadi bukannya itu tambah lebih mudah kan Tuan?" tanya Reza yang mulai bingung dengan tindakan apa yang inggin dilakukan tuannya saat ini.


"Iya aku bisa aja melakukan itu, tapi jika aku pakai cara seperti itu dia akan tahu kalau akulah orang yang sudah menjambret ponsel ini. Apalagi Papanya juga bukanlah orang yang biasa jadi cara yang aman aku harus menggambil sim ini dan menggantinya pada leptop setelah itu aku matikan GPS dari Ponsel ini agar ia tidak mengetahui dimana keberadaan ponsel ini!.


"Jujur aku tidak tahu apa permasalah yang tuan hadapi saat ini. Karena melihat tuan yang seperti ini aku malah jadi sedikit bingung," balas Reza dengan hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya.


"Iya aku sendiri juga bingung apa rencana yang dilakukan Tuan saat ini," timpal temannya yang akhirnya membuat Richard pun angkat bicara.


"Sudahlah ini masalahku jadi aku yang perlu mengerjakannya sendiri jadi sekarang kalian istirahatlah biar aku sendiri yang mengurusnya?" balas Richard yang akhirnya ia pun masuk kedalam ruangan pribadi yang dikhususkan untuknya.

__ADS_1


"Baik Tuan!" balas anak buahnya yang akhirnya mereka pun pergi, dan beralih ketempat lain.


BERSAMBUNG.


__ADS_2