
Dalam ruangan dan tempat yang sama ada seorang wanita cantik yang menghabiskan waktunya untuk berfoya-foya ditempat seperti ini. Dan wanita itu yang tak lain ia adalah Cassandra yang dengan santainya ia meminum dan sudah beberapa botol yang ia habiskan, akibatnya kesadarannya pun mulai menghilang.
" Nyonya berhentilah meminum semua ini, anda sudah terlalu banyak minum ini dan sekarang kondisi anda sudah mabuk berat, jadi hentikanlah," perintah seorang laki-laki berumur 25 tahun yang tak lain ia adalah pengawalnya pribadinya Richard.
"Hey siapa kamu, berani sekali kamu memerintahkan ku apa kamu lupa aku ini istri dari atasan kamu yang bisa kapan dan dimana saja bisa memecat mu apa kamu sadar itu!" ancam Cassandra dengan kesadaran yang mulai agak hilang. Dan terus saja meminum minuman itu tanpa henti.
"Maaf saya Nyonya, bukan maksud saya lancang berkata seperti itu, maafkan saya.
"Dari pada kamu banyak omong mendingan kamu pergi sekarang karena aku ingin sendiri pergilah!"
"Tapi Nyonya, lebih baik kita pulang ya!"
"Pergilah, aku bilang pergilah," bentaknya.
"Baik Nyonya saya akan pergi," ucapnya yang kemudian ia mengambil benda pipih dalam sakunya dan menelfon salah satu nomor pada layar ponselnya.
Melihat seorang wanita cantik yang dalam keadaan mabuk berat dan dalam keadaan sendirian. Salah seorang laki-laki yang sedari tadi memperhatikannya, seseorang itu mulai menghampirinya dan memegang pundak Cassandra.
"Hay sendirian aja mau aku temenin gak?" goda seseorang itu akan tetapi Cassandra tidak menggubrisnya.
Hinga tak lama kemudian seseorang itu dengan beraninya ia mencium pipi Cassandra dengan lancang. Dari kejauhan tindakannya diketahui oleh seseorang. Pukulan kasar pun mendarat tepat mengenai pipi kanannya hinga babak belur.
"Ais berani sekali anda memukul-ku," gertak balik seseorang itu. Sedetik seseorang itu berniat ingin memukul kembali suara tembakan terdengar menggelegar dan mengagetkan semua pengunjung club ini.
__ADS_1
"Itu akibat karena dengan beraninya anda berani mencium istriku apa kamu mengerti!"
"Ayo ikut aku!" gertaknya yang langsung menarik Cassandra hinga jatuh dalam pelukannya.
"Lepaskan aku! Kamu? Untuk apa kamu datang kesini dan menjemput-ku kamu itu bukanlah suamiku, iya kamu bukanlah suamiku karena suami pasti akan menjaga Istrinya tapi kamu? Apa yang kamu lakukan kamu malah menjerumuskan aku kedalam lembah penderitaan kamu jahat dan aku sangat membenci-mu jadi pergilah! Pergilah!"
"Terserah kamu mau bilang apa tapi yang jelas ayo kita pergi dari sini ayo!" gertaknya lagi yang langsung menggendongnya.
"Lepaskan aku ...lepas aku ... kamu mau bawa aku kemana, lepaskan aku!" ucapnya yang terus memberontak tapi Richard tidak menggubrisnya.
"Reza kamu bisa pulang sendiri kan?"
"Bisa Tuan saya akan pulang naik taksi nanti.
"Iya Tuan saya mengerti.
"Saya tahu tuan dalam hati Tuan yang paling dalam, tuan sudah memendam perasaan sayang pada nyonya Cassandra tapi tuan masih ragu dan tidak mau mengakuinya,"gumam Reza yang menatap punggung tuannya yang mulai menghilang dari pandangannya.
Membawanya pergi dan memesan satu kamar hotel. Richard akhirnya membaringkan tubuh Cassandra diatas ranjang.
Terbaring diatas ranjang dengan kesadarannya yang masih belumlah pulih. Cassandra terlihat mengoyak-ngoyak tubuhnya sendiri lantaran merasa kepanasan. Cassandra tak segan-segan hendak melepaskan pakaian yang menutupi tubuhnya sendiri. Richard yang melihatnya dengan sigap ia langsung menghalanginya.
"Apa kamu udah gila?"
__ADS_1
mendengar ucapan yang diucapkan Richard, Cassandra terlihat tidak meresponnya. Dengan keadaan terbaring dan membolak-balik tubuhnya sendiri. Tatapan Richard tiba-tiba membuat dia terpukau akan kecantikan Cassandra yang sekarang baru ia sadari.
"Kamu terlihat sangat cantik Cassandra? Bahkan kecantikan yang kamu miliki sangatlah berbeda dengan Sandra.
Ucapan manis yang akhirnya terucap dari mulutnya sendiri. Akan tetapi tak lama ia sadar akan ucapan apa yang ia ucapkan tadi.
"Astaga apa yang barusan aku katakan tadi? Kenapa aku bisa-bisanya sampai berkata seperti itu, sudahlah mendingan aku mandi saja," ucapnya yang kemudian ia berjalan menuju kedalam kamar kecil.
Melepaskan semua pakaiannya dan dalam keadaan bertelanjang, Richard akhirnya membebaskan diri melakukan ritual mandinya dengan berendam didalamnya dengan santai.
Entah apa yang ia pikirkan sampai-sampai ia terlihat memikirkan sesuatu tanpa ia sadari langkah seseorang mulai menghampiri arah dimana ia melupakan ritual mandinya sekarang.
Suara jatuhan telah terdengar dan spontan membuatnya terkejut dan membuyarkan lamunannya. Akan tetapi yang membuatnya ia terkejut, ia terkejut setelah melihat siapa seseorang yang mulai menghampirinya.
Ia seseorang itu yang tak lain ia adalah Cassandra, dalam keadaan yang masih kurang sadar ia berjalan dan terus berjalan mendekati Richard dimana ia sedang melakukan ritualnya.
Terkejut, Richard lantas membentaknya.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan kenapa kamu dengan beraninya datang kesini. Apa kamu tidak lihat aku sedang mandi!" suara angkuh terdengar menyelekit dadanya, akan tetapi tidak dengan Cassandra yang mendengar ada suara bentakan ia malah terus berjalan menghampirinya.
"Astaga dia sedang mabuk apa seburuk ini seseorang yang sedang mabuk. Kira-kira berapa botol yang barusan ia minum?"
Langkah Cassandra yang mulai tidak stabil, selangkah Cassandra akan terjatuh dengan sigap Richard menangkapnya dan siapa sangka mereka malah ikut terjatuh bersamaan didalam air tempat Richard berendam tadi.
__ADS_1
BERSAMBUNG.