Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
6 Tahun kemudian


__ADS_3

6 Tahun kemudian


Hari berlalu dengan sangat cepat. Awalnya hukuman yang harus dijalani Richard adalah seumur hidup. Kini ia bisa bernafas dengan sangat lega setelah masa hukuman telah diubah. Setelah tertahan hampir 6 tahun lamanya akhirnya Richard bisa menghirup udara segar setelah ia dinyatakan bebas.


Keluar dari dalam sel dengan membawa ranselnya. Penampilannya nampak-lah berubah, bahkan kumis yang panjang tidak membuat ketampanannya hilang.


"Terima kasih Tuhan. Terima kasih karena engkau telah memberikan kesempatan pada hamba untuk menata kehidupan hamba lebih baik lagi terima kasih.


Senyuman lepas yang dihasilkannya telah membuktikan jika apa yang ia rasakan saat ini sangatlah membahagiakan dirinya.


Melanjutkan lagi perjalanannya, tempat yang pertama kalinya ia datangi adalah kediaman seseorang yang mungkin selama ini telah menguatkan dirinya.


Biar pun selama 6 tahun lamanya ia tidak pernah berjumpa dengannya. Ia tidak perduli karena selain ingin bertemu dengan seseorang itu. Seseorang yang ingin ia temui yang tak lain adalah Putranya.


Tak menunggu waktu yang lama. Akhirnya ia bisa menginjakkan kakinya tepat didepan kediaman Cassandra.


Akan tetapi yang membuat Richard tersentak kaget. Bahkan ransel yang ia bawa tadi seketika terjatuh setelah terdapat-lah janur kuning yang melengkung didepan rumah Cassandra.


"Janur kuning? tidak, ini tidak mungkin. Cassandra apa dia hari ini berniat akan menikah dengan Gibran?" gumamnya yang kemudian datanglah seseorang.


"Iya. Apa yang kamu katakan memang sangatlah benar. Cassandra dia ...dia memang akan melangsungkan pernikahan hari ini. Ngomong-ngomong selamat ya atas kebebasan-mu sekarang ini," timpal seseorang yang tak lain adalah Verrel.

__ADS_1


Tak menjawab ucapan selamat yang dilontarkannya. Mata Richard terlihat berkaca-kaca, tidak berani menatap Verrel ia bergegas pergi dari pandangannya tanpa mengucapkan satu kalimat pun pada Verrel.


Sedangkan Verrel yang melihatnya ia hanya menunjukkan senyumannya. Berlalu ia pun segera masuk kedalam rumahnya.


"Tidak Richard kamu tidak boleh cengeng bukankah ini yang kamu inginkan sejak dulu. Bukankah kamu sudah ikhlas jika Cassandra akan menikah dengannya?"


Air matanya tidak bisa ia bohongi jika ia terlihat sangatlah kecewa dan sedih akan kabar pernikahan ini.


Berjalan dengan adanya lamunan yang menyertai dirinya. Duduk disalah satu kursi taman sembari meminum sebotol air putih. Richard hanya bisa menatap dan memandangi pemandangan yang indah. Akan tetapi keindahan yang sangat indah ini nyatanya tidak sebanding dengan perasaan kecewa yang ia rasakan saat ini.


Tak lama muncullah seseorang yang cukup seksi mendekati Richard dan mulai menggodanya. Bahkan dengan berani wanita itu menyentuh dagu Richard yang berniat ingin mengecup bibir Richard, dengan sigap Richard menepis tangan wanita itu dengan kasar.


Tanpa menjawab wanita seksi itu pun pergi dari hadapannya. Sedangkan Richard yang sadar jika dagunya telah disentuh oleh wanita itu, ia bergegas mengusapnya dengan air minum yang ia bawa tadi.


"Dasar wanita ******, dia pikir aku akan tergoda apa dengan bodinya itu tidak lagi," gumamnya yang terlihat kesal.


Merasa kesal ia berencana akan pergi meninggalkan taman ini. Akan tetapi belum juga ia pergi langkahnya terhenti setelah hadirnya seseorang anak kecil yang bermain bola. Dan tak sengaja bola itu mengarah kearahnya.


"Maaf Om apa saya boleh mengambil bola milik-ku?" tanya anak kecil berusia lima tahun yang memandangnya dengan senyuman. Richard yang melihatnya, ia pun membelai rambut anak itu.


"Iya sayang ambillah ini bola milik-mu, jadi ini," balas Richard berlalu ia mengulurkan bola itu pada anak tampan tersebut.

__ADS_1


Berjongkok tepat dihadapan anak kecil itu. Entah apa yang membuat merasa sedih, bahkan air matanya tidak bisa berhenti mengalir memandang anak tampan itu yang posisinya sangatlah dekat padanya.


"Om?"apa yang membuat Om bersedih. Dan kenapa Om malah menangis?" apa Richard tidak membuat Om terluka?"


"Richard. Jadi nama kamu Richard sayang?"


"Iya Om nama-ku Richard. Terus siapa nama Om?"


"Sama seperti-mu, nama Om juga Richard. Dan siapa sangka kita sama-sama memiliki nama yang sama sayang.


"Oh iya Om. Om belum menjawab pertanyaan Richard apa yang membuat Om bersedih?"


"Kamu sangatlah tampan dan pintar sayang. Dan yang membuat Om bersedih, Om sedih karena kamu telah mengingatkan Om pada putra om yang usianya mungkin sama seperti-mu.


"Apa om tidak pernah menemuinya?" dan tidak pernah bertemu dengan putra Om?"


"Iya Om tidak pernah bertemu dengan Putra om. Selama lima tahun Om ditahan dan istri om sangatlah membenci Om. Tapi om sadar semua itu bukanlah kesalahan istri Om, tapi lebih tepatnya Om sendiri yang salah. Oh iya dimana Mama dan Papa kamu? kenapa kamu berkeliaran disini sendirian?"


"Aku disini Richard," timpal seseorang yang spontan membuat Richard mengalihkan pandangannya kearah suara itu berasal.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2