Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Perlawanan


__ADS_3

Pagi yang cerah setelah memancarkan sinarnya. Disalah satu tempat Cassandra akhirnya mendatangi kantor Richard. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama ia pun telah sampai di kantor tersebut. Akan tetapi belum juga ia bertemu dengan orang yang ingin ia cari Cassandra terlebih dulu bertemu dengan seseorang yang malah membuatnya naik darah.


"Kamu? apa yang kamu lakukan disini?


"Jangan halangi aku, aku tidak ada waktu untuk ngeladenin omongan kamu, jadi pergilah dari hadapanku," gertaknya akan tetapi Sandra tidak menggubrisnya.


"Kamu...ternyata kamu sangat berani dan sombong ya sekarang. Apa setelah kamu pergi dari Rumah dan bertemu dengan Pria kaya sekaligus tampan waktu itu kamu berlagak jadi sok jagoan seperti ini. Atau mungkin kedatangan kamu kesini karena kamu ingin jual mahal atau memang kamu ingin pamer kepada Richard gitu.


Tak tahan dengan ocehan yang keluar dari mulut pelakor yang berada disampingnya, dengan sigap Richard pun melayangkan tangannya dan telat mengenai pipi kanan Sandra. Terkejut dengan apa yang dilakukan Cassandra padanya, ia hanya menatapnya dengan tatapan tajam sembari memegang pipinya.


"Jaga mulut dan sikapmu! Atau aku akan melakukan yang lebih parah dari ini! minggir," gertaknya yang dengan kasar Cassandra langsung mendorongnya lantaran menghalangi jalan yang ingin ia lalui.


Setelah memberikan satu tamparan yang tepat mengenai pipi kanan Sandra yang membuat wanita itu meringis sakit, dengan wajah yang tak mengenal rasa kasihan lagi. Bergegas Cassandra pun melanjutkan lagi jalannya menuju keruangan Richard!"


Setelah mendorong tubuh Sandra hingga membuat Wanita itu nyaris jatuh kelantai. Sementara para karyawan lain yang melihat adegan tadi langsung berhamburan pergi.

__ADS_1


"Gila. Dia pikir dia siapa sampai-sampai ia berani menamparku seperti tadi. Bahkan dengan beraninya ia mempermalukan ku didepan banyak orang lihatlah saja apa yang akan dilakukan Richard ketika ia tahu apa yang telah diperbuat Istri sialannya itu padaku," batinnya yang kemudian ia pun segera berlari menyusulnya.


*****


Setibanya didepan ruangan Richard, Cassandra langsung menerobos masuk tanpa mengetuknya terlebih-lebih dulu. Ia melihat lelaki itu sedang duduk dikursi kebesarannya. Pandangan Richard yang sedari tadi fokus menatap layar laptop, kini teralihkan pada pintu ruangan yang tiba-tiba terbuka. Dengan bersamaan hadirnya seseorang yang datang dan membuatnya terkejut begitu melihat siapa yang datang.


"Cassandra!"


"Cassandra apa yang kamu lakukan disini? tanyanya yang dengan nada halus.


"Sudahlah jangan berpura-pura baik padaku. Aku datang kesini hanya untuk memberikan ini, cepat bacalah," ucapnya yang dengan bersamaan Cassandra pun melempar beberapa lembar surat tepat dihadapannya.


"Apa ini? apa maksud kamu memberikan surat perceraian ini, bukannya aku udah bilang kalau aku tidak mau menceriakanmu apa kamu lupa dengan perkataan ku kemaren. Dan aku pertegaskan ke kamu aku tidak akan pernah menanda tangani surat ini apa kamu paham," balasnya yang dengan sengaja Richard langsung merobeknya hingga menjadi beberapa bagian dan melemparkannya ke udara.


Melihat tindakan apa yang barusan dilakukan Richard. Cassandra yang melihatnya ia hanya memberikan tatapan sinisnya sekaligus tawanya.

__ADS_1


"Aku benar-benar bingung sama kamu? bukankah ini yang kamu mau dari dulu? bukankah ini yang kamu inginkan yaitu menunggu surat gugatan cerai dariku tapi kenapa sekarang kamu malah mengelak dan berlagak kalau kamu tidak mau menceraikanku. Apa kamu pikir aku akan tertipu dengan tipuan muslihat kamu ini. Sudahlah aku muak dengan semua ini biar pun kamu sudah merobeknya aku masih bisa membuatnya lagi. Tapi ingatlah keputusan tetap keputusan dan mau atau tidak, kamu harus bersedia untuk menanda tangani surat perceraian itu apa kamu paham,"


Tanpa berkata mau pun mengucapkan sepatah kata lagi, Cassandra berlalu pergi tanpa mau memperdulikan Richard.


Bergegas keluar dan membanting pintu dengan keras membuat Richard terhenti dan tidak bisa mengelak lagi.


Seberapa besar aku berusaha tetap tenang dan berlagak kuat dihadapannya, nyatanya aku tidak sesangup itu memendam rasa sakit ini. Bagiku apa yang ia katakan tadi tidak sebanding dengan rasa kecewa dan rasa sakit yang pernah ia lakukan kepadaku. Jadi biar pun kamu sudah berubah mau pun bisa mencintaiku aku tidak akan pernah akan tertarik lagi dengan semua godaan itu.


Melangkah tanpa terhenti dari langkahnya. Tiba-tiba seseorang lagi-lagi datang dan memanggilnya dengan sebutan pecundang.


"Dasar pecundang. Jadi kamu memutuskan akan menceraikan Richard, astaga aku kira Wanita seperti anda tidak punya nyali seperti itu. Tapi nyatanya kamu sangatlah berani bahkan dengan mudahnya hanya menghitung waktu dan hari kamu secepat ini akan menceraikan dia setelah kamu bertemu dengan Pria kaya dan tampan . Apa setelah kamu menceraikan Richard kamu akan berbalik menikah dengan Pria itu, itu kan yang kamu inginkan sekarang. Tapi dipikir-pikir orang seperti anda ternyata sangatlah cerdik ya?


"Apa anda sudah selesei ngomongnya. Apa anda tidak ingin mengatakan satu hal lagi?" kalau sudah tidak ingin mengatakan apa-apa jangan halangi aku untuk pergi wanita ******!" tegas Cassandra yang tanpa berkata ia bergegas pergi dari pandangan Sandra. Mendengar Cassandra berkata apa ia pun mengepalkan kedua tangannya.


"Dasar wanita sialan berani sekali ia mengatakan itu padaku?" gertak Sandra yang kemudian suara seseorang datang dan menimpalinya.

__ADS_1


"Apa yang dia katakan tidak salah. Karena sejujurnya kamu memang wanita ****** kan?" tegas Richard yang spontan membuat pandangan Sandra terdiam tak mempercayainya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2