
Dia benar-benar laki-laki yang tidak punya hati. Setelah menampar dan menuduh-ku berencana ingin mengugurkan kandungan-ku sendiri. Dia berlalu pergi tanpa perduli akan kondisiku. Baiklah jika ini yang kamu mau Richard mulai sekarang aku tidak akan pernah perduli lagi dengan-mu. Biar pun aku mengandung anak kamu aku pastikan ini terakhir kalinya kamu melihat-ku.
Batin yang terucap. Dan satu kata yang mungkin hanya bisa diucapkan Cassandra saat ini.
Melihat Sandra yang masih terbaring diatas ranjang dengan keadaan bersantai, Cassandra yang melihatnya ia pun akhirnya sudah tidak tahan lagi yang kemudian dengan cara paksa ia pun menarik Sandra agar bangkit dari tempat tidurnya.
"Ayo ikut aku!.tegas Cassandra yang tanpa memberi ampun dia langsung menarik rangan Sandra dengan sangat kasar dan tidak memperdulikan jika Sandra merasa kesakitan akibat cengkraman kasar yang Cassandra lakukan.
"Apa yang kamu lakukan. Dan kemana kamu akan membawaku, kenapa kamu membawaku kesini, apa kamu berniat inggin mencelakai-ku?" gertak Sandra yang terkejut melihat Cassandra yang membawanya naik keatas blangkon.
"Diam. Aku sudah cukup bersabar menahan semua ini, dan aku sudah cukup bersabar menghadapi Wanita licik sepertimu jadi cepat katakanlah padaku, semua ini rencana licik kamu bukan, rencana licik yang kamu gunakan untuk membodohi Richard cepat katakan."tegas Cassandra dengan dia yang sengaja menggancam Sandra dengan inggin mencekik Sandra yang dimana belakang Sandra hanyalah pagar pembatas dari blangkon tersebut.
"Cassandra apa kamu inggin membunuhku sekarang. Apa kamu udah gila?" tegas Sandra yang terlihat ketakutan melihat Cassandra terlihat sangatlah marah.
"Jangan banyak bertanya jika kamu tidak inggin aku mendorongmu sekarang, hatiku sudah dipenuhi dengan kebencian dan kekecewaan akan dirimu jadi jangan bikin aku tambah marah dan tak segan-segan akan menyingkirkanmu dari dunia ini. Aku tidak perduli jika Richrd akan tambah marah dan membenciku aku tidak perduli dengan semua itu. Karena bagiku dengan melihatmu mati aku sudah cukup tenang karena tidak akan ada lagi orang yang bakal mengganggu-ku lagi jadi cepat katakan jika kamu tidak inggin aku lebih kasar sama kamu cepat katakan."tegas Cassandra dengan menunjukkan raut wajah yang dipenuhi dengan amarahnya.
"Iya memang aku sengaja menjebakmu karena aku inggin mendapatkan Richard seutuhnya tanpa harus berbagi Suami denganmu. Dan awalnya aku memang sengaja inggin membunuhmu tapi setelah itu aku sadar jika tempat itu terdapatlah Cctv yang penggintai diwilayah tersebut. Dan sekejab aku pun mendapatkan ide yang dimana didalam kejadian itu seakan-akan kamulah yang sengaja inggin membunuhku dan semua berhasil dengan sangat sempurna bukan, dan sekarang rencanaku berhasil dengan sangat sempurna karena aku bisa dengan sangat lega lantaran bisa puas melihatmu menderita dan menderita secara terus menerus. Apalagi Melihat Richard yang sangat membencimu aku tambah semakin semangat untuk menghancurkan hubungan kalian ini."balas Sandra dengan menunjukkan senyum sinisnya. Tak terima mendengar perkataan yang barusan dikatakan Sandra, Cassandra pun akhirnya menberikan satu tamparan tepat menggenai pipi kanan Sandra.
Plak..
__ADS_1
"Kamu, berani sekali kamu memukulku!" ucap Sandra yang begitu terkejut lantaran Cassandra yang dengan beraninya menberikan tamparan itu kepadanya.
"Kenapa apa kamu inggin mendapatkan pukullan itu lagi dariku rasakan ini."plak"
"Kamu berani sekali kamu menamparku lagi dengan cara terus menerus seperti ini. Rasakan ini!.
Baru aja Sandra inggin menampar Cassandra dengan tangan kanannya yang sudah melayang dan siap menimpa pipi Cassandra. Cassandra yang melihatnya ia lantas Langsung menangkap dan mencengkram tangan Sandra lebih kasar lagi.
"Inggat jangan coba-coba kamu berani menyentuhku lagi. Karena aku tidak akan sudi pipiku yang lembut ini akan tersentuh oleh tangan kotor-mu jadi singkirkan itu," bentak Cassandra yang tanpa aba-aba ia pun langsung menghempaskan tangan Sandra.
"Berani kamu berkata seperti itu. Apa kamu tidak lupa dengan siapa kamu berhadapan sekarang.
"Kenapa apa aku harus takut ketika berhadapan dengan Wanita ular sepertimu, dan untuk apa aku harus takut. Inggat Sandra, Cassandra yang kamu kenal sekarang bukanlah Cassandra yang dulu yang hanya akan diam dan diam ketika kamu tindas. Karena yang jelas Cassandra Yang sekarang telah berubah menjadi Cassandra yang kuat. Dan jika kamu mengginginkan Richard baiklah ambillah karena aku sudah tidak inggin lagi memperdulikan itu. Karena bagiku dengan adanya anak yang ada dikandunganku ini, ini sudah membuat semangat baru buatku, jadi, apa paham'kan sekarang?".
"Aku sudah tidak ada waktu lagi untuk meladeni omong kosong kamu jadi dari pada aku harus berada disini dan melihatmu, lebih baik aku pergi saja?".langkahnya yang kemudian membelakanggi Sandra.
"Akhirnya sekarang kamu menggalah juga dari peperangan ini ngomong-ngomong gimana perasaan yang kamu rasakan saat ini. Sesakit apa luka yang kamu rasakan saat ini."ejek Sandra dengan tawa sinisnya.
Tak tahan dengan ejek-kan yang dilontarkan Sandra. Cassandra yang tadinya sudah membelakanggi Sandra kini langkahnya pun kembali menggarah kearah Sandra.
__ADS_1
Dan tak lupa tangannya yang hendak akan memberikan satu tamparan pada Sandra, niatnya pun terhenti setelah tiba-tiba seseorang pun datang dan menghalangginya dengan mencengkram tangannya kanannya dan seseorang itu yang tak lain dia adalah Richard.
"Berani sekali kamu melakukan ini lagi, bukannya aku sudah mempertegaskan kekamu tapi ternyata ucapanku sama sekali tidak ada artinya bagimu."ujar Richard dengan memberikan tatapan tajamnya kearah Cassandra.
"Kenapa aku harus menuruti apa kata kamu, bukannya kamu sendiri yang bilang kalau aku telah memperlakukan dia dengan jahat, jadi sekarang aku sudah membuktikannya jadi untuk apa kamu harus marah sama aku. Bukannya jika kita melakukan sesuatu kita perlu bukti untuk membuktikan dan meyakinkannya dan sekarang aku sudah membuktikannya padamu jadi kamu lega kan sekarang?"balas Cassandra yang tanpa berkata ia langsung menghempaskan cengkraman Richard darinya.
"Dan kamu Wanita ular, ini kan yang kamu ingginkan dari dulu. Dan sekarang aku menggalah jadi nikmatilah masa-masa kalian, dan kamu Richard aku menyesal karena selama ini aku sudah mulai mencintaimu. Dan aku juga menyesal karena aku sudah memiliki perasaan ini. Dan bagiku perasaan ini sama seperti lah sampah. Dan soal anak yang ada dikandungan aku, kamu tenang saja aku pasti bisa membesarkannya sendiri tanpa adanya seorang Suami yang mendampinggiku. Terima kasih karena kamu sudah memberikan luka ini dan luka yang aku rasakan ini mungkin aku tidak akan pernah bisa untuk aku melupakannya. Dan satu hal lagi yang perlu kamu ketahui.
Kemudian Cassandra pun melepaskan cincin berlian yang melekat disalah satu jari tengahnya . Setelah berhasil melepaskannya Cassandra pun kemudian menunjukkkannya tepat dihadapannya Richard.
" Dan satu hal lagi yang aku lupa dan harus kamu terima. Karena aku sudah tidak butuh lagi cincin ini karena bagiku cincin ini sudah tidak ada artinya lagi jadi ambillah ini.
Dengan sengaja Cassandra pun melemparkan cincin tersebut tepat dihadapan Richard. Melihat tindakan apa yang dilakukan Cassandra saat ini, Richard hanya bisa menatapnya dengan tatapan tajam tanpa ada suara mau pun berlawanan yang dilakukannya.
Tanpa mengucapkan satu kalimat lagi pada Richard, Cassandra pun akhirnya membalikkan tubuhnya dan membelakanggi mereka. Langkahnya pun perlahan-lahan mulai meninggalkan mereka tidak ada ucapan mau pun kata yang terlontar pada mulutnya dan yang bisa ia lakukan sekarang hanya berjalan dan berjalan menjauhi mereka.
"Richard kenapa kamu hanya diam saja, kenapa kamu tidak mengejarnya?" tanya Sandra yang seketika membuyarkan lamunan Richard yang sedari tadi telah melamunkan sesuatu.
"Sudahlah biarkan saja dia pergi, dia sendiri yang sudah memutuskan jadi untuk apa aku harus mempertahankannya. Jadi sudahlah lupakanlah mendingan kita pergi dari sini sekarang," ajak Richard yang kemudian Sandra pun menyetujuinya. Sama-sama saling membelakanggi Richard dan Sandra pun akhirnya ikut pergi tapi berbeda arah.
__ADS_1
"Akhirnya berhasil juga aku menyingkirkan Wanita itu dari Nyonya di Rumah ."batin Sandra dengan tersenyum sinis.
BERSAMBUNG.