Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Ungkapan hati Gibran


__ADS_3

"Tuan bangkitlah tidak ada gunanya tuan bersedih seperti ini, dengan tuan bersikap seperti ini tuan malah akan sangat hancur dan menunjukkan kelemahan tuan pada musuh. Dan ada baiknya kebohongan ini terkuak sekarang, karena tuan sadar dan tahu jika Roland adalah Laki-laki yang sangat licik dan tidak pantas untuk tuan anggap sebagai seorang ayah jadi bangkitlah saya tahu tuan pasti bisa menghadapi semua ini, saya yakin. Apalagi dengan kehadiran Cassandra Istri pertama tuan dia berhak mendapatkan kasih sayang dan ketulusan dari tuan. Jika selama ini tuan bersikap jahat dan selalu memperlakukannya dengan kejam, kini saatnya tuan membalaskan semua penyesalan yang tuan lakukan selama ini jadi bangkitlah."


Kata-kata yang keluar dari mulut Reza akhirnya telah berhasil menumpukkan semangat kembali pada diri Richard, tidak inggin terlihat lemah dan mudah putus aja Richard akhirnya bangkit dan menepuk pundak Reza.


"Iya kamu katakan memang benar Reza dengan aku seperti ini. Aku akan menunjukkan kelemahan-ku pada mereka, makasih karena kamu sudah menyadarkan-ku."


"Iya sama-sama tuan kita sudah bersama sejak dari SMA jadi aku pasti tahu seperti apa sifat tuan yang sesungguhnya," timpal Reza yang membalas senyumannya.


*


*


*


"Cassandra kamu dari mana?" tanya Gibran yang kebetulan melihatnya.


"Gibran. Ini aku baru aja ke-rumah sakit mengecek kandungan kamu sendiri sedang apa?" dan kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Cassandra balik.

__ADS_1


"Tadi aku kebetulan tak sengaja melewati jalanan ini. Dan kebetulan aku melihatmu. Oh iya apa kamu mau aku anterin pulang?" tawar Gibran.


"Tidak usah Gibran lagian ini juga udah hampir sampai jadi tidak apa-apa aku bisa sendiri kok." tolak Cassandra akan tetapi pandangannya tidak bisa dibohongi.


"Sudahlah Cassandra aku tahu kamu sedang membutuhkan bantuan. Jadi ayo aku antar," balasnya yang kemudian Gibran menarik Cassandra dan segera membawanya masuk kedalam mobil.


Merasa tak enak akhirnya Cassandra menerima tawaran Gibran. Dan ikut masuk kedalam mobil tersebut.


Berada dalam satu mobil yang sama akan tetapi tidak terdengar dari suara yang bersahutan diantara keduanya lantaran Cassandra yang sedari tadi sedang terdiam melamunkan sesuatu. Sedangkan Gibran yang tahu apa yang sedang dipikirkan olehnya ia lantas bertanya.


"Cassandra kamu kenapa?" apa kamu masih kepikiran dengan laki-laki bajingan itu?" tanyanya yang kemudian Cassandra pun tersadar.


"Kamu bisa membohongi aku San, tapi nyatanya kamu tidak bisa membohongi perasaan kamu dan juga hatimu sendiri. Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan saat ini," batinnya yang kemudian ia bertanya balik.


"Melihat ekpresi wajah kamu sekarang, aku jadi kepikiran akan sesuatu. Apa diamnya kamu karena kamu itu benar-benar masih sangat mencintainya?" ucap Gibran spontan membuat pandangan Cassandra berbalik menatap dirinya.


"Maksud kamu?"

__ADS_1


"Aku hanya inggin tau saja. Tapi melihat kamu yang terkejut aku sudah tahu kok apa jawabannya," balas Gibran yang berbalik membelakanginya.


"Mencintai. Aku rasa hal itu tidak akan pernah mungkin terjadi. Karena aku sadar hubungan kita hanyalah sebuah hubungan bayang-bayang yang tanpa adanya ranting mau pun akar yang menyatukan dan mempererat hubungan kita. Jadi selama masih jadi bayang-bayang akan sangat mustahil untuk bisa mencintainya. Memang jujur dia sangatlah tampan tapi nyatanya ketampanan tidak mampu menyelematkan rasa sakit yang sudah terlanjur bersarang dalam hatiku.


"Terus jika suatu saat nanti ia akan berubah menjadi baik dan perduli mau pun perhatian pada dirimu. Apa kamu akan memberikan dia kesempatan kedua?" sambung Gibran yang membuat Cassandra berbalik arah melihatnya.


"Jika aku disuruh memilih aku juga ingin sekali memberikan dia kesempatan kedua tapi aku sadar dan ingat perlakuannya padaku, jadi itulah yang membuatku tidak ingin terlihat bodoh dimatanya," batin Cassandra yang melamun.


"Cassandra?" apa kamu masih mendengar perkataan ku?" apa dengan diamnya kamu ini, kamu akan memberikan dia kesempatan kedua. Ingatlah Cassandra orang yang sudah terlanjur suka mempermainkan hubungan dan mempermainkan perasaan seseorang pada akhirnya sampai nanti dia juga tidak akan pernah berubah menjadi orang baik, jadi janganlah kamu mudah untuk terprovokasi akan ucapannya.


"Kamu tenang aja aku bukanlah orang yang mudah termakan akan rayuan mau pun gombalan seorang laki-laki, jadi sekali aku dihianati aku tidak akan dengan mudahnya memaafkannya jika suatu saat nanti ia berubah mungkin itu akan membuatnya sadar gimana kehilangan seseorang yang paling ia cintai. Ya sudah kita sudah sampai terima kasih karena Gibran karena kamu sudah mau mengantarkan ku,"ucapnya yang kemudian ia pun segera turun dari mobil.


"Iya sama-sama kabari aku kalau kamu membutuhkan bantuan ku.


"Baiklah.


"Apa kamu sadar Cassandra, kalau cinta memang pada dasarnya tidak pernah mengenal usia mau pun derajat seseorang dan jika seseorang sudah sangat mencintai Wanitanya maka dengan cara apapun laki-laki itu pasti akan terus berjuang dan berjuang untuk mendapatkan cinta itu. Tapi apa aku pantas untuk memilikimu karena aku sadar ternyata aku diam-diam ternyata telah menyukaimu," batinnya yang kemudian ia pun kembali melajukan laju kendaraannya

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2