
Dua hari setelah keputusan Cassandra pergi meninggalkan kediaman Richard. Dan lebih memilih tinggal bersama saudaranya. Dan selama dua hari tak terlihat akan kehadiran seorang laki-laki yang tak lain adalah Richard yang berniat ingin mengunjunginya atau pun memastikan keadaan istri sekaligus anak yang ada dikandungan Cassandra.
Meratapi nasibnya yang amat-amat menyedihkan. Air mata Cassandra tidak bisa ia tahan lagi. Dengan mengelus-elus perutnya pandangan Cassandra teralihkan setelah suara seseorang yang tiba-tiba memangilnya dengan keras layaknya seperti berteriak memangil namamu. Terkejut, ia lantas segera turun dan mendatangi arah suara itu berasal.
Melihat siapa seseorang yang datang dan menginjakkan kakinya masuk ke wilayahnya. Erlangga yang tak tahan lagi, ancang-ancang'an ia berlari dan memukul pria yang tak lain adalah Richard. Jatuh tersungkur ketanah itulah yang Richard rasakan saat ini.
Satu pukulan tepat mengenai wajah Richard yang akhirnya membuat wajahnya terlihat memar. Terkejut dengan kehadiran seseorang itu, ia lantas melihat kearah balik seseorang itu yang tak lain adalah Erlangga.
"Kamu? apa yang kamu lakukan. Dan berani sekali kamu datang menginjakkan kaki-mu disini?
"Dasar brengsek. Rupanya setelah mendapat deguman dariku kau bahkan masih tidak sadar juga. Ayo maju jika kamu ingin mendapatkan pukulan lebih kasar lagi dari itu ayo maju!" tegas Erlangga dengan emosinya yang tidak bisa ia tahan lagi. Akan tetapi melihat Richard hanya menatapnya dengan diam Erlangga meluncurkan lagi pukulannya.
"Ayo apa kamu udah gila kenapa kamu hanya diam ayo balas aku. Apa yang membuat-mu terdiam seperti ini, habis kerasukan apa kamu ayo maju?
"Aku tidak ada waktu lagi buat ngeladenin kamu jadi mendingan sekarang kamu panggilkan adik kamu karena tujuanku kesini hanya untuk menemuinya panggil dia sekarang," pintanya dengan pandangannya yang tidak berani menatap kearah Erlangga.
"Aku tidak tahu lagi apa yang sedang merasuki-mu saat ini. Tapi yang jelas aku tidaklah pria bodoh yang hanya akan diam ketika adik kesayangannya diinjak-injak oleh seseorang bajingan seperti-mu. Dan aku tegaskan ke-anda sekali lagi kamu berani memulainya maka deguman panas yang kan mendarat ketubuh-mu. Bahkan kalau perlu aku juga bisa membunuh-mu dengan tangan kosong-ku pada hari ini juga apa kamu mengerti. Jadi cepat pergilah brengsek!" gertaknya langsung menendang Richard.
__ADS_1
"Percuma kamu menendang bahkan memukulku sekalipun karena tujuan-ku kesini hanya ingin menemuinya. Jadi sekalipun kamu melarang-ku bahkan mengusir-ku aku tidak perduli. Karena sebelum aku bertemu dengannya aku tidak akan pernah pergi dari sini," ucapnya yang kemudian seseorang menimpali pembicaraannya.
"Apa yang kamu lakukan apa kamu ingin memaksa-ku untuk kembali lagi ke Rumah-mu. Tidak, itu tidak akan pernah terjadi jika kamu masih bersikeras dan ingin memaksa-ku pergilah karena itu tidak akan aku lakukan.
"Tujuan-ku datang kesini bukan untuk mencari masalah. Jika awal tujuan pertama-ku ingin mencari masalah untuk apa aku harus menahan diri ketika kakak kesayangan kamu itu terus-menerus mengajar-ku sampai babab belur seperti ini. Tapi sudahlah kita lupakan saja. Kebetulan kamu sudah datang apa aku boleh mencium perut buncit kamu dimana terdapat-lah calon anak kita didalam sana?"
Ucapan Richard yang akhirnya berhasil mengagetkan semuanya. Bahkan Erlangga yang sedari kurang tenang, dengan sigap ia menodongkan sengaja ya tepat kearah Richard dan disusul para anak buahnya yang ikut Sama-sama menodongkannya.
Bahkan pandangan Cassandra juga tidak bisa lagi ia hindari. Jika ia disuruh bertanya ingin sekali ia bertanya apa yang sedang ada dalam pikiran laki-laki dihadapannya saat ini. Tapi bukan Cassandra jika ia harus bertanya apalagi dengan seseorang yang saat ini ia sudah anggap sudah seperti musuhnya sendiri.
"Apa maksud-mu dan punya hak apa kamu berani melakukan itu. Biar pun ini anak kandung kamu bukan berarti aku akan bersedia mengijinkan-mu untuk melakukan itu karena aku tidak akan pernah melakukannya. Kak Erlangga usir dia sekarang?"
"Aku mohon Cassandra ijinkan aku mencium-nya untuk yang terakhir kalinya aku mohon.
"Cepat pergilah!"
"Cassandra!"
__ADS_1
"Aku bilang pergilah!" bentaknya yang langsung mendorong Richard hinga terjatuh.
"Kamu lihat kan. Apa yang sudah kamu perbuat akan berbalik menyerang balik kearah-mu. Luka yang sudah terlanjur kamu buat akan sangat sulit untuk dicerna kembali olehnya. Jadi sudahlah Richard simpan jauh-jauh rasa penyesalan kamu itu. Karena apa? karena sudah tidak ada lagi kesempatan untuk-mu menata kehidupan rumah tangga kalian. Dan aku sebagai kakak kandung Cassandra tidak akan pernah rela jika adik kesayangan-ku akan terus-menerus sakit hati karena ulah pria bajingan seperti anda jadi cepat pergilah ayo pergi!" gertaknya yang langsung mendorong Richard hinga terjatuh.
"Baiklah aku akui aku memang sudah terlambat untuk mengungkapkan rasa penyesalan ini. Dan jika kamu ingin aku pergi dari hadapannya kamu tenang saja aku akan pergi dari kehidupannya dan aku minta kamu jaga dia," ucap Richard berbalik Erlangga menatap kearah Richard.
"Aku Abang Cassandra jadi aku sudah tahu apa tugas-ku sebagai seorang Abang. Jadi kamu tidak perlu memerintahkan-ku cepat pergilah!"
Selangkah Richard pergi dari hadapan Erlangga. Bahkan terlihat raut wajah Erlangga yang sudah tidak bisa dibohongi jika dia terlihat sangatlah marah.
"Kenapa Richard. Kenapa disaat kamu sudah sadar kamu sudah terlanjur membuat hati ini terluka. Jika kamu memang beneran mencintai-ku harusnya kamu berjuang tidak hanya diam dan menyerah seperti ini. Ingatlah Cassandra kamu harus sadar, kamu harus sadar jika dia tidak sungguh-sungguh mencintai-mu, dia bersikap seperti tadi karena dia ingin menghancurkan-mu yang kedua kalinya jadi cukup. Cukup satu kali kamu terluka tidak dengan sekarang," batin Cassandra yang terus saja menangis Hinga tak lama Erlangga datang.
"Cassandra apa kamu akan terlihat lemah seperti ini? apa yang telah ia lakukan tidak sebanding dengan rasa sakit yang selama ini kamu rasakan apa kamu akan lemah sayang?"
"Kak Erlangga tenang saja. Aku bukanlah Cassandra yang akan cengeng dan terlihat mengemis akan cinta. Biar pun dia terlihat memohon aku tidak akan pernah memaafkannya. Karena apa yang telah ia lakukan sudah sangat menyakiti-ku jadi kak Erlangga tenang saja aku tidak akan lemah.
"Baiklah syukurlah kalau kamu memang punya pikiran seperti kakak. Kamu tenang saja biar pun kamu tidak punya suami ada kak Erlangga dan Mak Verrel yang akan menjaga kamu jadi usap air mata kamu sekarang.
__ADS_1
"Baik kak.
BERSAMBUNG.