
Waktu berjalan dengan sangat cepat. Dalam ruangan yang gelap terdapat-lah seseorang yang sudah terikat kenyang mencoba melepaskan diri, beberapa kali pria itu mencoba memberontak tapi apa daya apa yang dia lakukan nyatanya tidak membuatnya berhasil.
Tak lama datanglah seseorang yang ber-sepatu hitam yang perlahan-lahan mulai mendekatinya. Pandangannya tidak bisa ia percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Menatap pria itu hanya menunjukkan senyuman lepasnya. Pria itu tak percaya dengan apa yang pandangan sekarang.
"Richard apa yang kamu lakukan kenapa kamu bisa mengikat om seperti ini lepaskan Om ...lepaskan Om.
Mendengar rengekan yang diucapkannya. Richard yang memperhatikannya ia hanya membalasnya dengan senyuman sinis.
Tak tahan Richard kemudian mendobrak meja dengan sangat keras yang spontan membuat laki-laki yang terikat dihadapannya pun tersentak kaget.
"Stop!" aku minta stop anda bersikap manis seolah-olah aku tidak tahu rencana busuk apa yang telah anda berbuat selama ini.
"Apa maksud kamu Richard? apa maksud kamu berkata seperti itu. Dan apa yang sebenarnya terjadi padamu kenapa kamu bertindak kelewatan seperti ini ada apa?"
"Sudahlah Om. Om itu tidak usah berpura-pura sok suci dan tidak tahu apa maksud dari tindakan yang aku lakukan saat ini.
Om adalah orang yang selama ini aku percaya. Bahkan sangking percayanya aku sudah menganggap om sudah seperti ayah kandungku sendiri. Tapi apa? tapi apa yang om balas dan perbuat. Om malah diam-diam menusuh-ku dan membuat keluarga-ku hancur.
Om lah orang dibalik kematian yang dialami oleh keluarga-ku termasuk pada Amel adik kandung-ku satu-satunya yang ternyata secara licik om lah orang yang sudah menyuruh anak buah Om untuk menodainya dan Om juga orang yang sudah membunuhnya pada waktu itu. Jadi apa? jadi apa lagi yang ingin Om jelaskan aku sudah muak.
Aku sudah muak berpura-pura baik seolah-olah tidak tahu tentang semua ini. Dan sekarang giliran Richard sendirilah yang akan mengantar Om pada ajal atas semua perbuatan yang selama ini Om telah lakukan.
"Richard apa maksud kamu? apa kamu ingin membunuh Om. Semua itu salah tidak tidak benar. Bukan om yang telah membunuhnya bukan Om.
__ADS_1
DYARR ....
Satu tembakan akhirnya Richard luncurkan setelah ia tak tahan mendengar ocehan dari pria berumur 50 tahunan tersebut. Darah yang seketika mengalir cukup deras membuat pria itu sedikit kehilangan keseimbangannya. Bahkan pandangan yang mulai buram tidak menghiraukan Richard merasa kasihan dan melepaskannya.
"Apa yang terjadi dengan-mu Richard? Papa ini sangat menyayangimu sudah seperti Putra kandung Papa sendiri. Bahkan menikahkan kamu dengan Sandra itu sudah jadi kebahagiaan buat Papa apa yang terjadi padamu Richard, apa?"
"Richard yang ada dihadapan Om bukanlah Richard yang akan diam ketika Om terus saja menceramahi ku tanpa sebab dan alasan yang pasti. Selama ini aku sudah menganggap om sudah seperti ayah kandungku sendiri tapi om-lah dalang dari penderitaan-ku. Dan aku? aku tidak akan membiarkan seseorang seperti anda bertahan hidup lebih lama.
Apalagi om orang yang telah membunuh keluarga-ku jadi sekarang rasakan-lah ini. Jadi sekarang cepat katakan padaku apa maksud dari anda melakukan semua ini sampai-sampai melakukan pembunuhan berantai dan menewaskan keluarga-ku. Bahkan yang lebih liciknya Om malah membalikkan fakta yang seakan didalangi dibalik semua ini adalah Erlangga yang jelas dia tidak tahu apa-apa soal ini ayo cepat katakan.
Terlihat menahan rasa sakit akibat luka tembakan yang dideritanya.
"Richard kamu sangatlah bodoh Richard. Kamu sangatlah bodoh selama berpuluh-puluh tahun kamu percaya akan tipuan ku. Dan apa kamu sangat ingin tahu apa alasannya kenapa Om tega membantai keluarga-mu?"
FLASH BACK
Setelah lulus kuliah hubungan Reyhan yang tak lain adalah Papa kandung Richard dan juga Roland pun perlahan-lahan memulai memudar. Sesibuk apapun mereka, Mereka pasti masih meluangkan waktu mereka untuk bercanda ataupun ngobrol. Akan tetapi beda dengan sekarang, Reyhan yang pada dasarnya terlahir dari keluarga kaya raya. Dan menjadi anak dari pengusaha kaya raya jadi baginya untuk masalah pekerjaaan itu tidaklah sulit. Bahkan Diusianya yang terbilang masih muda yaitu baru 28 tahun, dia diangkat oleh Papanya untuk menjadi Ceo di salah satu perusahaan milik papanya yang tak lain adalah perusahaan DEPARTEMEN PR(PIER).
Departemen yang sudah mendapat peringkat kedua, lantaran saham dan bisnis yang berpenghasilan sangat besar. Bahkan kesuksesan Perusahaan tersebut sudah diakui diseluruh kota Jakarta ini. Berbeda nasib dengan Reyhan yang hidupnya bergelimang dengan Harta, Roland yang pada dasarnya terlahir dari keluarga yang tidak mampu, baginya untuk mendapatkan pekerjaan itu sangatlah sulit, dengan berusaha dan semangat Roland untuk mendapatkan pekerjaan pun sia-sia saja. Karena dia sudah mendatanggi berbahagai kantor maupun perusahaan tapi tak ada satupun perusahaan yang mau menerimanya.
Hingga akhirnya dia pun mengetahui kabar jika sahabatnya yaitu Reyhan dia sudah sukses. Dan mengelola sebuah Perusahaan sekarang. Niat Roland yang inggin meminta bantuan pada Reyhan setelah mendatangi perusahaan itu, dia malah disambut dengan pemandangan yang sangat menyakitkan.
"Akhirnya aku bisa sampai juga diperusahaan milik Reyhan ini, Mungkin dengan kehadiranku disini. Reyhan berniat mau menolongku?"ucap Roland yang dengan semangatnya mendatangi kantor ini dan kemudian dia pun akan masuk kedalam belum juga masuk, dia sudah dapat larangan dari seorang yang tak lain dia adalah sekurity kantor.
"Hei apa yang inggin anda lakukan, apa anda sudah ada janji pada tuan kami?" tanya sekurity.
__ADS_1
"Maaf pak? saya memang gak ada janji sama tuan bapak. Tapi saya ini Roland teman semasa kuliahnya, jadi dia pasti mengingat saya. Jadi tolong panggilkan pak Reyhan. Karena saya ada perlu sama dia," ucap Gibran yang menyuruh sekurity untuk memangilnya.
"Maaf Tuan muda lagi tidak bisa diganggu, karena dia masih banyak kerjaan yang harus dialaksanakan sekarang. Jadi mendingan anda pulanglah karena anda gak akan mungkin bisa menemuinya sekarang ini?" ucap sekurity yang menasehi Gibran. Dan menyuruhnya untuk pergi dari sini.
Melihat dirinya dihalanggi oleh sang Sekurity, dengan berusaha Roland pun terus memaksa inggin masuk. Tapi tak juga diijinkan oleh sang sekurity. Kemudian Reyhan pun tiba-tiba muncul dengan didampinggi salah satu seseorang yang tak lain dia adalah Sekertaris Reyhan.
Awalnya Reyhan juga terkejut melihat kehadiran Roland disini.
"Reyhan?" ucap Roland yang terkejut melihat kehadiran Reyhan.
"Kamu Roland kan?" Roland sahabat kuliah-ku dulu?" jawab Reyhan yang juga terkejut.
"Akhirnya kami inggat aku juga Rey.
"Lo apa kabar Land?" tanya Reyhan dengan menjabat tangannya.
"Aku baik. Oh iya ngomong-ngomong apa yang kamu lakukan disini. Itu apa yang kamu bawa?" tanya Reyhan yang kemudian langsung mengambil laporan kerja yang dibawa oleh Roland kemudian dia pun membacanya.
"Kamu lagi butuh kerjaan?"
"Iya aku lagi butuh pekerjaan Rey? dan tujuan-ku datang kesini karena aku mau minta bantuan sama kamu? kamu kan sekarang udah jadi Ceo di perusahaan bokap kamu sendiri. Jadi kamu pasti mau bantuin aku kan?" aku gak papa kalau aku harus jadi OB atau apa yang terpenting aku mendapatkan pekerjaan aku lagi butuh banget nih, jadi aku mohon tolong bantuin aku ya?" ucap Roland dengan menunjukkan muka berkaca-kacanya. Sedangkan Reyhan yang melihat dia pun merasa tidak tega, Tapi disisi lain dia juga bingung. Karena disini sudah gak ada lowongan pekerjaan lagi, OB maupun Sekurity sudah ada. Dan dengan berat hati Reyhan akhirnya mengatakan yang sejujurnya pada Roland.
"Maaf ya Land, bukannya aku jahat atau gak peduli sama kamu! tapi jujur aja disini sudah tidak ada lowongan kerja, OB maupun sekurity sudah ada. Jadi sekali lagi aku minta maaf ya. Sebagai gantinya aku ada uang sedikit buat kamu. Dan soal pekerjaan nanti aku bakal kabarin lagi tapi sekarang aku harus pergi karena ada pertemuan penting sekarang, maaf ya?" ucap Reyhan kemudian dia pun memberi beberapa lembar uang yang baru saja dia ambil dari dompetnya, yang kemudian dia pun genggaman-kan pada kedua tangan Roland dan uang itu berjumplah 1 juta.
"Hanya ini gak bisa aku lakukan, jadi terimalah. Ya sudah karena gue lagi buru-buru. Jadi maaf aku gak bisa lama-lama ngobrol denganmu, sekali lagi maaf ya!.ucap Reyhan yang kemudian dia pun berlalu pergi meninggalkan Roland.
__ADS_1
SEKALIAN MAU TANYA. BERHUBUNG CERITA INI AKAN SEGERA MENUJU TAMAT KIRA-KIRA ADA YANG SETUJU GAK KALAU PEMERAN UTAMA DALAM CERITA INI AKAN ADA YANG MENINGGAL. JIKA SETUJU TOLONG KOMEN YA. BAIKLAH HANYA ITU PERTANYAAN-KU BAGI YANG MAU JAWAB DAN MEMBERIKAN SARAN AKU AKAN SANGAT BERTERIMA KASIH PADA KALIAN TERIMA KASIH 😊😊
BERSAMBUNG.