
Pagi yang cerah telah terlihat telah menampakkan sinarnya hinga menembus gorden jendela. Sedangkan Cassandra yang perlahan-lahan mulai menggerakkan badannya, sekaligus membuka matanya dia merasa seperti ada yang sesuatu memeluk tubuhnya itu.
Membuka matanya secara perlahan sambil mengumpulkan nyawanya. Hampir saja dia berteriak saking kagetnya ia menyadari jika sudah ada Richard yang tertidur menghadapnya sambil memeluk pinggangnya dengan cukup erat.
Bahkan yang membuatnya tidak percaya, ia tidak percaya jika keduanya dalam keadaan bertelanjang satu sama lain.
Seketika Cassandra pun menahan nafasnya, lantaran dia belum terbiasa dengan suasana seperti ini. Sangatlah canggung walaupun yang memeluknya adalah Suaminya sendiri.
Cassandra mencoba untuk melepaskan pelukan itu dengan berhati-hati. Akan tetapi kenapa tiba-tiba jantungnya berdegup kencang dan ini membuatnya sangat tidaklah nyaman.
Hampir saja tangan Richard terlepas dari pelukannya, tapi lelaki itu sudah lebih dulu menariknya kembali. Wajah keduanya saat ini sangatlah dekat, bahkan hidung mereka hampir bersentuhan.
"Astaga apa yang barusan terjadi pada tadi malam, bukankah tadi malam aku pergi ke club sendirian. Tapi kenapa sekarang aku malah tidur dengannya seperti ini?" batin Cassandra yang terus-menerus memikirkan apa yang terjadi pada tadi malam.
Belum juga pelukan itu terlepas dari keduanya, terlebih dulu Richard pun berkata dan sekejab membuat Cassandra yang berusaha pun terkejut tidak main.
__ADS_1
"Mau kemana?" tanya Richard dengan senyuman.
"Dasar penggoda, jadi dengan seperti ini cara kamu mengait seorang wanita cepat lepaskan!" gertaknya yang kemudian Richard pun membuka mata. Dan menampakkan senyumannya.
"Apa tadi kamu bilang menggoda-mu bukankah tadi malam seseorang yang masuk kedalam kamar mandi. Dan memeluk-ku dia bukankah dirimu sendiri?" timpal Richard yang spontan membuatnya terkejut.
"Apa?"tanya Cassandra dengan ekspresi wajah tidak mempercayainya.
"Iya, kamu sendiri apa kamu tidak ingat?"timpal Richard mencoba meyakinkannya.
"Astaga kenapa kita malah terjatuh didalam air seperti ini, ayo cepat bangunlah ayo bangun!" perintahnya akan tetapi Cassandra malah tambah memeluknya.
"Hay apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah memeluk-ku seperti ini lepaskan aku!" ucap Richard tapi Cassandra tak menghiraukannya.
"Apa yang kamu sukai darinya? Apa yang sebenarnya membuatmu mencintainya sampai-sampai sulit sekali bagimu untuk menerima-ku menjadi istrimu?"
__ADS_1
Memainkan bibir Richard seolah-olah sedang memainkan sesuatu. Richard yang mulai gairahnya keluar. Bahkan keringatnya yang mulai keluar ia akhirnya hilang kendali dan menikam bibir Cassandra yang sudah sedari tadi telah berada dihadapannya. Mendorongnya kedalam air, ciuman pun akhirnya tak bisa dihindari lagi.
"Jika kamu sampai berani menginjakkan kakimu untuk keluar dari kamar ini, maka jangan salahkan aku kalau aku akan bertindak kasar dan lebih kejam dari ini!" ancam Richard dengan senyum liciknya.
"Apa anda pikir aku akan takut dengan ancaman anda," gertak balik Cassandra, Richard yang mendengarnya ia hanya menunjukkan senyumannya dan berlalu ia pun merangkul Cassandra dan menurunnya diatas ranjang.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan lepaskan aku! Anda tidak bisa menculik ku seperti ini lepaskan aku!"
"Tadi aku kan sudah bilang kalau aku tidak akan membiarkanmu untuk pergi jadi anda sendirilah yang mau aku melakukan ini," timpalnya dengan senyum licik yang terukir dari raut wajahnya.
"Baiklah jika itu mau kamu biar aku sendiri yang memberikan perhitungan ke anda," sambungnya yang tanpa aba-aba Cassandra pun mengigit kuping Richard dan membuatnya meringis sakit.
"Aw...kamu ternyata bisa galak juga ya, baiklah jika itu mau kamu aku juga gak akan melawan mu," balasnya berlalu Richard pun membalasnya dengan mendorong hinga tubuh Cassandra terpental diatas ranjang.
BERSAMBUNG.
__ADS_1