Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Cassandra tertembak


__ADS_3

Berlinang air mata dan hanya bisa memeluk kedua lututnya dalam jeruji besi, Cassandra tidak tahu apa lagi yang harus ia lakukan. Semua bukti mengarah kepadanya, bahkan semua orang pada menuduhnya jika dialah orang dibalik pembunuhan yang dialami Amelia.


Ketakutan dan hinaan rasanya sangat sulit untuk ia hilangkan dalam pikirannya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang, semua bukti mengarah kepadaku. Dan siapa seseorang yang tega telah menjebak ku dengan cara seperti ini. Tidak ada seseorang lagi yang mampu bisa mempercayai ku, kak Erlangga, kak Verrel aku butuh kalian.


Buliran demi bukan perlahan-lahan mulai menjatuhi pipi manisnya. Memeluk kedua lututnya dan menundukkan kepalanya, tak lama langkah seseorang menghampirinya dan membukakan borgol yang tertancap pada jeruji besi tahanan ini.


"Ini ada apa Pak? Apa ada seseorang yang berniat ingin menjengukku?" tanyanya berlalu sang polisi pun menjawabnya.


"Iya ada seseorang laki-laki yang ingin bertemu dengan anda. Dan selamat anda sudah bebas dari masa tahanan ini," balas polisi yang spontan membuat wajah cerita Cassandra merekah.


"Apa pak, saya ... Saya bebas?"tanyanya dengan wajah tak percaya.


"Iya selamat, mari ikut saya," balas polisi yang ramah tersenyum kepadanya dan berlalu ia mengantarkan Cassandra pada seseorang itu.


"Alhamdulillah aku bebas aku tahu semua ini bisa terjadi pasti karena kak Erlangga dan Kak Verrel. Aku tahu merekalah orang membantuku agar terbebas dari tahanan ini," batin Cassandra yang merasa sangat lega, berlalu ia mengikuti langkah polisi tersebut.


Satu jam kemudian.

__ADS_1


"Maaf pak kami dari keluarga tersangka atas nama Cassandra, bisakah kami untuk menemuinya sekarang?" tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah Erlangga, bersanding dengan verrel disampingnya.


"Tersangka atas nama Cassandra?"


"Iya Pak, tersangka atas tindakan pembunuhan pada korban bernama Amelia," sambung Verrel.


"Maaf tapi kayaknya kalian sudah telat mendapatkan info mengenai kasus ini. Saudari atas nama Cassandra baru aja dibebaskan oleh seorang laki-laki yang tak lain adalah Richard saudara dari Amelia sendiri. Dan beliau membatalkan masa tuntutan ini, jadi anda tidak perlu susah-susah untuk mencari cara membebaskan saudari kalian itu?"


"Apa. Jadi kasus ini sekarang resmi dibatalkan, apa pak Polisi tahu dimana laki-laki bernama Richard itu membawa adik saya?"tanya Erlangga dengan wajah paniknya.


"Soal itu saya kurang mengerti Tuan,"balas Polisi.


"Baiklah cepat perintahkan semua anak buah kita untuk menyisir semua markas persembunyian Black blazer sekarang!"


"Baik kak aku akan menghubungi Samuel agar ia bisa menggerakkan semua anak buah kita untuk mengepung markas tersebut."


"Baiklah cepatlah kita tidak ada waktu lagi sekarang."


Menyeret dan menjambak rambut Cassandra secara paksa, tanpa memperdulikan teriakan yang dilakukan oleh Cassandra lantaran rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Dengan kasar Ricard pun membawa Cassandra masuk kedalam salah satu markas persembunyian mereka.

__ADS_1


"Tuan apa yang terjadi kenapa Tuan pembawanya kesini?" tanya Rico dengan pandangannya terkejutnya.


"Aku tidak bisa menjelaskan semuanya ke kalian, yang aku mau sekarang, kalian siksa wanita ini dan terserah kalian mau menyiksanya seperti apa karena aku tidak akan perduli lagi sekarang!"


"Tapi Tuan, dia kan adik Erlangga apa tuan yakin?"


"Rico apa kamu sudah bosan hidup, jika kamu memang sudah bosan aku sendiri yang akan terlebih dulu menghabisi mu, apa kamu mau mengerti!" ancam Richard dengan menarik kera kemejanya.


"Ba ... Baik tuan kita bakal melakukannya,"ucapnya yang diselimuti wajah ketakutannya.


" Kalian semua manusia kejam dan biad*p apa kalian pikir dengan apa yang kalian lakukan ini, kalian akan menjadi manusia terhormat dan menjadi manusia yang tidak akan tertandingi. Tidak! Semua itu tidak akan pernah terjadi. Dan kamu Richard kamu akan sangat menyesal, kamu akan sangat menyesal karena telah menyiksaku seperti ini. Karena kakak ku tidak akan membiarkan mu hidup setelah mereka tahu apa telah kamu lakukan padaku, kamu akan sangat menyesal!"gertak Cassandra .


Belum juga perkataan yang diucapkan oleh Cassandra selesai, satu tembakan yang terlepas, tepat mengenai perut Cassandra. Dar*h yang mengalir dengan deras membuat kelima pria bertubuh kekar yang melihatnya.


Mereka hanya melihat dengan tatapan yang kosong, tidak ada langkah dari kelima pria itu untuk bersimpati mau menolong wanita yang sudah tidak berdaya dihadapannya itu.


Rasa lemas telah dirasa oleh Cassandra. Tubuhnya yang seketika merosot kebawah yang akhirnya membuatnya tak tahan lagi, dengan bersimbah banyak dar*h akhirnya Cassandra pun jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri dilantai.


"Buang dia ke jalan sekaran!" Pandangannya yang ia alihkan, berlalu ia pun pergi dari hadapan mereka. Sedangkan kelima anak buahnya merangkul tubuh Cassandra yang sudah dipenuhi dengan banyak darah.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2