
Jika niat Reyhan yang hanya inggin mengasihi kondisi Roland saat ini dengan memberinya beberapa lembar uang padanya.
Akan tetapi tidak ucapan terima kasih yang akan di dapatkan oleh Reyhan, melainkan masalah baru yang membuat Roland malah tambah membencinya.
Karena menurut Gibran dia tidak butuh bela kasihan dari Reyhan. Karena dia bukan pengemis yang minta dikasihani, entah apa yang merasuki pikirannya yang membuat dirinya mempunyai pikiran seperti itu.
"Kamu memang sahabat aku Rey, tapi entah kenapa apa yang kamu lakukan saat ini. Bener-bener telah membuat luka dalam diriku ini Rey, aku bukan pengemis yang inggin mendapat bela kasihan dan aku datang kesini juga bukan karena inggin meminta uang. Dan mulai sekarang aku harap kamu bukanlah sahabat-ku lagi. Karena yang ada kamu itu hanyalah orang yang sangat ku benci sekarang. Lihatlah saja nanti!"ucap Roland yang dengan menggepal tangganya. yang menunjukkan jika dia sangatlah membenci Reyhan saat ini.Kemudian dengan berat hati Roland pun pergi meninggalkan Perusahaan ini.
Dengan cepat berjalannya waktu, Roland pun mulai bingung dengan kondisinya yang sampai sekarang belum juga mendapatkan pekerjaan, untuk menghilangkan masa depresinya Roland pun memutuskan untuk bertemu dengan Monika.
Untungnya saja Monika dengan sangat setia menemani dan siap mendengarkan apa saja keluhan yang dialami oleh sang kekasih.
Melihat Roland yang kelihatannya sangatlah putus aja, Monika pun akhirnya memberanikan diri untuk mengajak Roland untuk bertemu dengan keluarga besar Monika, karena Monika inggin sesegera mungkin Roland meminangnya dan menjadikan Monika sebagai istri syahnya.
Akan tetapi Roland belum siap untuk melakukannya. Bukan karena tidak inggin menjadikan Monika sebagai Istrinya tapi karena Roland yang sampai sekarang belum juga mendapatkan pekerjaan.
"Maaf Monika bukannya aku gak inggin meminang-mu lebih cepat, tapi kamu kan tahu kalau sampai sekarang aku belum juga mendapatkan pekerjaan. Aku gak mau menyusahkan kamu apalagi membuat keluargamu sampai kecewa karena mendapatkan menantu yang pengganguran sepertiku.
"Sayang kamu lihat aku. Aku itu sangat mencintai kamu? walaupun sampai sekarang kamu belum juga mendapatkan pekerjaan. Aku yakin nanti kamu juga akan secepatnya mendapatkan pekerjaan. Jadi kamu gak boleh patah semangat seperti ini? kamu harus yakin kalau kamu pasti bisa melewati semua ini
Ingat ada aku yang akan selalu setia dan mendukungmu?" ucap Monika dengan menggenggam kedua tangan Roland.
"Terima kasih ya sayang. Aku beruntung karena aku bisa mendapatkan kekasih yang sepengertian seperti kamu, baiklah aku mau bertemu dengan keluargamu!
__ADS_1
"Terima kasih sayang?.
Setelah memutuskan untuk bertemu dengan keluarga besar Monika. Akhirnya tak lama kemudian Monika dan juga Roland pun telah sampai dikediamannya Monika.
Dengan bangunan yang sangat kokoh dan super besar membuat pandangan Roland pun tiba-tiba terhenti. Dan langkah kakinya pun ikut terhenti lantaran ini pertama kalinya Roland menginjakkan kaki dirumah sebesar ini. Apalagi Rumah ini adalah Rumah Monika.
"Mon? ini beneran rumah kamu?"
"Iya ini Rumahku? ayo kita masuk!"
"Baiklah ayo?.
Kemudian mereka pun masuk, Perasaan Roland yang tadinya tentram dan baik-baik saja. Seketika berubah menjadi mencekam dan gak karuan, lantaran setelah bertemu dengan kedua orang tua Monika, mereka terus-menerus menatap Roland dengan tatapan yang sangat tajam. Bahkan rasanya Roland inggin sekali memalingkan pandangannya jadi kedua orang ini.
Bahkan gak hanya menatapnya dengan sangat tajam. Tapi mereka juga mengintrogasi Roland mulai dari apa pekerjaannya?" Apa jurusan lulusnya" Dan yang lainnya. Bahkan yang terakhir apa yang dikatakan pada kedua orang tua Monika pada Roland.
"Maaf saya gak bisa merestui hubungan kamu dengan Putriku!" Apa kamu gak sadar kamu ini hanyalah laki-laki penganguran yang bercita-cita tinggi inggin menikahi Putriku!. apa kamu gak sadar kamu itu tidaklah cocok buat Putriku. Dia ini cantik, Berpendidikan. Sedangkan kamu apa?" ucap Papanya Monika yang dengan rasa tidak bersalah mengeluarkan semua perkataan yang gak harusnya dia katakan.
" Papa?" apa yang papa katakan!. ucap Monika yang membentak Papanya.
"Udahlah Monika diluar sana masih banyak orang kaya raya dan selevel sama kita. Bahkan kalau kamu mau papa bisa carikan laki-laki yang sebanding dengan status kita!"
"Baik om.Jika om inggin mencarikan Monika laki-laki yang sebanding dengan status om. Aku gak masalah. Karena walaupun aku gak punya harta, bahkan untuk makan aja masih susah, tapi satu hal yang harus om ketahui aku masih punya harga diri. Dan harga diriku juga lebih mahal. Jadi cukup om menghinaku," gertak Roland yang kemudian dia pun pergi meninggalkan rumah ini. Monika yang melihat Roland sangat terluka dia pun berusaha untuk mengejarnya. akan tetapi dihalangi oleh Mama dan Papanya.
__ADS_1
"Monika kamu jangan mengejarnya biarlah dia pergi, apa yang sedang kamu cari dari laki-laki seperti itu?" ucap Mamanya.
"Ma!" apa Mama sadar apa. Apa yang dikatakan Papa pasti akan sangat menyakiti hatinya apa Mama dan Papa tidak menyadari semua perkataan yang barusan Papa katakan tadi?" gertak Monika.
"Sayang. Tadi ucapan Papa hanyalah kebohongan. Papa sengaja mengatakan itu karena Papa ingin tahu apa dia beneran laki-laki yang mencintaimu karena cinta bukan karena harta!" timpal Papanya.
"Maksud Papa?" tanya balik Papanya.
"Iya Papa hanya menyelidiki latar belakang pria itu. Jika dia beneran suka dan cinta pastinya dia akan memperjuangkan kamu?"
"Tapi kalau dia marah beneran gimana Pa?" dia itu laki-laki yang punya pikiran keras, ia bisa marah besar akibat ucapan Papa tadi?"
"Baiklah besok bawa dia kesini. Dan suruh dia untuk melamar-mu tak perlu bawa apa-apa yang jelas Papa ingin tahu seperti apa ketulusan dari Pria yang kamu anggap baik itu. Karena jujur jika dia laki-laki yang penyabar harusnya dia tidak perlu membantah perkataan yang barusan Papa katakan tadi.
Jika niat Papanya Monika hanya ingin mengecek seberapa tulus dan kesabaran Roland. Akan tetapi lain hal dengan Roland, ia menganggap jika apa yang barusan dikatakannya adalah sebuah penghinaan.
Bahkan tidak mikir yang kedua kalinya Roland melakukan perbuatan yang tidak seharusnya ia lakukan yaitu membuat rem blong mobil yang dikenakan kedua orang tua Monika yang hendak ingin pergi ke-suatu tempat.
Hari yang dimana bakalan ada kejutan untuk Roland. Kini kejutan itu telah dihancurkan Roland dengan sendiri. Hari yang dimana keluarga Monika telah menunggu lamaran dari Roland telah berubah jadi hari duka akan kematian yang kedua orang tua Monika.
Tangisan tidak bisa dihentikan Monika yang sedari tadi hanya bisa meratapi jasad kedua orang tuanya yang sudah mulai dimasukannya ke-liang lahat.
Disaat kedua orang tua Monika telah pergi meninggalkannya. Monika harus bisa menerima kenyataan bahwa seseorang yang sudah membunuh orang tuanya ialah Roland yang tak lain adalah kekasihnya sendiri.
__ADS_1
Pertemuan Monika dengan Reyhan yang tanpa disengaja akhirnya membuatnya hati keduanya mulai luluh dan memutuskan untuk menikah hinga akhirnya memiliki seorang anak yaitu Richard dan juga Amelia.
BERSAMBUNG.