
"Kak Richard benar-benar tega apa yang sebenarnya ada dipikirannya, kenapa dia secepat itu berubah dan berbalik membuatku malu. Aku tidak terima, aku tidak terima," kesal Amel dengan berjalan tergesa-gesa.
Berjalan dengan langkah yang malas dan muka ngambek yang terlihat dari raut wajahnya.
Dan tiba-tiba langkah Amel yang tadinya biasa-biasa saja, ia pun merasa panik setelah menyadari jika ada dua orang yang mengikutinya .
"Mereka? Kenapa mereka terus menerus mengikuti ku apa mereka orang jahat?" batinnya yang merasa takut, berniat akan berlari tapi langkahnya terhenti setelah dua orang berlari dan menghadangnya.
"Cantik sendirian aja mana teman kamu?" tanya salah seorang laki-laki dengan pandangannya yang terlihat mencurigakan.
"Siapa mereka, jangan-jangan mereka orang jahat?" batinnya yang terlihat takut dan panik.
"Hey cantik aku sedang berbicara denganmu apa kamu pura-pura tidak mendengarnya?" tanyanya lagi dengan nada manis. Melihat langkah kaki dua seseorang itu yang mulai mendekatinya.
"Apa yang ingin kalian lakukan, jangan berani kalian mendekatiku!" ancamnya tapi jawaban yang mereka lontarkan hanyalah sebuah senyuman liciknya.
"Bos mumpung lagi sepi gimana kalau kita bawa dia aja kan lumayan buat senang-senang.
"Jangan berani kalian mendekatiku, selangkah kalian akan mendekatiku maka aku akan berteriak!"
__ADS_1
"Jadi kamu ingin mengancam ku? Baiklah kalau kamu ingin berteriak, teriak saja disini kan sepi jadi teriak-lah," pintanya dengan tersenyum sinis.
Terlihat sangatlah cemas ia tidak menyadari salah satu seorang berjalan mendekatinya dari belakang. Seseorang itu dengan sigap langsung membekap mulut Amel menggunakan kain yang sudah diberi obat bisi.
Amel berusaha meronta-ronta, tapi perlahan pandangannya mulai buram sebelum dia tidak sadarkan diri, karena pengaruh obat yang berada di kain tersebut.
Setelah jatuh pingsan, pria itu langsung membopong tubuh Amel dan memasukkan ke dalam mobilnya yang berada di belakangnya yang kebetulan jalan sedang sepi.
Berada didalam ruangan yang terlihat sangatlah sepi, tanpa ada seseorang sekalipun dan hanya sendiri, dalam kondisi kedua tangan dan kaki yang masih dalam keadaan terikat.
"Ada dimana aku ini kenapa aku bisa ada disini apa yang terjadi?" gumamnya yang kemudian ia pun mengingat sesuatu.
"Iya aku ingat aku berpapasan dengan orang jahat. Dan pastinya orang itu yang membawaku kesini, tapi apa maksud dari semua ini?" tanyanya yang merasa panik, sesekali ia melihat kanan mau pun kiri, tapi tidak ada satupun orang yang berada disini.
Setiap detik banyak sekali pertanyaan tentang nasib buruk yang tengah ia pikirkan. Namun hal yang paling ia takuti dari semua itu adalah kematian, ia takut jika orang jahat yang sedang menyekapnya akan bertindak nekat untuk mencelakai dirinya.
Belum juga rasa was-was nya hilang, ia sudah dibuat terkejut sekaligus ketakutan setelah pintu yang tiba-tiba terbuka dengan berbarengan langkah kaki seseorang yang mulai menunjukkan sepatu berwarna hitam, yang perlahan-lahan mulai menghampirinya.
Pandangan sekaligus matanya seketika terdiam bahkan tidak berkedip setelah ia tahu siapa seseorang yang mulai menghampirinya,
__ADS_1
beberapa kali Amel mencoba menenangkan pikirannya yang selalu kacau, sekaligus bingung apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini..
Melangkah menghampiri Amel yang sedang duduk di atas kursi dengan kondisi kedua tangan dan kakinya yang terikat. Seseorang yang memakai penutup wajah itu menunjukkan raut senyumannya. Akan tetapi dibalik wajah senangnya ada sesuatu yang aneh terjadi didalam diri pria itu.
"Hai, gadis manis apa kamu masih mengingat siapa aku. Jelas pastinya kamu masih mengenalku bukan? Sebuah suara angkuh datang dari pria dengan serba hitamnya. Tubuhnya itu tampak kekar dan kuat.
Seseorang memicingkan mata, memperhatikan makhluk di hadapannya yang masih memakai perlengkapan rapi khas anak kuliahan.
"Siapa kamu? Apa maksud kamu membawaku kesini?" tanyanya yang merasa panik.
"Apa kamu ingin tahu kenapa aku membawamu kesini. Baiklah aku akan beritahu, kamu pastinya ingat kan dengan seseorang yang bernama Erlangga, laki-laki yang kamu tolak beberapa tahun yang lalu kamu pasti masih ingat kan?"
"Erlangga, kamu? Apa yang ingin kamu lakukan. Apa kamu ingin balas dendam karena aku telah menolak mu? Masa Lalu kita sudah beberapa tahun yang lalu. Dan kita sudah lama tidak berjumpa, apa kamu masih membenciku karena perkara sepele itu?"
"Sepele kamu bilang? Tidak! itu semua bukanlah masalah sepele tapi itu masalah perasaan. Dulu aku sangat mencintai kamu dan memperlakukanmu dengan baik dan tulus tapi apa yang balasan kamu? Kamu malah dengan santainya bilang kalau kamu tidaklah cinta padaku, kamu hanya mempermainkan ku dan memanfaatkan ku apa itu tidaklah keterlaluan, tapi kamu tenang aja apa yang aku inginkan akan aku dapat kembali. Dan malam ini, aku akan bikin malam ini akan menjadi malam yang indah bagi kita.
"Apa yang ingin kamu lakukan? Kamu jangan gila!"
"Tidak, siapa yang gila sayang. Aku hanya ingin main-main apa kamu paham!" ucapnya dengan tawa yang menyeringai.
__ADS_1
"Kamu gila, kamu sudah gila lepaskan aku! Lepaskan aku!"
Bersambung