Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Cassandra kecelakaan


__ADS_3

Langkah yang pelan, ditambah lagi awan mendung yang nampak terlihat gelap, tetesan hujan pun perlahan-lahan mulai bergombolan menjadi satu yang akhirnya dalam hitungan menit, tetesan hujan itu menjatuhi tubuh Cassandra hinga membuatnya basah kuyup.


Rasa dingin akibat tersiramnya air hujan tidak membuat langkahnya terhenti. Ia terus berusaha berjalan dan berjalan untuk menemukan tempat yang cocok untuk ia beristirahat.


Akan tetapi belum juga ia menemukan tempat yang cocok, sebuah mobil berwarna putih pun melaju dari arah belakangnya dengan kecepatan cukup tinggi.


Entah disengaja atau tidak, mobil itu pun telah menubruk Cassandra hinga tubuhnya terpental.


Dipenuhi dengan rasa takutnya, tanpa memperdulikan kondisi Wanita yang dalam keadaan tergeletak dan berlumuran banyak darah, orang itu dengan teganya meninggalkannya sendiri tanpa mau menolongnya terlebih dulu.


Sesaat orang itu pergi meninggalkan tempat kejadian, ada seseorang mengendarai mobil hitam yang kebetulan lewat jalan itu, dan melihat ada seseorang yang tergeletak tak berdaya di tengah jalan.


"Ada apa Pak? kenapa anda berhenti? tanyanya yang kemudian supir pun membalasnya.


"Tuan, kayaknya di lokasi ini rawan pembegalan, coba Tuan Gibran lihat ditengah jalan ada seseorang yang tergeletak apa itu salah satu rencana dari si pelaku begal untuk menjebak kita agar kita keluar?


"Apa bapak yakin kalau ini salah satu taktik cara pembegalan? tanyanya yang tidak percaya.


"Iya saya yakin. Karena sudah banyak cara para pelaku begal yang bertindak dengan cara seperti ini,"balasnya lagi.


"Mendingan sekarang kamu lajukan kendaraan ini tepat di samping seseorang yang tergeletak itu?


"Tapi Tuan? ini sangat berbahaya.


"Apapun yang terjadi, saya sudah menerima resikonya jadi cepat kita samperin seseorang itu. Aku sudah punya penjagaan beberapa senjata jadi jika ini beneran taktik para begal, maka langkah cepat kita menyerangnya balik," ucap Gibran yang kemudian supirnya menjalankan lagi laju kendaraannya.


"Sudah Tuan, sekarang apa yang ingin Tuan lakukan? haruskah kita turun dari dalam mobil?


"Jika kamu tidak berani untuk keluar, biar aku aja yang keluar," balasnya yang kemudian Gibran pun segera turun. Sesampainya ia ditempat seseorang itu ia pun segera membalikkannya, betapa terkejutnya dia saat ia tahu jika seorang itu adalah seorang Wanita yang ia kenal yaitu Cassandra.


"Astaga apa yang terjadi dengannya, apa dia jadi korban tabrak lari, denyut nadinya masih ada, dia masih bernyawa aku harus memanggil ambulance sekarang?".ucap Gibran dengan dipenuhi rasa paniknya.


"Tuan apa yang terjadi? apa Tuan kenal dengan wanita ini?


"Iya, dia adalah teman-ku , aku rasa dia korban tabrak lari segera panggilkan ambulance sekarang," perintahnya.


"Baik Tuan saya akan segera memangilnya," balasnya yang kemudian ia pun menghubunginya.


Tak berapa lama mobil ambulance pun akhirnya telah sampai di Rumah sakit Citra medika yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian tadi. Dan hampir 30 menit lamanya Bintang telat mendapat pertolongan, wajah Cassandra yang tadinya segar, kini pun terlihat sangat pucat.


Cassandra yang berada diatas brankar Rumah sakit dengan cepatnya orang-orang pun langsung memasukkannya keruang ICU lantaran kondisinya yang sudah sangat memperhatikan, dan harus segera ditangani.

__ADS_1


Dokter dan Suster yang melihat kondisi Cassandra, dengan segera mereka pun memeriksanya dan tak lupa memasangkan infus.


" Pasien sudah banyak kehilangan darah, dan sekarang detak jantungnya sudah mulai melemah, kita harus memberi pertolongan pertama dengan melakukan tindakan operasi saat ini juga, jadi cepat kamu keluar dan beritahu keluarganya sekarang. Karena kita sudah tidak punya banyak waktu?.


"Baik Dokter!. balas sang Suster yang tanpa menunggu lagi, ia pun keluar dari ruang ICU.


"Maaf apa anda keluarga korban?" tanya salah satu Suster kepada laki-laki yang berdiri dihadapannya.


"Tidak, korban ini adalah saudara dari teman-ku , kebetulan saya melihatnya sudah dalam kondisi Mengenaskan! jadi saya bukan keluarganya tapi tenang aku akan menghubungi keluarganya," balas Gibran.


Menekan salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya akan tetapi nomor tersebut terdengar tidaklah tersambung.


"Verrel ayo angkatlah kemana sih kamu? apa kamu gak lihat adik kamu terluka seperti ini ayo angkatlah," gumamnya tapi tak ada jawabannya.


"Sial Verrel tidak lagi bisa tersambung, sedangkan Richard dia belum terbebas dari masa tahanannya jadi dengan siapa aku meminta bantuan? alih-alih pandangannya yang memandang kesemua arah hinga ia tak sengaja melihat tas berwarna abu-abu tersebut yang tak lain atas milik Cassandra.


Setelah membongkarnya tak berselang lama, Gibran akhirnya menemukan sesuatu didalam tas tersebut.


"Jika Verrel tidak bisa aku hubungi masa percuma juga kalau aku menghubunginya lewat ponsel Cassandra, jadi akan lebih baik kalau aku cari nama Richard saja,"


Belum mengetahui jika Cassandra menggalami kecelakaan tunggal, lantas tak berselang lama ponsel Richard yang nomornya telah tertera pada layar ponsel Bintang pun tiba-tiba berdering.


Tulit...tulit...tulit..


"Ini dengan siapa?


📞 Maaf apa ini dengan saudari Richard, Suami dari saudari Cassandra?".


"Cassandra? darimana laki-laki ini tahu nama Cassandra? apa dia selingkuhannya? batinnya yang kemudian ia menjawab.


📞 Iya dengan saya sendiri, anda siapa?" dan bagaimana mungkin anda bisa tahu nama Wanita itu?".


📞 Saya dari pihak Rumah sakit Citra medika hanya inggin memberitahukan bahwa Istri anda, baru aja mengalami kecelakaan tunggal. Dan sekarang Istri anda dalam kondisi memperhatikan?".


"Maaf tapi anda salah, dia bukanlah Istriku jadi jika dia mengalami kecelakaan itu bukanlah urusan saya apa anda paham," ucapnya yang kemudian ia pun bergegas mematikan sambungan teleponnya.


"Maaf saya belum selesai bicara hey..."


"Dia kecelakaan, terus apa hubungannya dengan saya, masa bodoh," gertaknya yang kemudian Sandra pun menghampirinya.


"Sayang ada apa? kenapa aku tadi mendengar kata kecelakaan? siapa yang kecelakaan?

__ADS_1


"Biasa Wanita sialan itu, sudahlah jangan pedulikan dia, lagian aku juga tidak merasa sedih jika ia mengalami kecelakaan," balasnya yang kemudian Sandra pun tersenyum.


"Baguslah kalau kamu tidak perduli dengannya, oh iya tadi aku juga ingin memberimu kabar kalau Papa sudah mengatur rencana pernikahan kita, jadi..apa kamu sudah dengan pernikahan kita ini? tanya Sandra dengan wajah bahagia yang tidak bisa ia hindari lagi.


"Kapan pun kamu siap maka aku sendiri juga akan siap. Besok atau pun lusa aku pun tak masalah," balas Richard


"Terima kasih ya sayang, terima kasih karena kamu sudah mau mencintaiku seperti dulu," balasnya yang kemudian mereka pun pelukan.


"Apa dia Laki-laki gila? apa dia tidak perduli dengan Istrinya sendiri? dasar bedebah," gertaknya dengan menggenggam tangannya.


"Gimana apa anggota keluarganya akan segera datang? tanya Suster.


"Mendingan sekarang Suster siapkan operasinya segera, soal biaya biar saya yang membayar semuanya nanti,"


"Baik Tuan.


Bergegas brankar yang ditempati Cassandra berbaring pun dikeluarkan dari ruang ICU, dan dengan segera dipindahkan keruang operasi.


Ruangan yang terlihat sedikit redup dengan adanya sinaran cahaya dari beberapa lampu yang menyala tepat diatas berlangsungnya operasi yang dilaksanakan pada hari ini.


Beberapa Dokter yang menggunakan seragam hijau pun terlihat sangat sibuk, dan tidak bisa diganggu membuat suasana terlihat mencekam dan sedikit tegang.


Sedikit demi sedikit Suster pun membersihkan percikan da*ah yang sudah memenuhi hampir seluruh tubuh Cassandra, mulai dari kening kepala, lengan tangan dan wajahnya, Dokter pun menjalankan operasinya. Setelah hampir 6 jam lamanya, akhirnya operasi pun berjalan dengan sangat lancar tanpa ada hambatan?".


Bergegas brankar yang ditempati Cassandra berbaring pun dikeluarkan dari ruang operasi, dan dengan segera dipindahkan keruang rawat.


"Gimana Dok keadaan Pasien apa dia baik-baik saja? tidak ada luka serius kan yang dialami oleh pasien? tanya Gibran ketika Dokter sudahlah keluar.


"Anda tenang aja sekarang kondisi pasien sudah mulai membaik, tunggu sampai sehari pasien akan segera tersadar. Sekarang pasien masih terpengaruh obat bius jadi besok insyaallah pasti akan sadar,"


"Baik Dok kalau gitu terima kasih.


"Ya sudah saya tingal dulu.


"Silahkan Dok.


"Syukurlah keadaan dia sudah kembali normal, oh iya Suster saya mau suster selalu mengawasi kondisi pasien ini ya, saya ada urusan sebentar nanti saya akan segera datang kembali.


"Baiklah Tuan.


"Ya sudah saya tinggal dulu,"

__ADS_1


"Baik Tuan.


BERSAMBUNG


__ADS_2