Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Masalalu Cassandra dan Richard


__ADS_3

"Kamu? Jadi kamu Wanita sok keren yang berani melukai wajah adik kesayanganku ini? Apa anda sudah sangat bosan hidup sampai-sampai anda berani memasuki kandang singa yang tidak pernah menganggu anda sebelumnya?" tanya Richard dengan tatapan tajamnya yang mampu membuat jantung Cassandra rasanya ingin copot.


"Laki-laki ini? Jadi dia kakak yang selalu dikatakan oleh Amel. Rupanya gak adik gak kakak mereka sama-sama memiliki sifat yang sangat menjengkelkan," batinnya yang kemudian ia menepis tangan Richard yang menyentuh dagunya.


"Sekarang aku sadar kenapa adik kamu ini sifatnya sangat kasar dan sok jadi penguasa. Karena semua itu tidak akan mungkin terjadi kalau bukan karena didikan salah yang telah kamu ajarkan kepadanya selama ini. Aku tahu anda pasti punya kesibukan lain, tapi bukan seperti ini cara kamu mengajarkannya,"ucap Cassandra yang spontan membuat pandangan Richard beralih menatapnya dengan tatapan tajamnya.


"Apa maksud kamu? Apa kamu sedang berbalik mengajariku?"sambungnya dengan tatapan yang semakin tajam.


"Aku bukannya menggurui atau pun berlagak ingin mengajari. Akan tetapi aku berkata yang sebenarnya, cara kamu mengajarkan dia dan memanjakannya itu semua sangatlah salah. Karena dengan kamu memanjakannya kamu sama aja menjerumuskannya kedalam lembah penderitaan, yang nantinya akan membuatmu menyesal jadi jika kamu tidak ingin semua itu terjadi maka pikirkanlah perkataan yang aku katakan ini.


"Sangat gila. Dan baru kali ini ada orang yang dengan beraninya merendahkan ku seperti ini. Ingatlah kamu itu masih sangatlah muda. Dan kamu tidak tahu apa yang aku alami dan dialami oleh adikku selama ini, jadi janganlah sok berkuasa dan berlagak jika kamu itu benar. Ingatlah apa yang pernah diajarkan oleh orang tuamu belum tentu semua itu benar apa anda mengerti!" tegasnya dengan mencolek pundak Cassandra.


"Anda salah. Aku tidak pernah mendapatkan ajaran dari kedua orang tuaku. Karena sebelum aku tumbuh menjadi gadis dewasa, mereka terlebih dulu menghadap sang pencipta. Sedangkan orang yang selama ini mengajariku mereka adalah kakak laki-laki ku yang sudah aku anggap pengganti dari kedua orang tuaku. Sedangkan cara mereka mengajarkan ku itu sudah sangatlah benar. Karena mereka mengajarkanku bukan dengan kasih sayang dan rasa cinta. Akan tetapi mereka juga mengajarkan ku bagaimana caranya bisa menghargai sesama manusia, karena pada dasarnya jika kita meninggal kita akan sama-sama kembali ketempat asal kita yaitu tanah dimana kita akan tingal disana.


"Siapa kakak-kakak kamu apa mereka tergolong dari orang yang berkuasa dan ditakuti banyak orang?" tanyanya dengan nada meledek.


"Mereka adalah Erlangga dan juga Verrel bagiku nama itu adalah nama yang sering aku dengar. Akan tetapi setelah mendengar nama itu seseorang yang aku kenal hanyalah mereka, iya mereka.


"Erlangga dan Verrel. Apa ini hanyalah kebetulan?" batinnya yang tiba-tiba mengingat sesosok gadis yang mungil yang berada didalam bayang-bayang ingatannya beberapa tahun yang lalu.


Flash back Of


" Siapa kamu? Apa kamu sedang mengikuti ku?" tanya seorang gadis berseragam SMP yang terlihat panik lantaran menyadari jika ada seorang pemuda berseragam SMA yang mengikutinya dari arah belakangnya.


"Tunggu! Maksud kamu apa? Saya tidak mengerti?" tanya si pemuda yang merasa bingung.

__ADS_1


"Ini adakah jalanan menuju ke kediaman ku, sedangkan aku perhatikan sedari tadi kamu mengikuti ku terus jadi apa lagi yang ingin kamu katakan? Apa anda seorang penculik yang ingin menculik ku ayo jawab!"tegasnya dengan menggenggam satu balok kayu sebagai penjagaan.


"Maaf anda kayaknya salah faham. Aku tidak pernah ada niat jahat sampai setega itu, tujuanku datang ke rumah ini karena aku ingin mengembalikan buku ini kepada seseorang. Dan seseorang itu yang tak lain dia adalah teman sekelas ku jadi anda salah paham!"celanya yang mencoba membela diri. Akan tetapi tidak digubris gadis tersebut.


"Yang namanya pencuri pasti tidak akan mau mengaku, jadi aku tidak akan pernah percaya dengan tipuan anda jadi rasakan ini," tegasnya lagi, balok yang sudah berada digenggaman nya itu pun akhirnya siap mendarat pada tubuh pria muda tersebut.


Pukulan demi pukulan telah didapat si pemuda berseragam SMA yang tak lain pemuda itu adalah Richard. Mendengar suara kegaduhan yang terjadi dari luar kediamannya, seseorang bernama Erlangga itu pun seketika keluar, melerai keduanya. Dan dengan langsung ia mengambil balok kayu yang dibuatnya untuk memukul si pemuda bernama Richard.


"Astaga Cassandra apa yang kamu lakukan. Lepaskan balok kayu itu lepaskan!" perintahnya yang langsung merebutnya.


"Kakak, kenapa kakak malah mengambilnya. Dia itu orang jahat yang ingin menculik ku kenapa kakak malah membelanya?"


"Penculik? Tidak sayang dia bukanlah penculik, dia itu sahabat kakak,"balas Erlangga yang spontan membuat pandangan Cassandra yang tadinya tersulut api, seketika amarah itu pun luntur.


"Iya, dia ini Richard teman sekelas kakak ada apa dengan kamu ini. Richard kamu baik-baik saja kan?" tanya Erlangga dengan membantu Richard untuk berdiri.


"Aku baik-baik saja, ternyata ini adik yang kamu bilang terlalu bar-bar, sampai-sampai orang baik dan setampan seperti ku masih bisa dianggap sebagai penculik?" balasnya yang agak meledek.


"Jadi...dia bukanlah penculik?" tanya Cassandra yang masih tidak percaya.


"Ya kali ada penculik setampan diriku. Jika ada mungkin yang ada aku yang bakal jadi korban penculiknya lantaran ketampanan ku ini," timpalnya dengan nada percaya diri.


"Sudah-sudah ayo kita masuk, luka memar kamu harus segera diobati agar tidak terlalu parah nanti,"timpal Erlangga yang langsung membawanya masuk.


"Baiklah," balas Richard yang hanya mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


"Dasar ceroboh kenapa kamu bisa sampai sebodoh ini sih Cassandra. Itu anak orang kenapa kamu memukulnya terlalu keras tadi, bodoh, bodoh," batinnya dengan menjitak kepalanya sendiri.


Flashback On


"Cassandra, apa dia beneran Cassandra gadis cantik lan imut yang semasa dulu menjadi gadis impianku?" batinnya dengan pandangannya yang tak juga teralihkan.


Merasa heran apa sikap Richard yang tiba-tiba terdiam dan hanya menatap wanita yang berada dihadapannya dengan tatapan yang sangat berbeda. Amel yang merasa bingung ia lantas mengagetkan Richard yang akhirnya membuat kesadaran Richard pun kembali.


"Kak. Ada apa dengan kak Richard kenapa kakak malah melamun seperti ini?"


"Sudahlah urusan kita sudahlah selesai. Dan Wanita ini. Kakak harap kamu gak akan mencari masalah dengan wanita yang bernama Cassandra ini?" timpalnya yang membuat Cassandra pun terkejut.


"Cassandra, dari mana kamu tahu nama asliku? Aku kan belum memperkenalkan nama ku pada anda?" tanya Cassandra yang kemudian Richard pun membalasnya.


"Memang kamu tidak memperkenalkan siapa nama kamu padaku, tapi masa lalu dan saudara kamulah yang membuatku sadar akan siapa kamu sebenarnya," timpalnya yang membuat Cassandra terdiam dengan wajah herannya.


"Kakak masih ada urusan jadi kakak harus kembali sekarang."


"Tapi kak urusan Amel dengan Wanita ini belumlah kelar. Dan Kakak juga belum memberi perhitungan pada Wanita gila ini, tapi kenapa kakak malah cabut dan bersikap tidak ada masalah apa-apa? Apa yang terjadi kak. Dan apa yang membuat kakak jadi berubah gini?"tanya Amel akan tetapi Richard tidak menghiraukannya. Dan berlaku pergi dari hadapan Amel mau pun Cassandra.


"Ada apa dengan laki-laki itu. Dan dari mana ia tahu nama asliku? Bahkan menyebut saudara, apa dia kenal dengan kedua abang ku?" batin Cassandra yang merasa bingung. Dan kemudian Amel mendorong Cassandra sampai terjatuh.


"Apa kamu puas sekarang!"bentak Amel, berlalu ia berlari lantaran malu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2