Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
AKANKAH AMELIA DAN RICHARD AKAN BERHASIL LOLOS.


__ADS_3

Mata yang berkaca dan dipenuhi air matanya. Mulut yang seketika terkunci tidak bisa ia ucapkan sepatah kata pun lagi.


Pertolongan!" pada siapa ia ingin meminta pertolongan disaat jam yang sudah menunjukkan pukul 00:00 malam. Waktu bagi setiap orang untuk beristirahat sejenak mengistirahatkan tubuhnya.


Melihat suami tercintanya sudah tidak sadarkan diri dipenuhi banyak darah pada sekujur tubuhnya. Dan melihat tatapan pelaku yang nampak fokus memandang kearahnya dengan pisau yang sudah berada digenggaman-nya sekaligus memandang ke pria yang sudah dalam keadaan mengenaskan.


Berniat akan berlari menghindari laki-laki bajingan yang ingin membunuhnya. Nasib baik tidak menyertainya setelah selangkah ia berhasil pergi, pelaku itu dengan langsung ia meluncurkan sebuah pistol yang tepat mengenai perutnya hingga beberapa kali terjadi.


Darah yang seketika keluar dengan deras membuat wajahnya berubah memucat. Bahkan tubuh yang tadinya berdiri tegak, ia tak mampu lagi untuk bisa menopangnya. Tersungkur kebawah dengan darah yang terus-menerus mengalir membuat ia yang melihat hanya melihatnya dengan tatapan senyum liciknya.


"Nasib yang sangat malang," ucapnya dengan tersenyum sinisnya.


Berusaha ingin meminta tolong tapi pada siapa ia ingin meminta bantuan.

__ADS_1


"Minta tolong, kepada siapa kamu ingin meminta tolong. Apa kamu lupa nyawa kamu itu sudah berada diujung tanduk apa kamu berharap bakalan ada seseorang yang akan menolong mu. Tidak, itu tidak akan mungkin terjadi. Baiklah kelihatannya kamu sangatlah kesakitan, untung aku sekarang lagi baik gimana kalau aku bantu kamu untuk melepas rasa sakit itu dengan menerjunkan kamu langsung diatas lantai rumah kamu ini?" kamu pastinya semasa kecil dulu sudah sering bukan main perosotan dan sekarang giliran masa dewasa kamu aku akan bantu kamu main perosotan lagi, jadi selamat dan selama tinggal dari dunia ini. Salam dariku selamat tinggal.


"Jangan...aku mohon jangan om...jangan...,"


Suara minta tolong dan berbarengan dengan rasa sakit yang menyertainya membuat Carla tidak kuat lagi untuk menahan semua ini.


Tubuhnya yang seketika dirangkul olehnya. Dan tak berapa lama penjahat melempar tubuh Carla dari lantai atas layaknya melemparkan sebuah sampah pada tempatnya.


Pyar..


Terjatuh dari atas ketinggian Dan terhenti tepat diatas meja kaca yang posisinya tepat dibawahnya membuatnya hanya bisa berpasrah.


Apalagi tusukkan yang ia dapatkan membuat nyawa Carla tak lagi terselamatkan. Apalagi setelah tubuhnya mengenai kaca-kaca dari meja makan membuatnya ia kehilangan nyawanya dalam sekejab mata dalam keadaan tengkurap dan darah yang mengalir hampir sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Dan siapa sangka dari kejauhan Richard dan Amelia melihat langsung adegan pembunuhan yang dialami oleh orang tuanya ini.


Air matanya yang tak henti-hentinya menetes, ditambah lagi sekujur tubuhnya yang seketika gemetar membuat mereka takut jika pelaku akan melihat mereka.


Amelia yang tak bisa membendung air matanya dan ketakutannya hampir saja ia akan berteriak. Dan dengan tepat waktu, Richard langsung membungkam mulut sang adik.


Penjahat yang mulai mengetahui akan keberadaan dua anak kecil tersebut. Dengan sigap Richard pun berlari dan menarik Amelia untuk pergi bersamanya, membawanya pergi dari tempat mereka menguping kejadian yang tak seharusnya ia saksikan saat ini.


Sedangkan pelaku yang mengetahuinya ia hanya tersenyum sinis. Berjalan perlahan sembari pisau yang ia pegang ia dentum'kan pada tembok yang akhirnya bersuara cukup menyeramkan.


"Ayo anak manis kemari-lah apa kalian tidak mau main bersama dengan om ini," ucapnya dengan suara untuk menakutkan mereka.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2