
Satu bulan kemudian
Waktu dengan cepat telah berlalu, hari demi hari telah mereka lalui akan tetapi perbedaan telah dirasakan oleh Richard kepada adiknya. Gimana pada biasanya Amel adalah anak yang cukup ceria, tapi perbedaan yang dialami oleh Amel saat ini sudah sangatlah berbeda pada dulunya.
Dia sekarang telah berubah menjadi Wanita yang sangat pendiam dan suka melamun, beberapa kali Richard bertanya padanya apa yang terjadi pada diri Amel . Akan tetapi jawaban yang selalu dilontarkannya selalu sama yaitu " Tidak apa-apa".
Akan tetapi Richard bukanlah pria bodoh yang hanya akan diam, tanpa mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Ada apa dengan Amel, kenapa dia tampak sangat berbeda dari biasanya. Dulunya dia sangat ceria dan cerewet tapi kenapa sekarang ia jadi pendiam seperti ini. Apa yang menjadikannya jadi Gadis yang pendiam seperti sekarang?" gumamnya yang merasa bingung sendiri.
"Aku tidak boleh diam saja, aku harus melakukan sesuatu," gumamnya lagi, berlalu ia pun mengambil salah satu benda pipih yang berada dalam sakunya dan menekan salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya.
📞 Iya Tuan Richard ada apa? Apa ada yang bisa saya lakukan?" balas salah satu Anak buahnya.
📞 Aku ada tugas buat kamu. Cepat kamu buntuti kemana pun Amel pergi. Dan jangan kamu pergi sebelum aku tahu atas jawaban yang disembunyikan olehnya apa kamu mengerti!"
📞 Baik Tuan kamu mengerti!"
📞 Cepat jalankan perintahku sekarang!"
📞 Baik Tuan kami akan bergerak sekarang!"
📞 Baguslah!"
Hari yang cerah nampaknya tidak akan menjadi hari yang cerah bagi Amel, lantaran sejak sedari tadi ia hanya menunjukkan muka yang murung yang terlihat seperti sedang terbebani oleh suatu hal mau pun masalah yang sedang menimpanya.
Dan perbedaan yang dialami oleh Amel bukan hanya dicurigai oleh kakaknya sendiri. Akan tetapi salah satu seseorang yang selama ia anggap musuh nyatanya ikut merasa cemas dan penasaran akan perubahannya sekarang.
__ADS_1
"Amel. Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia hanya melamun dan melamun seperti ini. Apa yang sebenarnya terjadi padanya apa dia ada masalah?"batinnya dengan pandangannya yang memandang kearah Amel dengan tatapan penasarannya.
Dan dalam mengikuti mata pelajaran Amel yang sedari tadi terdiam dikelas, ia pun merasakan ada yang aneh pada dirinya, gimana pada saat ia yang hendak akan maju untuk mengerjakan salah satu tugas menulis dipapan, baru selangkah ia melangkahkan kakinya ia pun tiba-tiba jatuh pingsan setelah wajahnya yang terlihat sangatlah pucat sejak sedari tadi ia tahan.
Melihat anak didiknya jatuh pingsan tidak sadarkan diri, bergegas dosen pun menyuruh anak didik lainnya untuk membawanya ke UKS. Setelah hampir 30 menit Dokter memeriksa kondisi Amel, tak lama Dokter itu pun akhirnya keluar dengan menunjukkan raut wajah yang terlihat beda dari yang biasanya.
"Dokter apa yang terjadi pada teman saya? Apa dia sakit serius?" tanya Cassandra dengan wajah penasarannya.
"Iya dokter apa yang terjadi pada anak didik saya? Apa dia sakit serius?"
"Kayaknya ini bakal membuat Bu Rusma terkejut setelah tahu apa yang sedang dialami oleh Anak didik Bu Rusma?"jawab Dokter yang membuat Bu Rusma pun bertanya balik.
"Maksud Dokter apa? Saya tidak ngerti?"
"Iya Dok, maksud Dokter apa saya juga tidak mengerti apa maksud Dokter?
"Dia..dia sedang mengandung Buk," balas Dokter perempuan yang spontan membuat Bu Rusma pun terkejut tidak main
"Iya saya serius dan sekarang usia kehamilannya sudah memasuki usia 1 bulan ya sudah kalau gitu saya permisi dulu,"
"Baik Dok," balas sang dosen.
"Amel mengandung bagaimana semua ini bisa terjadi padanya, tidak, ini tidak mungkin?"
"Ba..baik Dok," balas Rusma yang tanpa menunggu ia pun bergegas masuk.
"Amel mendingan cepat kamu katakan pada Ibuk? Siapa ayah dari anak yang kamu kandung saat ini ayo cepat katakan?"tegas Bu Rusma dengan raut wajah memaksanya.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan yang dilontarkannya, apa yang dilakukan Amel hanyalah menangis dan terus menangis tanpa henti. Tak berani menatap langsung kearah dosen wanita pembimbingnya, ia hanya menangis.
"Amel kamu janganlah takut cepat katakan padaku siapa ayah yang ada didalam kandungan kamu ini. Dan bagaimana bisa ini sampai terjadi kepadamu, jika Laki-laki itu adalah kekasih kamu, kamu harus menyuruhnya mempertanggung jawabkan perbuatannya karena apa yang ia lakukan sudahlah sangat keterlaluan, jadi kamu tidak bisa hanya bisa diam dan menangis seperti ini kamu harus melakukan sesuatu.
"Kamu? Kamu gampang hanya bisa berkata seperti itu, kamu tidak tahu seperti apa kakak ku jadi kamu gampang mengucapkan kata yang hanya bisa diucapkan dengan mulut.
Langkah yang akhirnya perlahan-lahan mulai meninggalkannya dan membuat hati Amel seperti tercabik-cabik tanpa tersisa.
Apalagi melihat semua orang tidak ada yang mempercayainya, membuatnya bingung dengan siapa ia akan melimpahkan rasa sakit ini.
Apakah Keluarganya masih bisa diajak berbicara setelah tahu jika Putri kesayangannya ternyata sudah tidak lagi suci.
"Astaga kenapa dia malah jadi salah faham, aku tidak pernah ada maksud untuk berkata seperti itu. Aku harus mengejarnya sekarang!"
Mengandung diusia yang masih belia, ditambah lagi dengan kondisi dia yang masih duduk di bangku kuliah membuatnya tambah semakin hancur lebur.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku sekarang benar-benar sudah mengandung. Apa yang akan aku katakan pada kak Richard soal ini, dengan cara apa aku bisa menjelaskan semuanya dengan cara apa. Tuhan bantu aku agar aku bisa terbebas dari semua ini bantulah aku.
Langkah kaki yang perlahan-lahan mulai pergi dari tempat ini, semua pandangan mata pun hanya tertuju kearahnya.
Bahkan bukan hanya mata yang sedari tadi memperhatikannya. Akan tetapi mulut mereka pun berbicara dan terus-menerus berkata yang mengatakan jika Amel bukanlah anak sebaik yang mereka kira.
Matanya yang bisa menahan semua pandangannya, akan tetapi tidak dengan telinga sudah berusaha ia mencoba tahan dan sabar tapi kata-kata yang mereka ucapkan sudah sangatlah menyayat hatinya.
Berlari tanpa memperdulikan omongan mereka, dengan air mata yang terus terjatuh hinga tidak tersisa membuat hati Amel tambah semakin hancur tak tersisa.
Langkah yang pelan membuatnya takut akan kemana dan dimana ia akan melangkahkan kakinya sekarang. Karena ia juga tahu pasti Guru pembimbingnya sudah mengatakan masalah ini pada keluarganya. Dan itulah yang membuat Amel belum siap menerima semua perkataan amarah yang akan dilontarkan nya nanti.
__ADS_1
Setelah menempuh jarak waktu yang hanya sekitar 20 menit dari jarak tempat ia berkuliah tadi tadi , Amel akhirnya sampai disalah satu kediaman Rumah yang sangat besar.
BERSAMBUNG.