
Dalam ruangan terdapat banyak seseorang berseragam hitam yang tak lain adalah seorang bodyguard yang telah berbaris rapi menyambut kedatangan Tuannya. Seorang pria memasuki Mansion itu dengan wajah datar dan dingin miliknya, itu membuat aura seramnya keluar.
Beberapa diantaranya merasa tangannya gemetar begitu menatap tatapan Tuannya yang terlihat sangatlah marah.
Seluruh bodyguard berkeringat dingin melihat tatapan Tuannya sangat menyeramkan lantaran markas persembunyian telah diketahui oleh polisi, sekaligus separuh koleksi senjata ilegalnya sudahlah berpindah tempat bukan keuntungan yang ia dapat melainkan kerugian yang sangat besar.
Brakk!
Semua yang ada di sana seketika kaget saat Pria itu menggebrek meja dengan emosi yang mengebu-gebu. Tatapannya sangat tajam, baru kali ini ada orang yang berani melawannya dan membuatnya marah seperti ini.
"Gadis kurang ngajar! apa tidak tau siapa aku berani-beraninya dia mempermainkan ku dengan cara seperti ini? Rico," teriaknya yang kemudian seseorang yang bernama Rico pun menghampirinya.
"Iya Tuan ada apa?" tanya Rico yang terlihat panik.
"Perintahkan beberapa anak buah kita untuk menculik istriku!" perintahnya.
"Apa Tuan serius?" tanya Rico tidak percaya.
"Apa kamu sudah bosan hidup cepat laksanakan perintah ku cepat...!" teriaknya dengan tegas, berlalu Rico pun bergegas pergi dari hadapannya.
__ADS_1
FLASH BACK.
"Kamu paham kan. Dan kamu pastinya sudah mengerti kan dengan resiko besar apa yang akan terjadi jika kamu sampai berani menantang ku?"
"Sekarang apa yang ingin kamu lakukan apa kamu ingin menghukum-ku atas perbuatan ku ini?" apa kamu ingin membunuhku sekarang juga apa dengan cambukan yang kamu lakukan kamu belum merasa puas?" tanya Cassandra dengan suaranya yang terdengar tersengal-sengal.
"Membunuh itu bagiku akan terlihat biasa karena kamu tidak akan merasa kesakitan lebih lama. Sedangkan menghukum bagiku cara itulah yang tepat untuk kamu dapatkan. Dan kelihatanya itu memang harus aku lakukan. Rico?"
"Iya Tuan?"
"Jangan biarkan wanita ini sampai lolos dari ruangan sekapan ini apa kamu paham?" tegas Richard dengan tatapan tajamnya.
"Dia benar-benar sangat kejam dan berhati iblis. Apa dia hanya menganggapku layaknya seekor hewan sampai-sampai ia tega mengurungku seperti ini," batinnya dengan rasa putus asanya.
Cassandra masih saja meringkuk di lantai yang dingin itu, rasanya tubuhnya sangat remuk akibat cambukan yang Richard berikan tadi. Sedari tadi Cassandra hanya mampu termenung, ingin menangis tapi rasanya ia juga lelah dan tampaknya air mata gadis itu sudah mengering tak bisa untuk ia keluarkan lagi.
Cassandra menatap sekeliling-nya, ia haus tapi tidak ada minum sama sekali, jangankan minum, makan saja ia tak disediakan, karena dari itu ia sangat merasa lapar. Perutnya terus berbunyi tapi tidak ada makanan. Cassandra memikirkan cara untuk bisa keluar dari sini.
Gadis itu mulai bergeser ke arah dinding di sampingnya, berharap bisa berdiri dengan berpagutan dinding itu. Cassandra mencoba berdiri dengan tangan yang memegang erat dinding di sampingnya itu, ia berusaha namun gagal terus.
__ADS_1
"Aws! ... sakit,” isaknya dengan lirih.
Tak mau menyerah, Cassandra mulai kembali lagi mencoba untuk bangun dan alhasil ia bisa, berkali-kali ia mengucapkan kata syukur karena masih bisa berdiri, ia kira ia sudah lumpuh.
Cassandra berjalan terseok-seok menuju ke pintu utama ruangan ini. Ia tak tau apakah penjaga di sana berjaga-jaga dengan ketat atau hanya berjaga di samping saja.
Tampaknya keadaan sedang berpihak kepada gadis itu, para bodyguard yang dikerahkan untuk menjaga ruangan itu sedang tertidur lelap, dan kunci juga sudah tergantung indah di jeruji itu. Tak mau berlama-lama Cassandra langsung saja memutar kunci itu di gembok besar yang tengah menempel di pintu jeruji besi itu.
Klek!
Pintu terbuka membuat Cassandra mengucapkan kalimat-kalimat syukur berkali-kali. Gadis itu langsung saja keluar dengan pelan-pelan tak lupa langkahnya yang terseok-seok, ia tak sama sekali meninggalkan jejak, dan ia juga tidak bersuara sedikitpun, takutnya nanti ia ketahuan dan di siksa lebih kejam lagi dari ini.
Cassandra mulai mempercepat langkahnya, untung saja ia hapal jalanan ini, jadi ia tahu di mana saja ia bisa menembus untuk kejalan raya. Cassandra keluar melalui lorong dari sebelah kanan, setelah itu ia semakin mempercepat langkahnya, seseorang ekor matanya melirik ke arah belakang, takutnya ada yang ikut mengejarnya.
Sesampainya di sana, Cassandra malah di buat bingung dengan dua pintu di depannya, ia bingung harus masuk ke sebelah mana karena ia tidak pernah melihat ia sebelumnya, apakah baru dibuat? rasanya itu tidak mungkin karena ia tak melihat dan kesini sebelumnya.
"Aki harus lewat mana?" ucapnya dengan nafas tersengal-sengal.
Tak mau berlama-lama, dengan ngasal Cassandra masuk ke pintu yang tampak masih sangat baru dan ia percaya bahwa itu salah-satu jalan untuk menembus jalan raya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.