Terjerat Cinta Sang CEO Kejam

Terjerat Cinta Sang CEO Kejam
Perkelahian


__ADS_3

"Apa kamu sudah gila, berani sekali anda datang dikediaman ku dan membuat keributan sampai menghancurkan kediaman -ku seperti ini? Apa anda sudah gila apa mau mu dan apa maksudmu mencari gara-gara seperti ini?"tegas Erlangga dengan emosinya yang mulai membakar otaknya.


"Anda sendirilah yang datang kesini, jadi jika anda ingin berlagak seolah-olah penguasa pergilah karena semua itu tidak akan berguna. Anda sudah cukup membuat keributan sampai membunuh anak buahku dan sekarang anda datang dengan sendirinya tanpa membawa pasukan-mu apa itu artinya anda sudah menyerahkan nyawa anda pada kami?"tegas Verrel yang mulai tersulut api.


"Richard apa yang membuatmu bisa datang kesini dan menghancurkan semuanya ada apa?"tanya Cassandra.

__ADS_1


"Sudahlah aku cukup muak dengan semuanya dan kamu? Jika kamu tidak ingin kalah karena kamu tidak membawa pasukan kamu! Alangkah baiknya kamu pergi sana karena aku malas untuk berkelahi cepat pergilah!"usir Erlangga dengan tegasnya.


"Pergi kamu bilang? Setelah apa yang kamu lakukan pada adikku kamu dengan mudahnya berkata pergi, dan bersikap seolah-olah tidak ada hal yang terjadi diantara kita. Selama ini aku kira akulah orang yang paling jahat dan tidak berperasaan, tapi nyatanya apa? Ada orang yang lebih jahat dan tidak punya perasaan dan orang itu adalah anda sendiri!"tegasnya dengan memberikan tatapan tajamnya.


"Apa maksud kamu? Dan punya nyawa berapa kamu bisa lancang berkata seperti itu sama kakakku?"balas Cassandra yang merasa tak terima dengan ucapan Richard barusan.

__ADS_1


Tak tahan dengan semuanya, ia kemudian mengeluarkan pisau kecil dari balik dalam pakaiannya, memberikan satu pukulan lagi yang tepat mengenai perut Erlangga. Dan segan-segan ia juga mendorong tubuh Cassandra agar menjauh darinya.


Tangan yang sedari tadi mengepal untuk memendam amarahnya yang sedari memuncak. Kini dalam hitungan detik amarahnya sudah tidak lagi ia pendam. Melihat targetnya sudah ada didepan mata, dengan langkah seribu akhirnya ia menendangnya dengan cara membabi buta tanpa ada rasa ampun hingga membuat tubuh Erlangga seketika tersungkur ketanah dan babak belur yang ia alami Erlangga tak menyulutkan niat Richard untuk memperhentikkan aksi balas dendamnya ini.


Pisau tajam yang sudah berada dalam genggamannya sedari tadi yang tidak tahan dan ingin ia tancapkan mengenai perut bidang Erlangga. Akan tetapi karena gerakan Erlangga yang super lincah ia menguat tubuhnya sendiri kesamping dan menendang Richard agar dirinya terhindar dari serangan Richard yang menyerangnya secara membabi buta.

__ADS_1


Situasi yang tambah semakin memanas lantaran keduanya tak henti-hentinya mengalah akan pertarungan yang mereka lakukan. Richard yang dengan langkah cepat dirinya ingin menusukkan pisau itu tepat mengenai perut Erlangga, satu tembakan akhirnya Cassandra layangkan yang akhirnya membuat darah segar seketika mengalir dari perut Richard dan berhenti sekejab dari langkah penyerangannya tadi.


BERSAMBUNG


__ADS_2